Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Perpustakaan Kecil Untuk Istriku


__ADS_3

Selama istrinya hamil, Damar tidak direpotkan dengan ngidam istrinya yang di luar nalar, hanya saja istrinya sering sekali meminta Damar, untuk mencarikan buku buku yang istrinya inginkan, hampir semua jenis buku sudah di baca oleh Gesit.


"Wah, lama lama kamar kita menjadi lautan buku sayang," Damar menggoda istrinya yang sedang asyik membaca.


"Aku dari kemarin sudah kepikiran sayang, sebaiknya buku buku yang sudah aku baca, aku taruh di suatu tempat,"


"Tapi mas, aku belum ada opsi, mau di taruh dimana," lanjut Gesit.


"Gak usah dipikirin, nanti mas saja yang cari solusi untuk buku-buku mu itu,"


"Kamu duduk manis saja sayang, sambil membaca koleksi baca buku kamu," lanjut Damar.


Sejak awal kehamilanya, Gesit hampir setiap hari menghabiskan waktu nya untuk membaca.


Berbagai judul buku terbitan dalam negeri maupun luar negeri sudah dia baca.


Sebenarnya sudah lama Damar, memikirkan nasib buku buku istrinya yang sudah selesai di bacanya.


"Perpustakaan, ya mungkin ide ku tidak terlalu buruk," Damar pun tersenyum karena sudah mendapatkan sebuah solusi untuk buku-buku istrinya.


"Baiklah, hari ini aku akan memesan tukang bangunan, untuk membuat perpustakaan mini di dekat taman bunga," gumam Damar.

__ADS_1


"Kebetulan, aku sudah mempersiapkan desain perpustakaan mini di rumah, menginggat istri kesayangan ku sangat hobi membaca," batin Damar.


Dengan perut yang sudah kelihatan sangat besar, padahal usia kehamilan memasuki tujuh bulan, tidak membut Gesit menjadi pemalas.


Setiap habis subuh, dia jalan jalan di sekitaran kompleks ditemani sang suami, dia pun selalu ikut di dapur bantu bantu mbok Darmi dan mbok Sri, padahal suaminya sudah melarangnya.


Damar mendatangkan guru senam hamil, agar dia bisa menemani istrinya senam hamil di rumah.


"Sayang, apa hari ini kamu akan ikut mas ke kantor?" tanya Damar.


Kalo Damar hanya kerja di kantor, dan tidak keluar untuk survey bangunan bersama koleganya Gesit selalu ikut Damar ke kantor nya.


" Enggak dulu sayang, aku mau di rumah saja, sama mbok Darmi dan juga mbok Sri," kata Gesit.


"Siap bos, laksanakan,"


"Assalamu'alaikum, ...," Damar pun pamit dengan istrinya sambil mencium kening dan perut istrinya.


"Wa'alaikum Salam ....," Gesit mencium punggung tangan suaminya.


"Hati hati di jalan sayang," pesan Gesit.

__ADS_1


Setelah Suaminya sudah menghilang dari pandangannya, Gesit pun masuk ke dalam rumah nya.


"Mbok Darmi ...., Gesit memanggil salah satu asisten rumah tangganya. Tolong ke sini sebentar," titah Gesit.


"Ya non, ada yang bisa mbok bisa bantu, atau ada yang non butuhkan?" tanya si mbok Darmi.


"Apa pekerjaan mbok Darmi dan mbok Sri sudah selesai ? Kalo sudah selesai, bisakah mbok Darmi dan mbok Sri menemani saya," ucap Gesit.


"Kebetulan sudah selesai, ada yang bisa saya bantu non," ujar mbok Darmi.


"Tadi sebelum berangkat kerja, suami saya bilang ke saya, ada tukang yang mungkin sebentar lagi datang, untuk membuat perpustakaan mini di dekat taman,"


"Begitu ya non, terus si mbok harus bantu apa," kata Mbok Darmi meminta majikannya menjelaskan apa yang harus dia bantu.


"Tolong bantu saya untuk merapikan buku buku saya ya mbok, sama mbok Sri juga," titah Gesit


"Rasanya begah mbok, apalagi baby twins nya aktif sekali, nendang nendang terus mbok, maaf jadi merepotkan mbok Darmi dan mbok Sri," ujar Gesit.


"Nggak papa non, sudah tugas kami membantu nona muda, lagian non juga gak pernah merepotkan kami, malahan sering bantuin kami masak,"


"Tolong nanti bukunya di rapikan dan di urut berdasarkan abjad ya mbok," lanjut Gesit

__ADS_1


"Siap non, nanti ingat kan kami kalo belum sesuai dengan keinginan non ya," ucap mbok Sri.


__ADS_2