Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Presdir Muda Yang Berkarisma


__ADS_3

Besok Keenan dan Keyla akan mengunjungi Oma dan juga kedua orang tuanya yang berada di Bogor.


Mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk nantinya menginap di rumah Oma mereka.


" Besok week end Key pasti jalan menuju ke puncak macet, kita bawa sopir saja ya," ucap keenan.


" Kalau Keyla mah, hayu aja yang penting sampai ke tempat Oma dengan selamat dan sehat wal afiat tanpa halangan satu apapun," ucap Keyla.


" Nanti kita bawa mang Ujang saja yang sudah biasa bolak balik Jakarta Bogor," ucap keenan.


" Oke, terserah bang ke aja. Keyla mau ke dapur dulu mau nemenin mbok Darmi dan mbok Sri menyiapkan makan malam," ucap Keyla.


Keyla pun meninggalkan Keenan di ruang keluarga dan menuju dapur untuk membantu mbok Darmi dan mbok Sri.


" Dasar adik nggak ada akhlak, manggil nama kakaknya seenak jidatnya saja," gumam Keenan karena sering di panggil bang ke oleh adik semata wayangnya.


Baru saja Keenan hendak bangkit dari duduknya dan akan ke ruang kerjanya, bel pintu depan berbunyi.


" Siapa sih, malam malam begini bertamu, nggak tau apa orang lagi capek banget," gumam Keenan.


" Ya, sebentar," teriak Keenan.


Keenan pun membuka pintu ruang tamu dan betapa terkejutnya melihat siapa yang datang.


Begitu juga orang yang memencet bel rumah Keenan juga ikut terkejut.

__ADS_1


" Anda .....," ucap Reyhan dan Keenan bersamaan.


" Assalamu'alaikum. Maaf kami kesini malam malam," ucap mamanya Reyhan.


" Wa'alaikum Salam. Silahkan masuk Tante, om dan juga pak Reyhan," ucap Keenan.


" Kalian sudah saling kenal ... ?" tanya papanya Reyhan.


Entah kebetulan atau apa itu Reyhan pun nggak menyangka kalau dia mengantarkan kedua orang tuanya ketempat teman lama mereka.


" Iya, kebetulan baru pagi hari tadi kita resmi bekerja sama dengan perusahaan Twins K seperti yang Reyhan ceritakan tadi ke papa," ucap Reyhan.


" Apa kamu masih kenal Om dan Tante ...?" tanya Tante Hanum.


" Masih dong Om Bramantyo dan Tante Hanum," ucap keenan.


" Kebetulan mama dan papa sudah satu tahun ini menetap di Bogor, di rumah Oma. Jadi di sini tinggal saya dan juga adik kembar saya Keyla," ucap keenan.


Om Bramantyo merasa sedikit kecewa karena belum bisa bertemu langsung dengan koleganya yang selalu membantunya di saat perusahaannya terancam bangkrut.


" Jadi kamu yang menguras perusahaan papa kamu dan papa kamu mengurus bisnisnya perkebunan dan pertanian di Bogor," ucap Om Bramantyo.


" Lebih tepatnya saya dan Keyla Om, karena kita berdua yang di tugaskan mengurus perusahaan keluarga yang ada di Jakarta dengan sedikit memaksa tentunya," ucap Keenan.


" Oh ya, adik kembar kamu mana kok nggak kelihatan," ucap Tante Hanum.

__ADS_1


" Ada kok Tan, lagi bantu bantu mbok Darmi dan mbok Sri di dapur," ucap keenan.


" Sebentar saya panggilkan," ujar Keenan.


Keenan pun menuju dapur dan memanggil adik kembarnya untuk menemui tamunya.


Dan membawakan minuman segar dan cemilan khas keluarga Damar.


" Selamat malam Tante, Om. Apa kabarnya," ucap Keyla.


" Eh ada pak Reyhan juga, apa ada yang kurang jelas dengan surat pemberitahuan yang sudah kita kirim tadi pagi ?" tanya Keyla.


" Pletak "


" Pak Reyhan adalah putranya Om Bramantyo dan Tante Hanum.


" Pan tadi bang Ke nggak ngomong kalau ada pak Reyhan juga di sini," ucap Keyla.


" Interupsi, mohon maaf saya keberatan di panggil pak Reyhan, panggil saya kak Reyhan," ucap Reyhan.


"Kak Keenan , berarti muka kakak boros ya, seperti selisih tiga tahun dengan kak Reyhan, padahal selisih sepuluh tahun," ucap Keyla.


" Tapi tetap kakak ini Presdir muda yang berkarisma," ucap keenan.


" Berkarisma dari Hongkong, Presdir muda yang menyebalkan," ucap Keyla.

__ADS_1


Melihat perdebatan twins K yang nggak berfaedah sama sekali Reyhan pun angkat bicara.


" Mohon maaf, apa kita tidak di persilahkan untuk minum dan menikmati cemilan buatan Keyla yang multitalenta," ucap Reyhan.


__ADS_2