Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Slow Aja


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah, mereka langsung ke kamar dan bersih-bersih dan turun untuk makan siang karena mama mereka sudah menunggu.


" Siang mam, mama makin cantik deh," ucap Keyla.


" Terima kasih sayang, Keyla princess nya mama juga cantik," ujar sang mama.


" Papa nggak makan siang di rumah mah, " tanya Keenan.


" Katanya papa ada meeting siang ini, jadi nggak makan siang di rumah," ucap sang mama.


" Mama masak ayam krispi kesukaan kalian, dan juga ada sayur bening bayam," lanjut sang mama.


" Mama memang the best, tau aja kalau kita lagi lapar," ucap Keenan.


Mereka pun makan dengan tenang dan sangat menikmati masakan sang mama.


Setelah makan siang mereka berkumpul di taman belakang untuk sekedar menghilangkan penat setelah beraktivitas.


" Oh ya, sayang sayangnya mama, hari ini kalian belum cerita pada mama tentang apa yang kalian kerjakan, kejadian apa yang kalian alami hari ini, atau apapun itu yang ingin kalian ceritakan pada mama," ujar sang mama.


" Hari ini di sekolah kita di sambut bak putra putri raja, hampir semua siswa bersikap ramah dan baik pada kita.," ucap Keenan.


" Padahal ya mah, kemarin kemarin mereka menghina kita meremehkan kita bahkan merendahkan kita," ucap Keyla.


Sang mama pun mendengarkan dan mencermati cerita anak anaknya.

__ADS_1


" Terus mereka minta maaf karena sudah bersikap buruk pada kita, dan katanya menyesali perbuatannya," ucap Keyla.


" Kalau memang mereka tulus meminta maaf dan menyesali perbuatannya kenapa baru sekarang setelah mereka tau kalau kita anak papa Damar yang katanya orang nomer satu di kota ini," ucap Keenan.


" Itu sama juga modus iya kan kak," ucap Keyla.


Sang mama pun tersenyum mendengar penuturan anak kembarnya.


" Apa kalian sudah memaafkan teman teman kalian yang sudah bersikap buruk pada kalian?" tanya sang mama.


" Sudah mah, tapi memakluminya belum," ucap Keenan.


" Udah gitu ya mah, yang bikin Keyla kesal mereka di kelas mengatakan nggak nyangka kalau Keenan dan Keyla anak orang kaya, kalau di lihat lihat mukanya tidak mencerminkan orang kaya,"


Sang mama kemudian tertawa mendengar cerita Keyla.


" Seperti beruang mungkin mah," jawab Keenan.


" Ih jelek amat, Keyla nggak mau kak," ucap Keyla


" Keyla adik ku yang telmi, kita itu belum jadi orang kaya, katanya kita itu hanya anak orang kaya," Keenan menekankan kata anak orang kaya pada Keyla.


Keyla pun berpikir, kalau dia dan sang kakak anak orang kaya, berarti yang kaya papa tampan dong.


" Kak di sini yang kaya kan papa tampan, masa iya muka papa tampan seperti beruang," ucap Keyla.

__ADS_1


" Kakak kan nggak bilang, kalau muka papa kayak beruang," ucap Keenan dengan santainya.


Dinda Gesit berusaha menghentikan perdebatan kedua anaknya.


" Anak anak stop sudah cukup debatnya sekarang dengerin mama, oke," ucap sang mama.


Seketika Keenan dan Keyla menghentikan perdebatan mereka dan menuruti sang mama.


" Maafin mama ya, karena pertanyaan mama barusan membuat kalian jadi adu mulut," ujar sang mama.


" Mama nggak salah kok mah, kami saja yang suka ribut dan ribet," ucap Keenan.


" Dengerin mana ya, mau orang ngomong apa saja di luaran sana tentang kita itu urusan mereka, bukan urusan kita,"


" Dan kita hanya punya dua tangan yang tidak mungkin menutup mulut mereka untuk berhenti bicara tentang kita, jadi gunakan saja tangan kita untuk menutup telinga kita agar tidak mendengar omongan mereka," ucap sang mama.


" Jadi jangan marah marah karena kita di jadikan bahan ghibah, biarkan saja kalau capek nanti mereka juga diam sendiri," ucap sang mama.


" Mama mau tanya kalau kalian marah atau kesal apa yang kalian rasakan," tanya sang mama.


" Dadanya sakit, terus malas makan, jadi bad mood mah," ucap Keyla.


" Ada lagi dek, penginnya ngamuk dan ngomong kasar," ujar Keenan.


" Ya udah slow aja,"

__ADS_1


Mereka bertiga pun tertawa mendengar penuturan sang mama.


__ADS_2