Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Sabar Dan Ikhlas


__ADS_3

Usai acara jamuan, Damar membawa istrinya ke taman kota, untuk sekedar duduk-duduk dam menikmati jajanan ringan di sana.


"Mas, kenapa tadi mas diam saja saat ada kolega yang berkata buruk dan merendahkan mas Damar?" tanya Gesit.


"Tetaplah dan teruslah bersikap baik meskipun kebaikan mu, tidak dibalas kebaikan juga," ucap Damar.


"Walaupun alasannya untuk membela diri?" tanya Gesit lagi.


"Apapun alasannya sayang, yang namanya adu mulut ataupun adu fisik itu tidaklah terpuji, kecuali memang dalam kondisi berbahaya yang jelas jelas akan mengancam nyawa kita,"


"Apa kolega tadi sengaja menciptakan sebuah drama, untuk. memancing kemarahan mas Damar," ujar Gesit.


"Istriku memang genius, good girl," ucap Damar sambil tersenyum.


"Memang di dunia ini selalu ada dua sisi, contohnya ada yang suka ada yang tidak suka, ada susah ada senang, dan lainnya," ujar Gesit.


"Kamu ada yang lupa sayang, ada yang. di atas ada yang di bawah, seperti aku sama kamu kalo lagi di kamar," goda Damar.


"Ih, lagi serius juga, sempat sempatnya bercanda," protes Gesit.


"Gak usah dipikirin, orang suami mu yang ganteng ini gak pernah menyimpan omongan orang orang yang gak suka sama mas, udah diminum dulu bubur kacang hijau nya, keburu dingin,"

__ADS_1


"Hidup kita ini sudah di ukur sesuai porsinya masing-masing, kita tugasnya hanya berusaha, selebihnya biarkan Allah yang menentukan,"


"So sweet banget sih suamiku, udah tampan, dermawan, baik hati lagi, jadi makin cinta deh," Gesit menggoda suaminya.


"Baru sadar kamu ya, udah dari lahir kali," timpal Damar.


"Tuh kan, dipuji dikit, narsisnya kumat lagi," balas Gesit.


"Sayang, Kita itu harus bisa menikmati hidup kita, dengan cara yang disukai Allah, maka hidup kita jauh lebih tenang, lebih damai," ucap Damar memberikan masukan pada istrinya.


"Sabar dan ikhlas, atas semua ketentuan Allah, juga akan membuat kita lebih bisa kuat menjalani hidup, bukan begitu suamiku sayang,"


Merekapun menghabiskan malam minggunya dengan duduk di bangku taman kota sambil ngobrol-ngobrol ala suami istri.


"Sudah jam sembilan malam, sudah dulu pacarannya ya, besok kita teruskan lagi," Damar pun mengajak istrinya untuk pulang.


"Tapi nikmat juga, pacaran setelah menikah dengan kekasih halal," timpal Gesit


Dan mereka berdua pun tertawa kecil, sambil bergandengan tangan berjalan, menuju mobilnya.


"Besok bangun pagi ya, mas akan mengajak istri mas yang cantik ini ke suatu tempat,' kata Damar.

__ADS_1


"Jangan mengajakku ke tempat yang aneh aneh," ujar Gesit.


Gesit sangat tau bagaimana suaminya, usil dan suka sekali membuatnya naik darah karena kelakuan nya, dan narsisnya minta ampun.


"Gak dong, serius, kamu pasti akan senang dengan kejutan ku besok," kata Damar.


"Bahagia itu sederhana," batin Damar.


Sang istri yang sudah lelah dan mengantuk, akhirnya tertidur di mobil dalam perjalanan pulang.


Pintu gerbang pun dibuka, ketika sang majikan pulang.


Sampai di pelataran rumahnya, Damar keluar dari mobil menggendong istrinya yang tertidur pulas menuju kamarnya.


Setelah mengganti pakaian istrinya, Damar pun bergegas ke kamar mandi untuk bersih bersih.


Kemudian melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Damar sengaja tidak membangunkan istrinya untuk sholat isya, karena istrinya kelihatan capek sekali.


Istrinya pun selalu bangun tengah malam, jadi Damar tidak tega membangunkan istrinya.

__ADS_1


"Apakah hari ini kamu kecapean sayang, dan baby twins ku, maafin papa sayang, membuat mana kamu capek hari ini" Damar mencium dan mengelus perut istrinya.


Mereka pun tidur dengan berpelukan.


__ADS_2