
Ditengah tengah perbincangan Twins K dengan Om Bramantyo sekeluarga, mang Ujang sopir keluarga sekaligus penjaga rumah Keenan datang.
" Mohon maaf mengganggu sebentar, " ucap mang Ujang.
" Iya mang ada apa," ucap Keenan.
" Kata mbok Darmi saya di suruh mengambil koper Aden dan non yang mau di bawa ke Bogor besok pagi, mau saya masukin bagasi," ucap mang Ujang.
" Oh ya mang, minta mbok Darmi nunjukin tempatnya ya," ujar Keyla.
" Baik non Keyla, kalau begitu saya permisi dulu," ucap mang Ujang.
" Iya mang, silahkan," ucap keenan.
Setelah mang Ujang ke belakang dan menemui mbok Darmi mereka meneruskan perbincangan mereka lagi.
" Ngomong ngomong kalian ada acara apa di Bogor, sampai bawa koper segala," ucap Tante Hanum.
" Kita mau nengok Oma, dan sekalian mau ketemu mama papa, Tante. Kita sudah kangen sama mereka," ucap Keyla.
" Kalian bawa mobil sendiri ...?" tanya Reyhan.
" Kita bawa mang Ujang buat nganterin kita ke sana. Sebenarnya aku bisa bawa mobil sendiri, tapi kan karena masih lima belas tahun jadi belum bisa bikin SIM kak," ujar Keenan.
__ADS_1
Reyhan pun berpikir.
" Besok kan week end, lagian nggak ada jadwal meeting sampai hari Rabu kenapa nggak aku saja yang nganterin mereka," batin Reyhan.
" Bagaimana kalau aku saja yang nganterin kalian. Kebetulan sampai dengan hari Rabu kak Rey nggak ada jadwal meeting," tawar Reyhan.
" Nggak usah kak, nanti malah jadi ngerepotin kakak," ujar Keenan.
" Biar kalian di antar Reyhan, sekalian Om juga mau ikut ke sana biar bisa ketemu papa kamu," ucap om Bramantyo.
" Baiklah kalau kalian memaksa, kita terima dengan lapang dada," ucap keenan.
Keyla yang dari tadi pergi ke dapur menemui mbok Darmi dan mbok Sri untuk menata masakan di meja makan sudah kembali ke ruang tamu.
" Kalian itu persis orang tua kalian. Tapi apa tidak menggangu makan malam kalian kalau kami ikut makan malam di sini," ucap Tante Hanum.
" Nggak sama sekali Tante, malah Keenan dan Keyla seneng, berasa mama dan papa ada di sini makan malam bareng kita," ucap keenan.
" Baiklah, kami nggak akan nolak rejeki biar nggak jadi pamali," ujar om Bramantyo.
Mereka pun akhirnya makan malam bersama dan Keenan juga Keyla begitu bahagia serasa ada mama dan papa mereka ada di sana.
Setelah makan malam, om Bramantyo sekeluarga pun pamit pulang karena anak perempuan mereka sendirian di rumah.
__ADS_1
" Karena sudah kenyang, maka kami pamit pulang dulu, dan besok pagi kami kesini lagi, untuk mengantar kalian ke Bogor," ucap om Bramantyo.
" Keenan, Keyla kak Rey pamit dulu, sampai jumpa besok pagi," ucap Reyhan.
Akhirnya keluarga Bramantyo pun meninggalkan kediaman Keenan dan Keyla.
Dan Keenan juga Keyla segera masuk ke rumah untuk istirahat agar tidak terlambat bangun pagi.
" Oh ya Key, pesanan mama sama papa sudah kamu masukin koper apa belum ?" tanya Keenan.
" Sudah, bang ke tenang saja Keyla Miss Agenda nggak bakalan lupa," ucap Keyla.
" Ya udah, istirahat sana bangun pagi juga harus kamu masukin agenda biar nggak lupa," ujar Keenan.
" Oke lah kalau begitu bang ke, selamat beristirahat," ucap Keyla
Mereka pun menuju kamar mereka masing masing untuk beristirahat karena besok harus bangun pagi untuk berangkat ke Bogor.
Keesokan harinya, om Bramantyo dan juga Reyhan pagi pagi sekali sudah berada di rumah Keenan dan Keyla karena mereka akan ikut ke Bogor juga untuk bertemu Damar sekeluarga.
" Apa kalian sudah siap semua. Kalau sudah kita langsung berangkat saja takutnya perjalanan akan lebih lama, biasanya kalau week end pasti macet," ucap Reyhan.
" Siap kak Rey," ucap keenan.
__ADS_1
" Mama Papa ...., I am coming," ucap Keyla.