Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Episode 83


__ADS_3

" Kalau kepedulian kita sudah tidak di hargai ..., menjauh dan menjaga jarak itu lebih baik daripada kita sakit hati "


*


*


*


*


*


Setelah mereka selesai melakukan pergulatan panjang akhirnya merekapun selesai dan bergegas untuk melaksanakan aktivitas selanjutnya.


" Sayang sebenarnya ada hal yang ingin aku sampaikan tapi mungkin agak sedikit di luar urusan kita," ucap Reyhan.


Keyla pun sedikit penasaran tentang apa yang akan disampaikan Reyhan suaminya meskipun itu sebenarnya bukan urusan mereka berdua.


" Kak Rey ngomong aja ..., mungkin aku bisa jadi pendengar yang baik," Keyla berusaha menutupi rasa ingin taunya.


Reyhan sangat enggan menyampaikannya karena ini berurusan tentang teman lamanya yang sudah sempat penipuannya dan membuat perusahaannya hampir diambang kebangkrutan.


" Sayang ..., waktu aku ke luar kota aku ketemu sama si Bagas teman lamaku yang dulu pernah membuat bisnis ku di ambang kebangkrutan dan dia minta bantuan padaku untuk menanamkan saham lagi di perusahaannya. Tapi masalahnya aku sudah terlanjur tidak percaya ..., menurut pendapat kamu gimana sayang," Ujar Reyhan.


" Begini kak Rey ..., kalau memang kakak sudah nggak percaya lagi, kenapa kakak ragu ?" Keyla cukup heran dengan sikap Reyhan yang biasanya sangat tegas dalam urusan bisnis dengan siapapun itu.


Reyhan menghela nafasnya dan sangat terlihat jelas ada keraguan di matanya.

__ADS_1


" Aku memang sudah tidak percaya lagi padanya tapi saat aku melihat anak dan istrinya aku merasa iba. Karena perusahaannya gulung tikar dan sekarang mereka hidup di kontrakan sederhana. Di satu sisi aku cukup kecewa dengan apa yang sudah dia lakukan dulu padaku tapi di sisi lain hatiku merasa tergerak untuk membantunya," ujar Reyhan.


Reyhan tau kalau dari kecil Keyla dan Kenan sudah terbiasa membantu orang tanpa melihat apakah dia saudara, sahabat atau bahkan orang yang bukan siapa siapa buat mereka.


Tapi mereka selalu membantu disaat ada yang kesusahan. Dengan catatan tidak memanjakan orang yang mereka bantu.


" Suamiku sayang ..., membantu orang itu nggak ada batasan. Dia siapa itu nggak penting ..., tapi kita juga harus tau latar belakang orang yang kita bantu, kalau itu ada hubungannya dengan hubungan bisnis. Dan kalau yang kita bantu orang orang yang kekurangan ..., kita jangan memanjakan mereka dengan hanya memberikan bantuan secara cuma-cuma," ujar Keyla.


Reyhan pun termenung dan berpikir tentang perkataan Keyla istrinya.


" Maksudnya apa ya ...., boleh suamimu yang tampan ini tau soalnya masih belum paham sayang," Reyhan menggoda istrinya yang kelihatannya sangat tau kalau suaminya itu sedang menggodanya dan pura pura tidak tau dengan apa yang dia katakan.


" Maksudnya kita bina orang orang yang kesusahan dengan memberikan ketrampilan atau kita beri bekal ilmu pengetahuan tentang dagang dan ilmu yang bisa membuat mereka mengubah mindset mereka untuk menjadi pekerja keras sehingga bisa mendapatkan penghasilan sendiri nantinya. Begitu suamiku sayang ....," Keyla mencubit hidung suaminya yang mancung dan mencium pipinya.


" Itu berarti aku nggak apa-apa dong bantuin si Bagas ..., meskipun dulu dia sudah mengkhianati dalam hal bisnis," Reyhan menekankan perkataannya.


" Setiap orang berhak di berikan kesempatan kedua ..., dan hanya Allah SWT yang bisa membolak balikkan hati manusia. Kita nggak boleh berprasangka buruk ..., waspada boleh curiga jangan dong ...., oke sayang," Keyla memang bukan seorang pendendam tapi dia akan menjaga jarak dari orang orang yang belum terlalu dia kenal dan hanya akan bersikap sewajarnya dan seperlunya saja.


" Lembut sekali hati kamu Keyla, terkadang aku malu dengan umurku yang jauh lebih tua darinya tetapi pola pikirnya tidak seperti Keyla yang begitu dewasa dan bijaksana," batin Reyhan.


" Sayang ..., kok malah bengong dan ngeliatin aku gitu. Aku tau ...., istri kamu itu cantik, baik dan pengertian lagi," Keyla memuji dirinya sendiri di depan suaminya.


" Istriku yang cantik ini memang paling bisa ya bikin aku semakin cinta setiap saat setiap waktu dan setiap hari. Makasih sayang ..., sudah mau menjadi istriku, pendamping hidupku dan partner yang luar biasa untukku," Reyhan mencium kening Keyla dan mengusap pucuk kepala Keyla istrinya.


" Sayang ...., kok cuma cium kening. Nanti yang lain bisa cemburu loh," Keyla memang paling bisa membuat sang suami menjadi lebih menyayangi dan mencintainya.


" Ceritanya ..., kamu minta lebih. Boleh ..., dengan senang hati dan pastinya suamimu yang tampan ini sangat ikhlas kok memberikan nya," Reyhan balik menggoda sang istri yang dengan cepat kilat melarikan diri dari suaminya. Karena dia tau kalau suaminya pasti akan membawanya ke atas ranjang.

__ADS_1


Begitulah Keyla dan Reyhan ..., meskipun mereka kadang berselisih paham tapi itu tidak akan bertahan sampai berjam jam. Karena setiap ada perselisihan mereka akan bicara dari hati ke hati untuk segera menyelesaikan masalah mereka.


" Sekarang kamu bisa lolos ..., awas saja nanti, kamu pasti nggak akan bisa lolos dari pelukan ku," Reyhan hanya tertawa melihat kelakuan sang istri yang sangat suka menggodanya.


Karena kehebohannya Reyhan dan Keyla mereka tidak menyadari kalau ada tamu yang sudah menunggu mereka di depan rumah mereka.


" Sepertinya ada tamu di depan .. , siapa ya jam segini masih mau bertamu ke rumah," batin Reyhan.


Reyhan pun menuju ke depan dan membukakan pintu untuk tamunya. Reyhan melihat ada seorang laki-laki yang mungkin seumuran dengannya dengan perawakan kurus dan sedikit kusam.


" Maaf ..., Anda siapa dan mencari siapa ?" Reyhan pun bertanya pada sang tamu dan betapa terkejutnya setelah melihat tamu yang datang ke rumahnya.


" Ya Allah ..., Bagas dari mana kamu tau rumahku, dan untuk apa kamu datang ke rumahku ?" Reyhan yang biasanya sangat santun tiba tiba menjadi naik darah melihat kedatangan Bagas teman yang dulu sangat dia percaya.


Keyla yang mendengar kegaduhan di depan rumahnya bergegas mendatangi sang suami yang sedang berdebat dengan seseorang.


" Sayang ..., ada tamu kok nggak disuruh masuk," Keyla mencoba meredakan kemarahan sang suami yang sangat jarang dia lihat bahkan hampir tidak pernah seperti yang dia lihat saat ini.


Reyhan pun menyuruh Bagas untuk masuk dan mereka duduk berhadapan di ruang tamu.


" Katakan saja ..., nggak usah pakai basa basi tentang maksud dan kedatangan kamu ke rumahku," Reyhan sedikit menurunkan nada bicaranya setelah Keyla mengusap bahunya.


" Maafkan aku Rey ..., aku tau kalau aku tidak pantas menemui kamu karena kesalahan yang pernah aku lakukan dulu tapi aku mohon tolong bantu aku ...., demi anak dan istriku. Mereka tidak bersalah ..., akulah yang salah karena sangat tamak dan serakah sehingga membuat anak dan istriku sengsara," Bagas memohon pada Reyhan untuk membantunya.


" Sekarang aku belum bisa memutuskan apapun tapi Insyaallah besok aku akan mengabari kamu tentang keputusan aku. Dan jangan menjadikan anak dan istri kamu sebagai alat untuk meminta belas kasihan dari orang lain termasuk aku," Sebenarnya Reyhan sangat ingin membantu tapi dia ingin melihat bagaimana Bagas menjalankan toko kelontong kecilnya yang mungkin penghasilannya jauh dari cukup untuk menghidupi istri dan kedua anaknya yang masih balita.


" Baiklah ... , aku tunggu jawaban dari kamu besok. Sekali lagi aku memohon ..., maafkan aku atas semua kesalahanku yang dulu. Sekarang aku sudah menerima hukuman dari apa yang pernah aku lakukan dulu.

__ADS_1


__ADS_2