
Tepat jam tujuh kurang seperempat Keenan dan Keyla sampai di sekolah.
Teman temannya yang dulu suka sekali menghina dan merendahkan mereka pun tiba tiba berubah seratus delapan puluh derajat menjadi ramah bahkan terkesan berlebihan.
" Wah wah wah, ada apa dengan kalian biasanya kalian paling sibuk menghina dan merendahkan kita sekarang tiba tiba menjadi sangat ramah dan baik pada kita," ucap Keenan.
" Tapi sayangnya kita bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang pura pura baik,' ucap Keyla.
" Mereka takut di keluarkan dari sekolah Keen, apalagi setelah mereka tau bokap lu penanam saham terbesar di sekolah ini dan lebih kaya dari bokap mereka," ucap Riko yang tiba-tiba muncul dan menghampiri Keenan dan Keyla.
Seketika yang merasa berpura pura baik pada kern dan Keyla pun mukanya puas pucat pasi.
" Maaf kan kami Keyla dan juga Keenan yang sudah sangat keterlaluan dan melebihi batas, tapi kami sungguh sungguh menyesal," ucap salah satu siswa yang sering menghina dan merendahkan mereka.
" Sudahlah Kak maafkan mereka, beri mereka kesempatan untuk menjadi orang baik, kalau pun dari mereka ada yang berpura pura itu urusan mereka," bujuk Keyla.
Akhirnya Keenan pun memaafkan mereka, dan bergegas meninggalkan mereka menuju kelasnya.
" Oh ya Rik, ngomong ngomong siapa yang ngasih tau identitas ku pada siswa siswa nggak punya akhlak itu," tanya Keenan.
" Nggak tau juga, tadi pas aku datang mereka sudah seperti biasa ghibah di depan kelas tentang lu yang katanya anak orang nomer satu di kota ini," jawab Riko.
" Aku sih sebenarnya bodoh amat dengan apapun yang mereka lakukan selama tidak mengarah ke hal hal kriminal, atau kekerasan," ucap Keenan.
" Iya juga, ngapain kita membanggakan kekayaan orang tua kita, lha kita kan hanya anak dari orang kaya apanya yang di banggakan," ucap Riko.
__ADS_1
Keenan dan Riko pun masuk kedalam kelasnya dan segera menyiapkan tugas yang harus dikumpulkan di pelajaran jam pertama.
Sementara di kelas Keyla, teman temannya pada heboh membicarakan kekayaan papanya Keyla.
" Nih, dengerin ternyata papanya Keyla orang terkaya di kota ini, tapi sikap nya seperti orang miskin dan nggak ada tampang orang kaya,"
" Kamu dengar nggak key, apa yang mereka bicarakan," tanya Rara.
" Pasti denger lah Ra, aku kan nggak tuli pendengaran ku masih sangat jelas," ucap Keyla.
" Pura pura nggak denger aja Ra, bagi ku teman yang tulus itu bisa menerima kita apa adanya bukan ada apanya," lanjut Keyla.
Jam pelajaran pun dimulai, semua siswa mengikuti pelajaran dengan tenang dan memang di sekolah Keyla semua siswa memiliki kecerdasan di atas rata-rata.
Bel tanda istirahat pertama pun berbunyi, siswa siswi berhamburan keluar kelas dengan tujuannya masing-masing. Ada yang ke perpustakaan, ada yang ke toilet dan lebih banyak lagi ke kantin sekolah.
Keenan menghampiri adiknya yang sedang duduk manis di kantin sekolah hanya untuk makan siomay kesukaannya.
" Jangan terlalu sering makan pedas, kalau sakit perut baru tau rasa," Keenan memperingatkan Keyla.
" I see brother, aku baik baik saja lagian siomaynya nggak pedas banget, hanya sedikit pedas masih level aman kak," ujar Keyla.
" Ya udah kakak ke kelas dulu, nanti kalau sudah selesai makan langsung balik ke kelas nggak usah pakai ghibah dulu," pesan Keenan.
" Siap brother, aku lagi nungguin Rara dulu sebentar," ucap Keyla.
__ADS_1
" Keyla kakak kembar kamu kalau ngomong seperlunya saja, nggak ada cerah cerahnya itu muka," kata Rara.
Keyla langsung memberikan kode agar Rara nggak meneruskan kalimatnya, karena kakaknya sudah berpesan agar jangan ghibah Mulu.
" Kita ke kelas saja lagian jam pelajaran akan segera di mulai," Keyla dan Rara pun segera ke kelas mereka.
Setelah pelajaran usai Keenan dan Keyla pun menuju tempat parkir di mana sepeda mereka parkir di sana di dekat mobil mobil mewah yang menjemput anak majikan mereka.
" Rara, ..., Riko kita pulang dulu ya. Kalian masih nunggu jemputan ?" tanya Keenan.
" Iya sebentar lagi juga datang, pulanglah dulu nggak usah nungguin kita," ucap Riko.
Kemudian Keenan dan Keyla pun meninggalkan kedua temannya dan segera pulang.
" Kak, kenapa sih aku nggak boleh lama lama di kantin, padahal aku banyak dapat informasi di sana," ucap Keyla.
" Sini sebentar kita istirahat dulu," titah Keenan.
" Ngapain dengerin orang ghibah, nggak ada faedahnya sama sekali," ujar Keenan.
" Tapi kak, Keyla kan nggak ikutan ghibah cuma dengerin aja," sangkal Keyla.
" Sama saja dodol," Keenan menyentil jidat adiknya.
" Apapun alasannya yang kakak tau yang namanya ghibah itu nggak baik, iya kalau yang di omongin bener kalau nggak kan jadinya fitnah," lanjut Keenan.
__ADS_1