
Tahun ini genap sepuluh tahun usia pernikahan Damar dan Dinda Gesit. Dan Keenan juga Keyla pun tumbuh menjadi anak yang selalu menjadi kebanggaan orang tuanya dengan prestasi prestasi mereka baik di bidang akademik maupun bidang lain.
Di usia delapan tahun twins K sekarang duduk di bangku SMP, dan mereka merupakan siswa siswi termuda di sekolahnya.
Twins K sangat peduli dengan orang-orang di sekitarnya yang kekurangan, sama seperti kedua orang tuanya, twins K membantu dengan tidak memanjakan orang orang yang mereka bantu.
" Pak Yanto, bagaimana kondisi bapak dan keluarga ..., saya harap sekarang pak Yanto sekeluarga hidupnya lebih baik," Keenan memberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga sehingga tidak memberatkan di peminjam.
" Terima kasih nak, lantaran nak Keenan saya bisa memiliki warung sederhana dan Alhamdulillah hidup kami sekeluarga sekarang menjadi lebih baik,"
" Sama sama pak Yanto ...., semoga berkah ya pak, kalo bak Yanto butuh bantuan jangan sungkan sungkan hubungi saya atau adik saya,'
" Kami permisi dulu ...., kami mau ke sekolah dulu ..., semoga dagangannya laris pak, " Keenan dan Keyla melanjutkan mengayuh sepeda mereka ke sekolah.
Anak anak yang sangat rendah hati dan sederhana walaupun berlimpah harta.
Di sekolah mereka sering di bully teman temannya karena penampilan mereka yang sederhana dan juga tidak di antar jemput pakai mobil.
" Sekolah elit apa apa diukur pakai duit ...., kok bisa ya kak," Keyla pun yang kadang merasa miris curhat ke Kaka kembarnya.
" Bukan sekolahnya yang salah ..., mereka saja yang otaknya picik ..., memangnya harta siapa yang mereka banggakan ...," ujar Keenan.
__ADS_1
" Harta siapa lagi ..., kalo bukan milik orang tuanya," Keyla menimpali ucapan kakaknya.
Sepeda Keenan dan Keyla dari bodynya memang seperti sepeda lipat pada umumnya, tapi mereka sudah memodifikasi dengan sistem keamanan khusus agar teman temannya yang membully tidak bisa merusak bahkan menyentuh sepedanya.
" Ayo key buruan..., sebentar lagi masuk,'' Keenan mengajak adiknya untuk jalan lebih cepat.
" Gak usah di antar sampai kelas kak ..., nanti kakak terlambat," ujar Keyla.
" Masuklah ..., kakak gak akan terlambat," Keenan menyuruh adiknya masuk ke kelasnya dulu baru Keenan menuju kelasnya.
Keenan dan Keyla tidak satu kelas , itu permintaan mereka pada sang Papa pada saat mendaftarkan mereka di sekolahan elit itu.
" Pagi Keenan ..., si miskin yang belagu," ucap salah satu teman Keenan dengan kalimat menghina.
Keenan pun hanya tersenyum menanggapi ulah temannya.
Tidak ingin ribut apalagi dengan teman temannya ..., itulah alasan Keenan.
Bagi Keenan dan Keyla, mereka berbicara buruk dan cenderung tidak sopan itu urusan mereka, yang penting Twins K tidak memulai atau menanggapi drama dengan mereka.
" Oh ya Key ..., kamu dan kakak kamu kan genius kenapa gak sekolah yang khusus anak anak genius," ujar Rara teman satu bangkunya.
__ADS_1
" Siapa bilang kami genius , kami hanya kebetulan saja bisa mengerjakan soal soal yang diberikan pada kami," ucap Keyla merendah.
" Gak ada orang yang bodoh ..., yang ada orang yang gak mau belajar," lanjut Keyla.
" Mereka bilang kalo aku itu bodoh ..., kamu kan pernah dengar sendiri Key," Rara begitu sedih mendengar ejekan teman-temannya.
" Logikanya kalo kita udah pinter udah mumpuni ilmunya ..., ngapain coba kita sekolah, sekarang Keyla pengin tau tujuan kamu sekolah untuk apa?"
" Mencari ilmu lah masa cari musuh...," Rara menjawab sambil menepuk pundak Keyla.
Keyla pun tersenyum mendengar jawaban Rara, umurnya jauh lebih tua dari Keyla, tapi masih kekanak-kanakan.
" Jadi kejarlah tujuanmu ..., belajar lebih giat. pisau aja kalo diasah terus pasti jadi lebih tajam. Kita juga sama ...," ujar Keyla
" Semangat ..., " Keyla dan Rara bersamaan.
Mereka berdua pun tertawa tanpa menghiraukan tatapan teman temannya yang lain.
" Si miskin, ..., si culun ..., "
" Berisik tau ...," teriak Caca dengan sarkas.
__ADS_1