
Gesit memeluk Bu Dewi, rasa syukur tak terhingga atas perubahan sikap Bu Dewi yang begitu cepat, karena Gesit dari awal melihat Bu Dewi, merasa kalo Bu Dewi bukan bisu, hanya tidak mau mengeluarkan suara untuk berbicara. karena protes dengan kejadian yang menimpanya yang membuat beliau kehilangan orang yang sangat dicintainya, ya lebih tepatnya karena rasa kehilangan yang mendalam.
"ibu, pasti Gesit akan selalu berdo agar ibu diberikan yang terbaik,"
Dan tiba tiba. Bu Dewi bergumam, lirih sekali tapi masih terdengar olek Gesit.
"Damar maafkan ibu," gumam Bu Dewi.
"Gesit, ke Damar," lirih Bu Dewi
Gesit pun mengantar Bu Dewi ke kamarnya Damar, dan mengetuk pintu kamarnya.
To tok tok, Gesit mengetuk pintu kamar Damar.
"Mas Damar, boleh kami masuk,"
Damar membuka pintu kamarnya. Dan terkejut ada dua bidadari di depan kamarnya.
" Kami tidak di suruh masuk nih," tegur Gesit.
"Ah, iya masuklah, ayo Bu," ajak Damar.
Gesit merasa tidak dipersilahkan masuk hanya diam di tempat.
"Si Gesit, kamu juga masuk, kamu kan Aspri nya ibu,"
Ibu nya damar tertawa kecil melihat kelakuan Gesit dan Damar.
__ADS_1
"Ada apa gerangan, dua bidadari beda usia ini singgah di peraduan pria paling tampan seantero istana ini," canda Damar
"Dasar Narsis, lebay," gumam Gesit.
"Mulutmu sungguh Gesit mengumpat ku,," timpal Damar.
Ibunya Damar, sampai gemes melihat tom and Jerry yang sedang berdebat di depan matanya.
"Sudah, ibu mau ngomong sama Damar," lirih Bu Dewi.
Damar yang samar samar mendengan suara ibunya, langsung bersujud.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah,"Engkau telah mengabulkan doaku," lirih Danar berucap syukur atas kembalinya suara ibunya.
"Maaf kan ibu, Damar, ibu buat kamu sedih selama ini," lirih Bu Dewi berusaha bicara.
"Ibu tau, Damar sangat bersyukur sekali dan tentunya sangat bahagia bisa mendengar suara ibu kembali," ucap Damar dengan antusias.
Gesit yang dari tadi melihat adegan ibu dan anak merasa terharu sehingga Gesit sedikit teringat kembali kebersamaan dengan keluarganya dulu.
"Kok Gesit dicuekin,"
Pletak, Damar menyentil kening nya gesit.
"Astaghfirullah, sakit atuh mas Damar," ucap Gesit sambil mengelus keningnya sendiri.
"Siapa suruh, mengacaukan drama kebahagiaan ku," ucap Damar karena merasa kesal pada Si Gesit nya.
__ADS_1
"Damar, ibu mau istirahat dulu," lirih Bu Dewi pamit mau kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
"Baiklah, ibu istirahatlah jangan terlalu dipaksakan latihan bicaranya, pelan pelan saja," titah Damar.
Ibunya pun mengelus punggung Damar dan mengangguk.
"ya, pasti ," lirih ibunya Damar.sambil berjalan menuju kamarnya.
"Gesit juga pamit mau bantu mbok Darmi, di dapur,"
"Terima kasih Gesit, ibuku sudah kembali," ucap Damar.
"Jangan berterima kasih padaku, berterima kasihlah pada Allah, dan pada ibu mas Damar yang sudah mau ikhlas menerima ketentuan dari Allah, dan ibu begitu karena rasa kehilangan orang yang paling ibu cintai, dan sekarang ibu sudah ikhlas,"ujar Gesit.
"Ibu sudah keluar dari kamar mas Damar, Gesit juga harus keluar, kalo laki laki dan perempuan yang bukan berdua dua, yang ketiganya adalah setan,"ucap Gesit
"Bagaimana jika mas Damar mau halalkan Si Gesit ,"goda Damar.
"Jangan ngomong gitu mas, nanti Gesit baper beneran," ucap Gesit.
"Tapi halalnya di MUI dulu ya," canda Damar.
"Memang nya Gesit produk makanan,"
"Kalo beneran ke KUA Si Gesit nya mas Damar mau gak?"teriak Damar menggoda Gesit yang sudah berjalan menuruni tangga menuju dapur.
"Jangan bercanda mas," Gesit mengingatkan Damar.
__ADS_1