
Setelah bercengkrama sebentar dengan kedua orang tuanya, Keenan dan Keyla pun bergegas ke ruang belajarnya mereka, untuk mengerjakan tugas tugas sekolahnya.
Sikap mandiri kedua anaknya, kadang membuat Damar dan istrinya merindukan saat anak anaknya bersikap manja pada mereka, seperti anak anak pada umumnya.
" Sayang, aku rasa Keenan dan Keyla terlalu mandiri untuk anak anak seusianya. Terkadang aku merasa iri, dengan anak anak teman temannya mas Damar yang masih manja dan kekanak-kanakan,"
" Iya juga sih, mas pikir juga seperti itu, "
" Bahkan kadang, mereka satu langkah di depan kita dalam mencari solusi kalo ada masalah," lanjut Dinda Gesit.
Damar dan istrinya memang sedikit khawatir, tapi di sisi lain ..., melihat bagaimana Keenan dan Keyla bisa bersosialisasi dengan orang orang di lingkungan rumahnya, di lingkungan sekolahnya, bahkan dengan orang orang yang mereka temui di sepanjang jalan menuju sekolahnya, membuat Damar dan istrinya tenang.
Saat makan malam, setelah Dinda Gesit mengambilkan makanan untuk suaminya, dia berniat mengambilkan untuk kedua anaknya.
" Mama Keenan sudah besar, biar Keenan ambi sendiri saja ..., " Keenan pun keberatan saat mamanya mau mengambilkan makanan untuk nya.
" Keyla juga bisa ambil sendiri ..., Keyla gak mau ngerepotin mama, Keyla juga sudah
besar, "
Damar yang melihat istrinya sedih, langsung memberi pengertian pada anak anaknya.
" Nak ..., sesekali mama kalian juga ingin memanjakan kalian, ..., biarkan mana kalian melakukannya," Damar mengedipkan matanya pada kedua anaknya.
__ADS_1
" Baiklah ..." Keenan dan Keyla bersamaan.
Dengan senang hati sang mama mengambilkan makanan untuk Keenan dan Keyla anak kembarnya.
" Terima kasih Mamaku yang cantik ..., " ucap Keenan.
" Terima kasih juga Ma ..., I Love You," ucap Keyla.
" I Love You More ..., Anak anakku," ucap sang mama.
Melihat istrinya tersenyum bahagia, Damar pun sangat gembira. Damar sangat bersyukur karena tidak semua orang bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga.
Setelah makan malam, mereka tidak langsung tidur, melainkan berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar bertukar cerita tentang aktivitas mereka hari ini sesekali di selingi dengan candaan mereka.
" Dan kamu ..., Keenan. Ayolah jangan terlalu kaku ..., sesekali bacalah cerita cerita lucu atau tonton acara komedi di televisi, biar muka kamu sedikit lentur. tidak kaku," Damar menepuk pundak Keenan sambil berlalu menyusul istrinya ke kamar.
" Tuh dengerin Papa ngomong ..., dasar kulkas enam pintu ..., " Sembari berlari Keyla mengejek sang kakak.
" Keyla ..., awas saja ya ..., beraninya kamu mengejek aku,". Keenan pun berlari mengejar adik kembarnya.
Mereka pun akhirnya beristirahat karena memang mereka sudah lelah setelah melakukan rutinitas mereka dari lagi sampai sore.
Di kamar utama.
__ADS_1
" Sayang kamu belum tidur ..., katanya tadi capek mau istirahat dulu, " ujar Damar.
" Setelah mandi air hangat yang dikasih aroma terapi ..., badanku rasanya jadi lebih rileks dan lebih segar ...," ucap sang istri.
Damar pun memeluk istrinya yang baru saja selesai mandi dan mencium leher istrinya menghirup aroma wangi tubuh istrinya.
" Sayang aku mau pakai baju dulu ...," rengek istrinya.
Tapi Damar seolah tidak peduli .., dan terus saja menciumi leher istrinya dan meninggalkan tanda kepemilikan nya di sana.
Membuat sang istri mengeluarkan suara indahnya.
Hal itu semakin membuat Damar terbakar gairah.
" Setiap malam aku merindukan sentuhan mu yang mey aku terbang ke nirwana suamiku .., suamiku," lirih sang istri.
" Istriku sayang kamu adalah candu ku, dan setiap malam aku selalu ingin menuntaskan hasratku pada padamu ...," Damar semakin bergairah dan menyentuh tubuh istrinya setiap inci dengan lembut.
" Lakukanlah sayang ..., aku juga menginginkannya ...,"
Malam yang penuh gairah sepasang suami istri menuntaskan hasrat mereka dengan pergulatan panas yang membuat mereka berdua merasakan kenikmatan surga dunia sebuah ikatan pernikahan,
.
__ADS_1