Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Membantu Bukan Memanjakan


__ADS_3

"Mbok Darmi, saya ke kamar dulu, mau ngecek mas Damar dan twin K, sudah bangun apa belum, tolong makanan untuk sarapan disiapkan," titah Gesit.


"Baik Nyonya," Mbok Darmi kemudian menata makanan di meja makan.


Gesit membuka pintu kamarnya, sambil menghela nafas, melihat pemandangan di depan matanya.


"Mas, bangun sudah jam enam mandi dulu. Handuk, air hangat sudah aku siapkan,"


"Baju kerja, dan juga dalaman sudah aku siapkan juga, cepetan bangun sayang, kalo sudah beres turunlah, sarapan sudah siap," lanjut Gesit.


"Selalu saja seperti ini, untung cinta," gumam Gesit.


Kemudian Gesit menghampiri kamar twins K, dan mereka sudah bangun dan sudah asik dengan puzzle mereka.


"Come on my twins, mandi dulu terus turun, sarapan sudah siap, ada ayam goreng dan sayur bayam kesukaan kalian,"


Drama pagi menjadi rutinitas di kediaman Damar, walaupun terkadang gesit capek dan kesel dengan kelakuan suami dan juga anak anaknya, tapi Gesit bahagia menikmati perannya.


Mereka pun akhirnya turun dari kamar mereka, kemudian sarapan pagi bersama.

__ADS_1


"Oh ya istriku sayang, hari ini kamu dan twins K diantar pak Ujang, mas ada janji sama klien jam setengah delapan,"


"Baiklah, kami patuhi titah suamiku, bukan begitu twins K," ujar Gesit.


"Jagoan dan bidadari imutnya papa, papa berangkat dulu, ingat jagain mama kalian," titah Damar.


"Oke papa, papa hati hati di jalan , mama bilang sebelum ke luar rumah harus doa dulu, biar Allah melindungi kita," ucap Key gadis kecilnya Damar.


"Terima kasih Key sayang, sudah mengingatkan papamu yang super tampan ini,"


"Assalamu'alaikum ....,"


Damar pun berangkat lebih awal, karena ada meeting pagi dengan salah satu kolega nya.


Twins K, diantar pak Udin supir keluarga Damar ke sekolahnya.


Untuk anak anak seusianya, memang mereka seolah di taman TK, tapi sebenarnya twins K bosan dengan pelajaran di sana.


"Mama paham, kalian tidak nyaman bersekolah di TK, tapi kalian tetaplah anak anak yang usianya masih balita, nanti kalo sudah SD dan. tingkat selanjutnya kalian boleh loncat kelas," Gesit menasehati anak anaknya.

__ADS_1


"Masuklah, nanti kalian terlambat,' titah Gesit pada anak anaknya.


Setelah mengantar anak anaknya ke sekolah, Gesit pun kembali pada buku bukunya, dan laptopnya.


Diam diam Gesit selalu memantau sistem keamanan perusahaan suaminya, dan melindunginya dari pihak pihak yang ingin menjatuhkan perusahaan Damar, tentu saja dia bekerja dengan laptop setianya dan dibantu oleh twins K tentunya, tanpa sepengetahuan Damar.


Damar tau kalo istri dan juga anak anaknya itu punya otak sembilan sembilan, apalagi Damar selalu memantau tumbuh kembang anak anaknya.


Ide, brilian istrinya yang sempat mereka bicarakan, juga sedang jadi bahan pertimbangan Damar.


Sang istri berencana mengadakan pelatihan kerja gratis, untuk penghuni rumah singgah, yang mungkin masih mahasiswa, pekerja serabutan, atau mungkin penghuni rumah singgah tersebut punya pekerjaan tapi gajinya tidak bisa mencukupi kebutuhan nya dan keluarga nya.


Setelah mereka. punya keahlian, terus di beri pinjaman modal tanpa bunga, sistem bisnisnya bagi hasil.


"Sayang, aku hanya pengin, membantu mereka bukan memanjakan mereka," ucap Gesit.


"Maksudnya gimana sayang ?" tanya Damar.


" Kalo cara bantu mereka hanya dengan memberikan santunan, aku yakin mereka tidak akan pernah menggunakan uang itu untuk buka usaha, pasti mereka gunakan hanya untuk mengenyangkan perut mereka," ujar Gesit.

__ADS_1


"Lain halnya, kita latih mereka dengan berbagai keahlian, terus dibantu modal kita bantu cara pemasaran nya, pasti mereka akan jauh lebih baik dalam menggunakan bantuan dari kita," lanjut Gesit.


"Kamu benar sayang, setidaknya mereka pasti punya keinginan untuk hidup lebih layak juga keluarga mereka," Damar sangatlah bersyukur Alloh mengirimkan istri yang pintar, bukan hanya mengurus suami dan anak anaknya tapi juga masih memikirkan nasib orang orang yang kurang beruntung.


__ADS_2