
Keenan dan Keyla sangat menikmati pagi hari yang cerah secerah mentari.
Mereka mengayuh sepedanya dengan santai karena mereka sengaja berangkat lima belas menit lebih awal dari biasanya.
" Kak Keenan, kenapa kita lewat jalan ini, perasaan kalau lewat jalan ini akan sampai lebih cepat, kita kepagian dong kak berangkatnya," ujar Keyla.
" Kakak ada urusan penting sebentar, kamu mau ikut kakak apa mau tunggu di sini," tanya Keenan.
" Ikut aja deh kak, Keyla nggak suka kalau di suruh nunggu," ucap Keyla.
Keyla pun mengikuti sang kakak, meskipun penasaran Keyla berusaha menahan diri untuk tidak bertanya dulu.
" Sebenarnya apa yang kak Keenan cari, kenapa ke tempat seperti ini," batin Keyla.
" Assalamu'alaikum, Permisi apa ada orang di dalam," ucap Keenan.
Keluarlah seorang laki-laki sangar penuh tato di badannya, dan dengan wajah memerah menahan marah.
" Lu anak kecil , ngapain ke rumah gue. Belum puas lu membuat gue hancur, nggak punya antek antek lagi yang nyariin gue uang," ucap si preman.
__ADS_1
" Tenang lah bang, aku ke sini mau nawarin kerja sama, kali aja Abang tertarik," ucap Keenan.
" Abang tau mesin nggak, atau pernah otak atik mesin motor atau mobil," lanjut Keenan.
Sang preman pun berpikir, sebenarnya apa yang ada di otak anak kecil di depannya.
" Sebenarnya apa maksud lu, katakan saja," ucap si preman.
" Gini lho bang, aku ada bengkel kecil kecilan, siapa tau Abang bisa kelola, dari pada Abang malak anak anak kecil suruh nyari duit buat Abang, mending kalau Abang ada keahlian tentang perbengkelan, kelola saja bengkel milik Keenan. Gimana bang," usul Keenan.
" Jangan bohong lu, mana ada anak kecil kayak lu udah punya usaha," ujar si preman nggak percaya.
Keenan pun berpikir bagaimana bisa membuat si preman ini percaya.
Si preman pun hatinya merasa di sentil, dan malu karena selama ini dia kerja memanfaatkan anak anak kecil untuk mengamen mengemis dan sebagainya.
Sementara dua anak kecil di depannya, sudah punya usaha kecil-kecilan, dari kerja kerasnya.
" Baiklah, tapi Abang sudah lama nggak pernah lagi kerja bengkel, jadi Abang mau kursus dulu," ucap si preman.
__ADS_1
" Oke, kalau begitu besok Abang datang ke alamat ini, di sana temen Keenan akan ngajarin Abang," ujar Keenan sambil memberikan alamat di mana si preman bisa dapat pelatihan tentang mesin motor dan mobil.
" Oh ya bang, dari tadi kita belum kenalan. Saya Keenan dan ini adik kembar saya Keyla. Maaf Abang sendiri namanya siapa ?" ucap Keenan.
" Panggil saja Joni, bang Joni," ucap Joni.
" Ini nomer yang bisa bang Joni hubungi kalau ada yang penting, dan ini ada sedikit rejeki buat bang Joni selama masih pelatihan, sampai nanti Abang kelola bengkel selama satu bulan," ucap Keenan.
" Kami pamit bang, mau berangkat ke sekolah dulu, sukses ya bang. Assalamu'alaikum," ucap Keyla.
Bang Joni pun masih belum percaya, jarang sekali anak muda berpikiran dewasa. Sedangkan kenyataan yang baru dia lihat di depannya, sungguh luar biasa.
Anak berseragam SMP masih sangat belia tapi pola pikirnya jauh di atasnya.
" Kak Keenan, kenapa Abang bantu bang Joni, padahal dia kemarin mau membuat kita celaka," ucap Keyla.
" Pada dasarnya setiap manusia punya hati yang baik, kadang keadaan yang merubahnya menjadi jahat," ujar Keenan.
" Dan kejahatan nggak boleh kita balas dengan kejahatan juga," ucap Keyla.
__ADS_1
" Good girl," ucap Keenan mengusap kepala adiknya.
" Let's go, berangkat," ucap Keyla.