Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Ocehan Nggak Berfaedah


__ADS_3

Keenan dan Keyla mengayuh sepedanya dengan semangat empat lima karena hari ini jadwal piket mereka.


Sesampainya di sekolah Keenan dan Keyla menyapa pak satpam yang sedang berjaga.


" Pagi pak Satpam, apa kabar hari ini," ucap Keyla.


" Alhamdulillah baik non Keyla. Non Keyla kelihatannya cerah ceria, lagi bahagia ya non," ujar pak Satpam.


" Harus bahagia dong pak, apapun keadaannya. Ya sudah kita ke kelas dulu pak," pamit Keyla.


" Mari pak Satpam," ucap Keenan.


Keenan dan Keyla pun menuju kelasnya masing masing.


Di kelas Keyla.


" Hai key, pagi amat datangnya. Nggak biasanya," ucap salah satu teman Keyla.


" Kan Keyla hari ini dapat jadwal piket," ucap Keyla sambil membersihkan papan tulis.


" Oh kirain karena kamu di anterin supir papa kamu jadi cepat sampai sekolah," ucap teman Keyla.


" Supir ada mobil ada tapi kita nggak mau jadi anak manja yang bisanya ngabisin harta orang tua dengan bermanja-manja," ucap Keyla.


" Lagian rumah kita dekat dengan sekolah, ngapain pakai di anterin. kecuali kalau rumahnya jauh berkilo-kilo meter," lanjut Keyla.

__ADS_1


" Orang kaya tapi di sok miskin," ucap temannya yang lain.


Rara yang mendengar ucapan salah satu teman sekelasnya pada Keyla hanya tertawa.


" Dari pada orang miskin tapi sok kaya," ucap Rara.


" Kita itu nggak punya apa apa, yang kata itu orang tua kita, untuk apa kita bangga," ucap Rara.


" Sudahlah Ra, sayang mulut kita kalau hanya untuk bicara yang nggak ada faedahnya," ucap Keyla.


Di Kelas Keenan.


Keenan yang sedang bersih bersih dikejutkan dengan kedatangan teman sekelasnya yang sengaja membuang sampah di depannya.


" Kalau aku sih ogah suruh piket bersih bersih kelas bisa alergi nanti," ucap salah satu teman sekelasnya.


" Wah anak orang kaya tapi kelakuan kayak pembokat mau maunya bersih bersih kelas, turun dong derajat kita," ujar salah satu temannya lagi.


" Ya memang benar anak orang kaya, bukan kita yang kaya tapi orang tua kita yang kaya ngapain kita jadi besar kepala. Tanpa orang tua kita, kita itu bukan siapa siapa," ucap Keenan


Ucapan Keenan membuat kedua teman sekelasnya berhenti bicara' dan mengolok-olok dirinya.


" Kecuali Kalian berdikari terus sukses dan jadi orang kaya baru bisa bangga," lanjut Keenan.


" Harusnya kita bikin prestasi yang bisa membuat orang tua kita bangga bukan sensasi yang bikin orang tua kita sakit kepala," ujar Kevin.

__ADS_1


" Katanya anak orang kaya, tapi nggak ada akhlaknya," Riko menyambung ucapan Keenan.


Riko yakin kalau Keenan bukan orang yang bisa di injak injak seenaknya makanya dia hanya memperlihatkan apa yang akan di lakukan oleh teman teman sekelasnya pada Keenan.


" Eh Rik sudah dari tadi, kok nggak kedengarannya suaranya," ucap Keenan.


" Nggak kok, aku baru datang terus lihat kamu lagi ustadz dadakan," ucap Riko.


" Habisnya lama lama aku Gedeg mendengar ocehan mereka yang nggak berfaedah," ucap Keenan.


" Udah tau nggak berfaedah kok di tanggapi," Riko.


Mereka pun tertawa mengingat kekonyolan Keenan yang menanggapi ocehan tidak berfaedah dari teman teman sekelasnya.


" Udah selesai piket nya," tanya Riko.


" Udah lah siapa dulu, Keenan siswa paling tampan dan dermawan," ucap Keenan.


" Tapi sayang kayak beruang kutub selatan," ucap Riko.


" Dasar Riko sialan," timpal Keenan.


" Biarin yang penting Riko ganteng baik hati dan pengertian," ucap Riko.


Mereka pun tertawa lagi karena kekonyolan mereka.-

__ADS_1


__ADS_2