Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Jamuan Makan Malam


__ADS_3

Setelah mengunjungi rumah singgah dan rumah makan gratisnya, Damar dan Gesit kembali pulang ke rumah.


Saat perjalanan pulang , jiwa kepo nya Gesit kambuh lagi, dia sangat ingin tau apa masih ada kejutan yang lain tentang sosok Damar yang kini menjadi Suaminya.


"Sayang, boleh gak aku tanya tanya sedikit," ujar Gesit.


"Hemm,,...,"


"Kok cuma, hemm , sayang"


Melihat istrinya yang penasaran, Damar pun tertawa, dan mengelus pucuk kepala istrinya.


"Sayang, sebenarnya apa sih yang mau kamu kepoin dari suamimu ini," ucap Damar


"Mas cuma mau bilang , kalo kita melakukan sesuatu hal yang baik itu, jangan di umbar umbar," lanjut Damar


"Dan seperti yang mas lakukan tadi, mas ingin membantu mereka yang benar benar membutuhkan, dan mempekerjakan orang yang tadinya tidak punya pekerjaan, tapi mas sendiri tidak mau, kalo sampai mereka tahu mas yang bantu,"


"Mas tau apa yang mau kamu tanyakan, dan mas yakin kamu pun lebih tau jawaban dan alasannya mas,"


"Sekarang kamu sudah mengerti tujuan mas tadi," lanjut Damar.


"Ada bisnis kerja sama, tapi tidak memberatkan, sasaran mas berikutnya, nanti kamu pasti paham, dengan sasaran ke dua yang mas rencanakan,"


"Kamu kan punya Indra ke tujuh," lanjut Damar.

__ADS_1


"Sayang, jangan ada rahasia rahasiaan lagi, aku bisa mati penasaran," ujar Gesit.


"Kapan kapan mas mau dong, sharing sharing tentang rencana mas ke depan,"


"Oke, baiklah,...,"


"Oh ya, sebelum pulang kita ke butik Tante Riska ya, ada yang mas mau beli buat kamu,"


"Mas, baju baju aku yang mas belikan kemarin aja belum aku pakai, kan sayang uangnya bisa buat keperluan lain,"


" Suamimu ini hanya membeli sesuatu yang memang di butuhkan, sayang,"


"Terima kasih,...., tapi sebenarnya aku sedikit keberatan," lirih Gesit tapi Damar masih mendengarnya.


Damar menggelengkan kepalanya, istrinya itu istimewa, kalo perempuan lain, ditawarin baju branded, jalan jalan ke mall, pasti sangatlah senang, tapi istrinya, lain dari pada yang lain.


Mereka pun sampai di butik Tante Riska, kemudian mereka masuk menemui Tante Riska.


"Assalamu'alaikum Tante,''


"Wa'alaikum Salam, ponakan Tante yang cantik dan tampan, apa kabarnya,"


"Alhamdulillah, kabar kami baik Tante," jawab. Damar.


"Tumben kalian mampir ke butik Tante, ada yang bisa Tante bantu?"

__ADS_1


"Aku nyari gamis syar'i, buat istriku yang cantik ini, untuk acara jamuan makan Tante," ujar Damar.


"Ayo ikut Tante, nanti kita coba beberapa gamis, pilih mana yang nyaman dan pas dipakainya,"


Sesudah memilih satu gamis yang dirasa cocok untuk acara jamuan makan malam, mereka pun kembali pulang ke rumahnya untuk persiapan menghadiri acara jamuan makan malam.


"Sayang, aku sudah siap, maafkan aku membuat mas, menunggu lama," ujar Gesit.


Damar begitu terpesona melihat penampilan istrinya.


"Coba kalo tidak ada acara, kamu udah mas makan,"batin Damar.


Setelah siap, mereka pun berangkat menghadiri undangan makan malam.


Sesampainya di tempat acara,. sudah banyak tamu undangan yang datang.


"Pak Damar selamat datang, wah istri pak Damar cantik sekali," ucap salah satu kolega bisnisnya Damar.


"Terima kasih Pak Romi," kata Damar.


Dan istrinya, hanya tersenyum dan mengatupkan kedua tangannya di dada , sambil sedikit membungkuk.


"Wah rupanya pengusaha miskin, tapi juga ajaibnya selalu dapat tender besar," salah satu kolega Damar dengan nada menghina.


" Terima kasih Tuan Prima, atas pujiannya," Ucap Damar sambil tersenyum, dan tetap tenang, tanpa terpancing emosi oleh ucapan rekan koleganya yang sangat menjengkelkan.

__ADS_1


"Astaghfirullah, apa memang begini, kalo para pebisnis berkumpul, ada pujian. dan banyak pula sindiran," batin Gesit.


Tapi Gesit, tetap diam tanpa menimpali umpatan dan sindiran yang dilontarkan oleh kolega suaminya, karena sebelum ketempat acara suaminya sudah mewanti-wanti, untuk tetap tenang dan diam apapun yang terjadi .


__ADS_2