
" Banyak banyak bersyukur ..., maka hidup kita akan lebih bahagia. Dan bersabar itu bukan berarti kita tidak melakukan apapun tapi tetap bekerja keras lalu menyerahkan segalanya pada Allah "
*
*
*
*
*
" Iya ..., harusnya gue kelar kuliah itu tahun depan. Tapi buku memo yang ketinggalan di apartemen membuat gue bisa selesai dengan lebih cepat dari perkiraan gue. Dan gue ke sini untuk mengembalikan ini pada pemiliknya yaitu lu," Arman pun mengembalikan buku memo yang ketinggalan di apartemen yang disewa Bara dan Arman saat tinggal di Jepang.
" Yah ..., lu jadi tau Jimat gue. Padahal itu nggak boleh jadi konsumsi publik. Takutnya gue di kira ria ...., sok alim dan sok pintar," Keenan menerima sebuah buku catatan kecil milik Keenan yang berisi bagaimana caranya agar setiap mata kuliah bisa cepat nyantol di otak kita.
" Harusnya kalau lu memang punya trik biar cepat kelar kuliahnya ...., bagi bagi dong sama kita kita yang ilmunya pas pasan. Setidaknya biar kita juga nggak terlalu ketinggalan jauh ..., jangan di simpan sendiri," Arman pun menimpali ucapan Keenan yang cenderung merendah dan tidak mau terlihat lebih dari teman temannya.
Keenan hanya tersenyum mendengar ucapan Arman yang sedikit menyindirnya.
" Yah ..., masing-masing orang kan punya cara pandang tersendiri. Pola pikir kita kan juga terkadang tidak sama ..., dan bagi gue tidak semua yang gue tau atau juga kebiasaan yang gue lakukan tidak semua orang harus tau. Gue kan juga punya privasi ..., maaf ya bro. Kalau urusan gue sama yang di atas kan nggak mungkin juga gue publish," Keenan punya alasan tersendiri kenapa dia menyembunyikan buku memo yang memang berisi tentang bagaimana cara dia beribadah dengan sang pencipta sebagai wujud rasa syukurnya pada sang pencipta.
__ADS_1
" Terserah lu dah ..., tapi gue tetep mau berterima kasih karena lu sudah memberikan ilmu yang sangat berharga buat gue. Dan sekarang gue merasa lebih tenang dan optimis dalam menghadapi hidup. Ngomong ngomong gue balik dulu ya,"
" Ayok Arumi ...., kita pulang. Nyokap lu sudah nungguin lu dari tadi ..., bukannya kalian nanti mau balik ke kampung lagi. Soalnya bokap lu udah dari kemarin kemarin minta kalian balik," ucap Arman.
" Baiklah ..., kita pulang sekarang saja takut nanti terlambat dan kemalaman di jalan. Dan ibu juga pasti sudah nungguin aku. Keyla ..., Keenan, aku pulang dulu ya. Terimakasih kasih karena sudah menemani aku ngobrol ngobrol tadi ya Key ..., semoga kamu cepat di kasih momongan ya," Arumi dan Arman pun pergi meninggalkan Keenan dan Keyla untuk segera pulang ke rumah Arman.
Ucapan Arman membuat Keenan penasaran ..., dan dia pun bertanya pada Keyla. Karena kemungkinan Keyla ada sempat ngobrol sama Arumi tentang asal usul Arumi.
" Key key ..., memangnya Arumi nggak tinggal di Jakarta?" Keenan pun bertanya pada Keyla.
" Bang Ke ..., ngapain kamu nanya nanya tentang Arumi. Dan sejak kapan kamu kepo tentang urusan orang lain. Atau jangan jangan Bang Ke sudah ada hati ya sama Arum manis itu," bukannya menjawab Keyla malah menggoda Keenan yang mukanya terlihat kesal dengan jawaban Arumi.
" Key key ..., tinggal jawab doang. Pakai ngejek aku ya ..., memangnya kalau aku nanya tentang Arumi bukan berarti juga kan aku suka sama dia. Lagian kalau kamu nggak mau jawab nggak usah ngomong kayak gitu," nada bicaranya Keenan sedikit dinaikkan untuk menutupi perasaannya pada Arumi.
" Nih ya aku kasih tau ..., Arumi dari SMP itu tinggal di tempat tantenya. Dan tantenya juga yang sudah ngasih dia biaya sekolah dari SMP sampai kuliah. Tantenya itu mamanya kak Arman ..., dan Arumi sudah bekerja di salah satu perusahaan sebagai staf bagian keuangan,"
" Arumi nanti sore mau nganterin ibunya pulang ke kampung halamannya dan katanya dia mau dikenalin sama anak orang terkaya di kampungnya. Begitu ceritanya abang ku sayang ..., lagian ngapain juga Abang penasaran kalau nggak nyimpen perasaan sama Arumi. Biasa aja kali bang ..., nggak usah baper," Keyla menceritakan apa yang dia dengar dari Arumi tadi saat ngobrol ngobrol bareng Arumi.
Keenan malah melamun bukannya mendengarkan apa yang Keyla ceritakan.
" Ya Allah Bang Ke ..., dari tadi aku ngomong sampai berbusa si Abang malah bengong aja. Ngeselin banget sih ..., malah aku dikacangin," Keyla pun kesal dengan ulah Keenan.
__ADS_1
" Kamu ngomong apa tadi ..., gini aja kira kira kamu tau nggak kampungnya Arumi di mana ?" tanya Keenan.
" Mana aku tau bang ..., kamu tanya saja sama Arman, dia pasti tau. Dia kan saudara dekatnya Arumi," Keyla pun dibuat makin kesal karena pertanyaan Keenan yang konyol padanya.
Dari arah pintu depan ..., Reyhan pun datang hendak menjemput Keyla yang seharian ini ada di rumah utama atau rumah yang sekarang di tempati oleh Keenan saudara kembarnya.
" Assalamualaikum ..., sayang," Ucapan salam dari Reyhan menghentikan perdebatan si kembar yang terdengar sampai ke ruang tamu.
" Kalian itu kenapa sih ..., tiap ketemu pasti ribut melulu. Memang nggak ada pekerjaan lain selain debat nggak berfaedah gitu," Reyhan meskipun statusnya adik ipar Keenan tapi karena usianya terpaut jauh dari Keenan membuat Keenan sedikit merasa segan dengan Reyhan.
" Key key ..., tuh dengerin kata suami kamu. Nggak usah ngajakin debat yang nggak berfaedah," Keenan balik menyalahkan Keyla karena menganggap Keyla yang sudah memulai perdebatan itu.
Keyla hanya geleng-geleng kepala mendengar tuduhan nggak beralasan dari Keenan karena jelas jelas Keenan yang sudah memulai perdebatan itu
" Dasar bucin ...., kalau naksir bilang aja langsung ke orangnya. Jangan sampai cuma jadi tamu undangan ..., padahal ngarepnya jadi pasangan," ucap Keyla.
" Alhamdulillah ..., akhirnya kamu bisa naksir cewek juga. Terimakasih ya Allah akhirnya di pikiran kakak ipar ku ada juga yang namanya perempuan bukan hanya melulu pekerjaan," ucapan Reyhan membuat Keenan merasa tambah kesal pada sepasang suami istri yang ada di depannya.
" Cewek itu butuh kepastian ..., kalau kelamaan nanti diambil orang. Dan kalau naksir itu diungkapkan bukan di simpan ..., nanti paling paling kamu jadi tamu undangan," Reyhan kembali mengejek Keenan yang belum berani mengungkapkan perasaannya pada seseorang.
" Udah deh mendingan kalian pulang saja ..., bisa bisa kepala ku jadi makin pusing mendengar ocehan kalian berdua," Keenan pun bercanda mengusir Reyhan dan Keyla dari rumah utama.
__ADS_1
" Kak Rey mendingan kita pulang aja ..., biarin aja Bang Ke kita tinggal sendirian. Paling juga dia mau nyusul Arumi ke kampungnya," Keyla menggandeng tangan suaminya keluar dari ruang keluarga di rumah utama.
" Kita pulang dulu ya ..., dengerin baik baik kalau memang kamu suka sama Arumi ..., susul dia ke kampung nya. Daripada kamu nyesel nantinya ....," Reyhan dan Keyla pun pergi meninggalkan rumah utama menuju ke kediaman mereka yang hanya sekitar lima belas menit dari rumah utama.