Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Petuah Mama DeDe


__ADS_3

Setelah melaporkan kejadian bully yang dilakukan Chaca pada Rara, Kepala Sekolah pun memanggil orang tua Chaca.


Dan orang tua Chaca bersikukuh kalo anaknya tidak bersalah, karena setahu orang tuanya Chaca anak yang baik dan taat pada orang tuanya.


Kepala Sekolahpun memanggil Rara, Riko Keenan dan juga Keyla yang menyaksikan langsung kejadiannya.


" Saya tidak percaya anak saya tega membully temanya ..., Rara," ucap Pak Prima ayah nya Chaca.


" Apa kalian punya bukti ...," tanya ayahnya Chaca.


" Ini buktinya pak ..., kita tidak mungkin melapor tanpa bukti pak,"


Chaca pun mukanya pucat pasi, setelah mendengar bahwa Keenan dan Riko punya buktinya.


" Pak Kepala Sekolah ..., itu semua fitnah ..., ya kan Ra ," Chaca memelototi Rara agar memihak dia.


Tanpa mendengarkan omongan Chaca bapak kepala sekolah membuka laptop nya dan memasukan flashdisk yang di berikan Riko dan Keenan.


Bapak kepala sekolah pun terkejut dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


" Mohon maaf ..., Chaca anak pak Prima memang bersalah," ucap Kepala Sekolah.


Chaca semakin ketakutan karena apa yang dilakukan pada Rara ketahuan.


Tiba tiba ...


Tok tok tok. Damar mengetuk pintu ruangan Kepala Sekolah.


" Masuk ...,"


Damar dan istrinya masuk ke ruangan Kepala Sekolah.


" Apa kabar pak Prima ..., " Damar pun berjabat tangan dengan Prima kolega yang pernah menghinanya.


" Maaf pak Prima, saya sebagai ketua yayasan sengaja mengundang pak Damar sebagai penanam saham terbesar di sekolah ini, dan kebetulan beliau adalah orang tua Keenan dan Keyla," ucap pak Ramli.


Pak Prima hanya bisa menunduk menahan rasa malu atas ulah anaknya.


" Begini pak Prima, pak Ramli dan juga pak Kepala Sekolah, saya sangat menyangkan kejadian seperti ini di lingkungan sekolah," ucap Damar.

__ADS_1


" Di mana sekolah merupakan tempat untuk menempa anak anak kita menjadi lebih berakhlak, lebih banyak mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan agar mereka nantinya tau kemana tujuan hidupnya ,"


" Papa .., kita cari tau dulu sebenarnya apa akar permasalahannya, sebelum mengambil keputusan," Dinda sangat paham kalo suaminya kecewa dengan kejadian buruk di lingkungan sekolah anak-anak nya.


" Boleh Mama bicara Pa ...," Dinda Gesit pun meminta ijin pada suaminya.


Damar mengangguk tanda setuju, karena istrinya paling tau cara meredam amarahnya.


" Orang tua seharusnya paling memahami bagaimana tabiat anak anaknya, agar kita tau cara mengarahkan mereka dan mengingatkan pada saat anak anak kita melakukan hal hal yang tidak disukai Tuhan kita, karena keyakinan apapun yang kita anut tidak ada satupun yang mengajarkan kita untuk melakukan keburukan.,"


" Jangan hanya menyalahkan anak anak kita kalo mereka melakukan kesalahan, tanyakan pada diri kita sebagai orang tuanya apa kita pernah mengajarkan mereka hal baik atau mungkin memberikan contoh yang baik untuk anak anak kita," lanjut Dinda Gesit.


Pak Prima berusaha mencerna ucapan istri koleganya, dan merasa bersalah telah memanjakan anaknya hanya dengan hartanya, bukan membimbing nya menjadi orang yang lebih baik.


" Tolong untuk pak Prima, bicara dari hati ke hati dengan putri anda, jangan sampai anda menyesal kelak, anak adalah amanah dari Tuhan, untuk kita jaga dengan baik,"


Bapak Kepala Sekolah dan ketua Yayasan serta Damar berembug tentang keputusan yang akan di ambil untuk Chaca dan kedua temannya.


" Keputusannya kami masih memberi kesempatan pada ananda Chaca untuk tetap bersekolah di sini dengan syarat jangan pernah sekalipun melakukan hal buruk yang bisa melukai fisik maupun mental siswa yang lain,"

__ADS_1


__ADS_2