Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Bab 89. Sepertinya ada yang tidak beres ...


__ADS_3

" Jangan pernah berprasangka buruk pada ketetapan Allah ..., karena Allah yang paling tau apa yang terbaik untuk hamba hambanya "


*


*


*


*


*


Setelah Reyhan dan Keyla meninggalkan rumah utama, Keenan pun memikirkan perkataan dari Reyhan. Cukup lama Keenan termenung dan meyakinkan diri dengan perasaannya. Apa sekedar simpati atau memang perasaan yang mungkin bisa dibilang jatuh cinta.


" Apa iya aku menaruh hati pada Arumi ..., atau hanya sekedar rasa simpati pada Arumi," batin Keenan.


Keesokan harinya Keenan bergegas ke rumah Keyla untuk menanyakan alamat Arumi pada Keyla.


Jarak rumah utama yang tidak terlalu jauh dari rumah Reyhan dan Keyla membuat Keenan tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba di rumah Reyhan.


" Assalamualaikum ...," Keenan mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah Reyhan.


Sepasang suami-istri yang sedang bersiap untuk sarapan pagi pun menjawab salam dari Keenan yang langsung masuk menerobos ke ruang makan.


" Wa'alaikumsalam ..., wah CEO muda tampan dan genius pagi pagi sudah mampir ke rumah kita pasti ada yang penting. Lagian kok bisa ya pas banget waktunya sarapan pagi," Keyla meledek sang kakak yang tidak biasanya datang ke rumahnya pagi pagi sekali.


Keenan pun tidak merespon ucapan Keyla kemudian dia duduk untuk ikut menikmati sarapan pagi di rumah Keyla saudara kembarnya.

__ADS_1


" Memangnya kenapa ..., aku ke sini ada urusan penting sama kamu. Tapi aku mau sarapan dulu ..., perutku sudah meronta ronta minta di kasih makan," Keenan memang sering makan di rumah Keyla, alasannya simpel karena Keenan ingin menikmati suasana seperti saat masih berkumpul dengan mama dan papa mereka.


" Sayang ..., nggak boleh ngomong kayak gitu. Siapa tau Keenan ke sini pagi pagi sekali ada yang harus diomongin sama kamu," Reyhan mengingatkan sang istri agar jangan selalu bersikap yang kurang baik pada saudara kembarnya.


" Kak Rey sayang ..., aku kan suka bercanda sama Bang Ke. Kayak nggak tau kita aja ..., setiap ketemu pasti kita akan adu mulut," Keyla pun menyangkal apa yang di ucapkan Reyhan.


" Iya kak Rey ..., aku juga nggak apa-apa kok. Santai aja ...., memang Keyla itu mulutnya ember bin bocor. Anggap saja lagi dengerin kaleng ronbeng ..., entar juga berhenti sendiri," Keenan awalnya membela Keyla tapi kemudian menjatuhkan Keyla.


" Ya sudah ..., aku berangkat kerja dulu. Ada meeting pagi ..., jadi aku nggak mau terlambat sampai ke kantor perusahaan," Reyhan pun kemudian mencium kening Keyla istrinya kan Keyla mencium punggung tangan Reyhan suaminya.


Sepeninggal Reyhan, Keenan pun yang sudah selesai sarapan menuju ruang keluarga yang ada di sebelah ruang makan keluarga kecil Reyhan dan Keyla.


" Bang Ke ..., sebenarnya ada apa sih. Jujur aja ..., nggak usah pakai basa basi," Keyla pun langsung menodongkan pertanyaan pada Keenan.


" Baiklah ..., tapi janji dulu jangan menertawakan pertanyaan aku nanti," Keenan yang masih sedikit ragu mengungkap maksud kedatangannya pada Keyla.


" Jadi sebenarnya apa sih yang mau kamu tanyakan padaku ?" Mungkin aku bisa bantu," Keyla memberikan kesempatan pada Keenan untuk berbicara.


" Wow ..., ternyata saudara kembarku sudah mulai bisa jatuh cinta nih. Alhamdulillah ya Allah ..., akhirnya Abang Keenan kakakku yang paling tampan sudah mau mikirin hal lain selain kerja kerja dan kerja," Keyla sangat bahagia setidaknya Keenan sudah mau melihat dunia lain selain pekerjaannya yang sangat padat dan tentunya selalu menjadi prioritas utama bagi Keenan.


" Udah deh ...., tinggal jawab doang. Nggak usah pakai prolog dulu ..., kelamaan. Lagian ini sudah siang nanti aku terlambat datang ke kantor ..., Key key !!" Keenan pun sedikit kesal pada saudara kembarnya yang nggak langsung menjawab pertanyaannya.


" Oke ...., baiklah. Nih aku kirim ke Hp kamu alamat rumah Arumi di kampung. Kebetulan aku simpan di Hp," Keyla kemudian mengirimkan alamat rumah Arumi di kampung ke Hp sang kakak kembarnya.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, Keenan pun segera berpamitan untuk pergi ke kantornya.


" Makasih ya ..., Key Key adikku tersayang. Kalau begitu aku pamit ke kantor dulu ...," Keenan pun mengacak rambut saudara kembarnya kemudian meninggalkan rumah Keyla.

__ADS_1


Setelah pekerjaannya di kantor selesai Keenan langsung melaju ke rumah Arumi di kampung sesuai alamat yang di berikan Keyla.


Hampir tiga jam perjalanan Keenan baru sampai di kampung halaman Arumi. Sebenarnya Keenan juga ragu dan juga bingung nanti mau ngomong apa pada Arumi karena sebelumnya nggak pernah ada suatu komitmen atau ungkapan perasaan nya pada Arumi.


" Ini benar-benar seperti sedang main judi ..., diterima Alhamdulillah kalau pun tidak diterima ya sudah harus diterima dengan ikhlas dan lapang dada," batin Keenan.


Dan Keenan berhenti sejenak di masjid yang dia temui saat baru masuk kawasan kampung Arumi yang terlihat begitu asri meskipun hari sudah menjelang malam.


Setelah selesai sholat Isya Keenan duduk sebentar di serambi masjid sekedar beristirahat dan tiba tiba ada seorang pria tua yang menghampirinya.


" Assalamualaikum ..., si kasep dari mana sepertinya bukan penduduk kampung sini," tanya pria tua yang menghampirinya.


" Maaf kek ..., saya dari kota. Dan saya ke sini untuk mencari alamat rumah Arumi teman saya kek," Keenan menjelaskan tentang kedatangannya ke kampung Arumi.


Sang kakek pun terdiam sejenak mencermati jawaban dari Keenan yang sempat membuatnya sedikit terkejut meskipun tidak di perlihatkan pada Keenan.


" Apa yang dimaksud Arumi anaknya pak Jajang yang bekerja di kota J dan tinggal di tempat nak Arman cucu ponakan saya," si kakek pun menanyakan balik tentang Arumi.


Keenan pun sedikit lega karena tidak perlu jauh jauh bertanya apakah rumah Arumi masih jauh dari masjid tempat sekarang dia sedang beristirahat melepas lelah setelah berkendara selama hampir tiga setengah jam dari kota.


" Benar kek ..., mohon maaf apa kakek tau rumah Arumi itu di mana ?" Keenan kembali bertanya pada sang kakek tua yang menghampirinya.


" Kalau begitu mari saya antar ke rumah pak Jajang. Kalau melihat penampilan si kasep mah kelihatannya bisa menolong keluarga pak Jajang dari rentenir yang membuat pak Jajang pusing karena ulah istrinya," sang kakek itu pun menceritakan apa yang dialami keluarga Arumi.


" Kok bisa bapaknya Arumi sampai terjerat hutang pada rentenir padahal Arumi menurut cerita Arman setiap bulan memberikan tiga perempat gajinya untuk membantu orangtuanya," kata Keenan menjelaskan pada sang kakek yang hendak mengantarnya ke rumah Arumi.


" Iya itu memang benar ..., tapi ibu tirinya Arumi orangnya sangat serakah. Kasihan pak Jajang dan neng Rumi yang hampir kehilangan tanah dan rumah yang mereka tempati karena ulah ibu tirinya neng Rumi," ucap sang kakek yang mengaku masih saudara dengan Arman temannya.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian mereka sampai di pelataran rumah Arumi yang tidak begitu luas. Dan mereka mendengar perdebatan sengit di dalam rumah Arumi.


" Sepertinya ada yang tidak beres kek ," Keenan seolah bertanya pada sang kakek tua yang menemaninya menemukan rumah Arumi.


__ADS_2