
Tiga hari di Bali, mereka benar-benar merasa bahagia bisa merasakan suasana baru, dan juga bagi Keenan dan Keyla ini adalah kesempatan untuk sedikit mengasah kemampuan mereka berbahasa asing, karena di usia yang masih balita mereka sudah menguasai tiga bahasa asing.
Dan hari ini meret bersiap pulang kembali ke ibu kota mengakhiri liburan mereka.
"Apa semua sudah siap ....,"
"Dicek lagi barang bawaannya ...., takutnya nanti ada yang masih ketinggalan," titah Damar.
"Insya Allah sudah kebawa semua mas," ucap sang istri.
Barang bawaan mereka sangat banyak dan hampir semua jenis makanan khas pulau Bali mereka beli untuk oleh oleh.
Sekitar jam sebelas siang mereka mereka sudah di bandara Ngurah Rai untuk perjalanan menuju Jakarta.
Setengah jam kemudian mereka sudah sampai Jakarta.
Supir kantor dan supir keluarga Damar sudah menunggu di bandara untuk menjemput mereka.
"Alhamdulillah ..., kita sudah sampai," ucap Damar.
"Keenan ..., Keyla, cepatlah sedikit kasihan supir sudah menunggu kita," ujar sang nama.
"Sebentar mam, ini ada chat dari teman baru kita namanya Naumi dari Jepang," ujar Keyla .
"Kakak juga dapat chat dari Charles, katanya dia sudah balik lagi ke London," kata Keenan.
__ADS_1
Sang mama dengan sedikit kesal menunggu anak kembarnya.
"Kata papa gak boleh terburu buru,. gak baik ...., buru buru itu temennya setan," kata Keenan.
"Dan jangan bikin Mama menunggu lama, mama gak suka,"
"Oke mama .....," Keenan dan Keyla bersamaan.
"Mbok Darmi ...., mbok Sri tolong bantu pak Udin dan pak Ujang memasukan barang barang bawaan tadi ke bagasi mobil," titah Damar.
"Let's go kita pulang papa tampanku," ucap Keyla.
"Papa memang tampan tapi tetap saja aku jauh lebih tampan dari papa," kata Keenan sambil merapikan rambut hitamnya.
"Kamu tampan karena kamu anak papa, ketampanan papa nurun ke kamu," ujar Damar.
Setelah satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kediaman mereka.
Karena lelah, Keenan dan Keyla ketiduran di mobil.
Twins K pun digendong Papa mama nya, dibaringkannya di kamar mereka masing masing.
Pagi harinya seperti biasa, selalu saja ada drama sebelum mereka masing-masing berangkat beraktivitas.
"Suamiku sayang, tolong ajak anak anak turun, sarapan sudah siap," sang istri setengah berteriak memanggil suaminya.
__ADS_1
"Sebentar sayang, mas lagi nyari dasi tapi belum ketemu," Damar juga berteriak dari dalam kamarnya.
Sang istri pun bergegas menuju kamar, untuk mencari dasi suaminya.
"Bukannya tadi sudah aku siapkan di dekat baju kerja, semua nya udah aku siapkan tidak ada yang kurang," ujarnya sang istri.
"Nah ..., ini ada tapi kok bisa ada di saku celana, biasanya berjejer dasi, kemeja dan celana kerja, sepatu ada di dekat sofa kamar, " ucap sang istri.
"Bantuin pakai dasi sekalian sayang biar cepet selesai," ujar Damar.
"Sudah selesai ...., aku ke kamar anak anak dulu, mau ngecek Mereka sudah siap siap apa belum," pamit sang istri.
"Sayang kamu turun duluan ya, nanti baku sama anak anak nyusul," lanjut sang istri.
"Keenan ...., Keyla ...., kalian sudah beres belum, papa sudah nunggu di meja makan untuk sarapan," sang mama pun masuk ke kamar kedua anaknya bergantian.
"Ya Tuhan, Keenan ada apa dengan kamarmu, berantakan sekali, kayak habis kena angin topan," sang mama pun heran, tidak biasanya Keenan seperti itu.
"Kalo sudah siap berangkat sekolah turun dulu di tunggu papa, biar nanti mbok Sri yang beresin kamar kamu," titah sang mama.
"Baiklah mam ....," ucap Keenan.
"Keyla sayang, ini apa lagi, kenapa baju kamu berserakan di lantai, kan jadi koto lagi, memangnya kamu tadi nyari apa sayang?" sang mama pun hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Turun lah, papa tampan mu sudah menunggu untuk sarapan, biar nanti mbok Darmi yang beresin kamar kamu," titah sang mama.
__ADS_1
"Baiklah mam ... maafin Keyla,"