Kelembutan Hatimu

Kelembutan Hatimu
Siap Laksanakan


__ADS_3

Setelah puas berkebun, damar dan kedua anaknya bersih bersih di kamar mandi belakang, dan kemudian masuk rumah menuju ruang keluarga.


" Lihat Pah, mama bikin kuenya banyak banget, memang hari ini mau ada tamu," tanya Keenan.


" Nggak kok nak, tanya mama saja mungkin teman temannya mama mau ke rumah kita," ujar sang papa.


" Papa tampanku, hari ini kita jalan jalan dolng Pah, Keyla kangen pengin ke taman hiburan," usul Keyla.


' Tanya mamamu dulu sayang, takutnya mama sudah ada janji sama teman temannya mama," sang papa mengusap rambut panjang Keyla.


Keyla pun menghampiri mamanya untuk menanyakan, apa mamanya bisa pergi. atau tidak.


" Mama, Keyla kepengen jalan jalan sama papa mama ke taman bermain, mama ikut ya," bujuk Keyla.


" Boleh, tapi nanti nunggu mataharinya sedikit turun dulu, biar nggak terlalu panas nanti di sana," ujar sang mama.


" Terima kasih ya ma, Keyla seneng banget bisa ke taman bermain lagi," ucap Keyla.


Gesit yang sedikit heran dengan permintaan Keyla hanya berusaha tersenyum dan terus memperhatikan Keyla dan Keenan yang sedang berkumpul di ruang keluarga.


" Kok mama nggak di ajak ngobrol, memang kalian lagi ngobrolin apa, " tanya Gesit sang mama.


" Habisnya mama tadi lagi sibuk ngobrol sama Nek Darmi," ucap Keenan.

__ADS_1


" Mah, kok bikin cemilannya banyak banget nanti kalau nggak habis bagaimana," tanya Keyla.


" Kita bagikan ke tukang sampah yang suka lewat kompleks siapa sih namanya mama lupa, , kasian anaknya banyak,"


" Mang Udin mah, yang rumahnya di pinggir sungai dekat tempat pembuangan sampah,"


Keenan sering berkunjung ke rumah mang Udin sekedar membawakan makanan untuk anak anaknya mang Udin.


Jam dua siang mereka pun berangkat ke taman bermain, Keyla sangat senang karena sudah hampir satu tahun mereka tidak pernah ke sana.


" Lihatlah mas, Keyla dan Keenan sangat menikmati permainan mereka, aku bahagia bisa melihat' mereka seperti ini, jadi ingat masa kecil mereka,"


" Keenan dan Keyla sama seperti anak anak lain seusianya, bukannya mereka setiap hari juga begitu sayang," ucap Damar.


" Siapa bilang, kami itu ibu yang luar biasa dari anak anak yang istimewa," ucap Damar.


Damar pun ingat bagaimana istrinya ngidam dulu, tiap hari minta buku ini lah buku itulah, mungkin agak aneh saja. kemudian Damar tersenyum sendiri.


" Kenapa sayang, kok senyum senyum sendiri," tanya istrinya.


" Ingat dulu waktu kamu ngidam, tiap hari minta buku dan buku nggak pernah minta makanan yang aneh aneh," ucap Damar suaminya.


" Iya juga ya mas, harus nya aku bersyukur punya anak dengan IQ tinggi, dan pandai bersikap, dan akhlaknya Insyaallah bagus,"

__ADS_1


Keenan dan Keyla pun sudah puas dengan semua aneka jenis permainan di sana, mereka pun menghampiri mama dan papanya.


" Keyla sudah capek mah, pulang yuk tapi makan dulu ya Pah,"


" Keenan juga lapar mah, kita makan chicken wings ya mah,"


" Baiklah untuk pangeran dan princess nya papa tampan, papa selalu siap," kata sang papa.


Mereka pun memutuskan untuk pergi ke restoran siap saji di salah satu mall terbesar di kotanya.


Setelah memesan apa yang anak anaknya inginkan, mereka berempat pun makan dengan tenang.


" Pah, kenapa kita tidak buka restoran sendiri saja, dengan berbagai varian sayur dan lauk dari kebun dan kolam yang kita punya," usul Keenan.


" Betul Pah, lagian sayuran kira kalau di makan sendiri pasti nggak habis," ujar Keyla.


" Tuh kan Pah, anak anak kita dimana pun dan kapan pun, selalu saja begitu, apa nggak ada obrolan lain nak," protes sang mama.


" Kita itu harus punya impian dan cita-cita mah, biar lebih semangat belajarnya," ucap Keenan sang anak.


" Oke, tapi mama minta kalian jangan terlalu kaku, nikmati masa kecil kalian dengan sebaik baiknya karena kelak kita hanya bisa mengenangnya,"


" Siap mama, laksanakan,". Keenan dan Keyla bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2