Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
13


__ADS_3

"ini obatnya, minumlah sebelum kamu makan"


nabila menyerahkan obat yang barusan dia beli kepada faris dengan nafas yang belu teratur, karena nabila tadi berjalan terburu buru, entahlah dia begitu khawatir kepada faris.


"terimakasih, ini minum, kenapa terburu buru, saya gapapa ko"


faris merasa senang mendapat perlakuan ini dari nabila


" gapapa gimana muka bapak menjadi sedikit pucat"


"saya lupa tadi siang ga makan, terus tadi minum kopi sampai dua kali"


faris merasakan sakit, karena lambungnya yang kambuh lagi padahal sudah lama tidak, tapi karena lambungnya kambuh faris merasa senang disela sela rasa sakitnya, karena bisa diperhatikan dan di khawatirkan oleh nabila


"jangan dibiasakan pak"


mereka pun makan dalam hening


"bapak yakin kuat bawa mobil?" nabila tidak tega melihat keadaan faris


"yakinlah, saya masih kuat, lagian saya ga bawa mobil, saya cuma duduk nyetir saja bila"


"aww"


"tuh kan, kerasa lagi udah jangan nyetir deh pak"


" ya sudah kamu saja, kamu bisa nyetir kan?"


akhirnya faris pasrah karena sakit di perutnya tidak juga hilang


"bisa pak"


"ya sudah ini kuncinya"


sepanjang perjalanan faris tertidur pulas karena menahan rasa sakit di perutnya.


nabila sesekali melirik faris yang tertidur pulas, tak lama mobilnya sudah sampai di rumah faris, melihat faris pulas tidurnya membuat nabila jadi segan buat ngebanguninnya.


"pak..pak faris sudah sampai" nabila mencoba membangunkan faris, namun yang dibangunkan tak juga terusik, nabila terus mencoba


" faris bangun" sambil menggoyangkan tangan faris, faris yang tidur refleks menahan dan malah memegang tangan nabila. tak lama dari itu faris pun terbangun


"ehm..sudah sampai yah?" faris masih mengerjapkan matanya, dia tidak sadar tangan kanannya masih memegang tangan nabila


" maaf pak" ucap nabila sambil menarik tangannya


faris yang baru menyadarinya langsung minta maaf karena kelakuannya

__ADS_1


" maaf saya ga sengaja, ya sudah sekarang kamu pulang bawa mobil saya saja"


"tapi pak"


"tapi kenapa lagi nabila?"


"besok bapak berangkat gimana? saya pesan taxi online aja deh pak"


"bawa mobil saya saja, besok kamu jemput saya kesini, maaf saga ga bisa antar kamu pulang"


"iya ga papa pak, ya sudah saya pamit pulak pak"


"hati hati nabila"


"iya, bapak semoga cepat sembuh"


nabila pergi meninggalkan rumah faris


esok paginya nabila tidak lupa dia harus menjemput faris dulu sebelum ke kantor,


" halo ca, gua ga berangkat bareng lu ya ca gua harus jemput faris dulu"


" apa? kenapa lu yg jemput bos lu?"


"tadi malam pulang lembur pak faris perutnya sakit, ya terpaksa gua yang bawa mobil dia dan nganter dia, eh dia malah nyuruh gua bawa mobilnya terus jemput dia"


" dia beneran sakit ca, gua ga tega lihat dia tadi malam"


"halah gua nyium nyium mekarnya cinta lama nih?" goda caca


"lu apa sih ga jelas, ya udah gua tutup ya dah"


sebelum pergi ke rumah faris, nabila mampir membeli bubur untuk faris.


tok..tok..tok


sudah lima menit dia berdiri didepan pintu tapj tidak ada yang membukakan pintu, akhirnya nabila menelpon faris


"halo pak faris saya sudah didepan pintu rumah bapak, tapi dari tadi ga da yang buka"


"masuk aja bil, pintu ga saya kunci"


"permisi pak..pak faris dimana?"


nabila celingukan mencari faris.sedangkan yang dicari masih berbaring di tempat tidurnya


"saya di kamar nabila masuk saja"

__ADS_1


jawab faris dengan suara lemah


ceklek, pintu kamar faris terbuka nampak faris yang sedang terbaring lemah


"bapak masih sakit?"nabila khawatir, dia kira faris sudah sehatan


"seperti yang kamu lihat, saya tidak bisa masuk kantor hari ini bil"


"saya bawakan bubur untuk bapak, bapak makan ya, apa perlu bapak periksa? saya antar pak, eh tapi saya kerja bagaimana kalau saya minta Toni yang ngantar bapak?"


"kenapa harus Toni?"


"ya kan dia asisten bapak"


"kamu yang antar saya, sini saya makan bubur dulu, perut saya perih"


"tapi saya haru masuk kerja pak?"


" kamu tidak usah ke kantor, kamu temani saya saja, kantor biar Toni yang handle"


meskipun sedang sakit sifat memaksanya tetap saja, tidak bisa di ganggu gugat.


"faris faris, gua selalu ingetin lu, kurangi konsumsi kopi, lupa punya magh ingat, gua ga nyuruh lu berhentiin ga papa, tapi kurangi"omel sang dokter kepada faris


"iya bawel lu Rend,perasaan dokter yang lain ga kaya lu deh"


"ya itu karena lu sohib gua, sekaligus pasien gua yang bandel"


Rendi adalah sahabat SMA faris, faris sudah menjadi pasien Rendi karena faris mempunyai masalah dengan lambungnya, meskipun tidak terlalu parah namun sering kambuh karena faris yang bandel tidak pernah mendengarkan nasihat dokter Rendi


" terus mba cantik ini siapa? tumben tumbenan faris periksa ada yang nemenin? tanya rendi sambil tersenyum ke arah nabila.


nabila pun balas senyum


" saya nabila dok, saya..."


ucapan nabila terpotong oleh faris


"dia calon gua, jangan lu godain"


nabila langsung menatap faris, kenapa dia dikenalkan sebagai calonnya, calon apa?


"oh sorry nabila, kenalkan saya dokter Rendi sahabat dari SMA nya faris,tolong diingatkan lagi ga farisnya, siapa tau kalau sama kamu dia nurut"


"iya dok"


"yu bil kita pulang, thanks Rend"

__ADS_1


"sama sama, obatnya jangan lupa diminum"


__ADS_2