
"Denis pamit ya ka, beneran gapapa nih mobilnya dibawa pulang lagi?"
ya akhirnya Denis yang mengantar nabila balik ke Bekasi, dan sekarang Denis akan balik lagi ke Bandung.
"iya ga papa pakai aja, kakak juga jadi malas bawa mobil disini kalau berangkat kerja, malas macet macetan nis, mending kakak nebeng motor caca aja."
tadinya nabila berniat membawa mobil ke Bekasi, namun setelah di pikir pikir melihat kota Bekasi yang macetnya tak mengenal waktu membuat nabila jadi malas kalau pakai mobil, mending dia nebeng motor caca aja.
"oh tentu ka, Denis kadang malas kalau hujan berangkat ngampus bawa motor"
"hati hati di jalan nis"
pagi ini nabila berangkat kerja seperti biasa, bareng caca. namun di tengah perjalanan mereka motor Caca mogok, dilihatnya ke sekitar tempat namun tidak diketemukan bengkel
"gimana ini bil, kita bakal telat pasti"
ucap caca sambil melihat jam di tangannya
" ya mau di apain lagi motor lu mogok, sekitar sini juga ga ada bengkel"
namun setelah beberapa menit, tiba tiba ada sebuah mobil yang menepi ke arah mereka.
"Nabila?"
"Pandu"
ternyata pemilik mobil yang menghampiri mereka yaitu Pandu, orang yang baru beberapa hari nabila kenal namanya.
"kenapa bil?" tanya pandu
"ini motor caca mogok, disekitar sini ga ada bengkel lagi"
"siapa ini bil?" tanya caca penasaran
"oh ini pandu ca, pandu kenalin ini temanku caca"
"bisa minta tolong ga mas, tolong chek motor saya kenapa?" spontan caca
yang dapat pelototan dari nabila.
"oh bisa bisa"
dan Pandu pun berusaha menyalakan motor nabila namun tetap tidak bisa
"sepertinya ini harus dibawa ke bengkel ca, aku ga bawa alat alatnya"
"yah" dia kira Pandu bisa menolong mereka
__ADS_1
"aku telponin orang bengkel langganan aku aja, biar nanti mereka yang kesini bawa motornya"
tawar Pandu, mencoba ngasih solusi
"tapi pasti mereka lama kesininya"
ucap nabila kepada Pandu
ga mungkin juga mereka meninggalkan motor caca begitu saja di pinggir jalan.
"ya sekitar 10 menitan lah, bengkelnya ga jauh darisini ko"
"ya sudah kita tunggu aja bil, paling kita telat dikit, kamu izin kita telat aja dulu sama faris"
akhirnya nabila mengirim pesan kepada faris untuk minta izin telat karena motor caca mogok, faris sempat menawarkan untuk menjemputnya, namun ditolak nabila, karena rasa sudah cukup ada Pandu yang menolong mereka.
akhirnya orang bengkel langganan Pandu datang dan membawa motor caca ke bengkelnya.
" ya sudah kita pesan taxi online aja ca buat ke kantor" ucap nabila kepada Caca
"aku anterin aja bil"
"ga usah Pan, udah ngerepotin kamu ini mau nambah lagi" jawa nabila merasa tak enak
"ga papa hayu, kalian kerja dimana?"
"oh kalau gitu kita searah"
"ya udah deh bil, nunggu pesan taxi online juga lumayan lama,mending nebeng sama Pandu aja, ga ngerepotin kan Pandu?"
"ya udah yu"
akhirnya mereka menerima tawaran Pandu, entah kenapa ada rasa senang di hati Pandu saat bisa ketemu lagi sama Nabila.
"memangnya kamu mau kemana Pandu" tanya nabila saat di dalam mobil, Nabila duduk di kursi samping Pandu, sedangkan Caca duduk di kursi tengah
"aku mau ke restoran PW"
"oh, yang kemarin baru buka ya? kamu kerja disana?"
"iya saya mau kontrol restonya"
"kontrol? "
"iya aku yang kelola"
"maksudnya kamu yang punya resto itu" tanya nabila lagi
__ADS_1
"iya nabila"
iya menatap kagum kepada Pandu tak di sangka dia pemilik Resto yang kemarin dia kunjungi bersama Caca, karena yang dia dengar dari beberapa pengunjung kemarin, katanya itu merupakan Cabang ke tiga
"wah, beneran pandu? katanya itu resto udah cabang ketiga ya? itu kamu semua yang punya?"
caca yang duduk di belakang mereka tak kalah penasaran
"ya alhamdulillah, baru buka tiga doain supaya bisa ada yang ke empat dan seterusnya"
jawab Pandu sambil tersenyum.
nabila dan Caca masih tak percaya, mereka jadj kagum sama Pandu selain tampan juga Pandu masih tergolong muda. dan di usianya yang masih muda dia sudah punya tiga cabang Resto yang lumayan terkenal kalau cabang di Bandung.
tak terasa meraka sudah sampai di kantor
"terimakasih ya Pandu udah ngerepotin" ucap nabila beterimakasih karena sudah menolongnya
" sama sama bil, oh ya boleh minta nomor kamu, nanti aku kirim kontak bengkel yang servis motor caca"
"oke ini"
nabila dan caca pun meninggalkan Pandu, sedangkan Pandu masih menatap kepergian mereka yang semakin jauh.
sedangkan di meja kerja Nabila sudah ada Faris yang duduk disana
"selamat pagi pak, maaf saya telat, bapak lagi ngapain di kursi saya?"
"lagi nunggu kamu"
"nunggu saya? mau ngapain pak?
"ya saya mau tanya jadwal saya apa aja?"
"oh saya kira"
jawab nabila pelan namun masih terdengar samar oleh faris
"kira apa nabila? ya sudah saya tunggu kamu di ruangan saya"
"baik pak"
"saya khawatir dan rindu kamu nabila"
terasa ada kupu kupu yang berterbangan di perut nabila
faris mengatakannya disamping telinga nabila tepat di saat mereka berpapasan.
__ADS_1
oh hati tolong tenang, jangan bertalu talu seperti gendang " batin nabila saat faris mulai meninggalkannnya