
Setelah malam itu besok paginya Faris dan Nabila pergi menemui Bundanya Nabila, dan Bunda sangat bahagia mendengarnya dan merestui apa yang menjadi keinginan anak dan calon menantunya itu.
Dan hari ini adalah hari yang bersejarah untuk mereka berdua, Faris dan Nabila tentunya, setelah mendapatkan restu dari bunda, Faris dan Nabila langsung menentukan hari pernikahannya, yaitu sebulan sesudah kedatangannya di Bandung, tepatnya yaitu hari ini.
Awalnya Nabila menolak karena rasanya terlalu cepat, namun Faris kekeh karena tak mau lagi kehilangan Nabila, dan akhirnya Nabila pun setuju.
Akad sekaligus resepsi digelar di hotel tak jauh dari rumah orang tua Nabila.
Tuxedo putih yang membalut badan Faris semakin menambah kadar ketampanan Faris, Faris yang duduk dihadapan penghulu, tak sabar menunggu kedatangan calon istri.
Tak lama Nabila datang berjalan menghampiri Faris dengan di gandeng oleh Bunda dan Caca sahabatnya, dengan dibalut kebaya putih dan siger sunda di kepalanya dan make up hasil karya MUA semakin menambah kecantikan Nabila, Faris yang mulai melihatnya tersenyum bahagia, bahwa wanita cantik itu sebentar lagi akan menjadi bidadari seutuhnya di hidupnya.
Setelah mengucap Ijab kobul dan sah menjadi suami istri, kini Sepasang pengantin berdiri di pelaminan, mereka terlihat sangat serasi, cantik dan tampan hanya kata itu yang cocok untuk mereka berdua.
"Selamat ya Bila, ah sekarang lu sudah resmi jadi bu bos gua dong, haha"
Ucap Caca sambil memeluk Nabila
"Makasih ya Caca sayang"
Nabila membalas pelukan Caca
"Cepat kasih gua ponakan ya"
__ADS_1
"Caca"
Nabila melepas pelukannya dan menatap tajam sahabatnya, sedangkan Caca hanya tersenyum cengengesan dan segera berpindah ke Faris.
"Pak Faris selamat ya, akhirnya bisa memenangkan Nabila seutuhnya, dijaga ya Nabila, jangan biar kan dia kabur lagi, apalagi malam ini"
Faris hanya tersenyum
"Terimakasih ya Ca, dan untuk malam ini mana mungkin Nabila bisa kabur"
sontak Faris dan Caca tertawa, sedangkan Nabila terlihat salah tingkah.
Setelah acara selesai dan tamu undangan sudah pada pulang, malamnya keluarga Faris dan Nabila makan malam bersama, di sana hadir juga Wijaya dan istri beserta Pandu juga.
"Faris, bunda titip Nabila ya jaga dia, bunda sama ayah pulang dulu,"
"iya bun, kenapa tidak nginap disini aja sekalian biar ga cape"
"Ga papa kami pulang saja, toh jarak rumah dekat ini"
Saat bunda memeluk Nabila untuk berpamit pulang, Wijaya menghampiri Faris
"Faris, papa juga pulang sekarang jaga Nabila ya, papa percaya sama kamu, papa ga bisa bahagiain Nabila, papa harap kamu yang bisa terus bahagiakan anak papa"
__ADS_1
Ucap Wijaya saat pamit pulang
"Pasti pa, terimakasih sudah merestui kami"
Setelah orang tua Faris dan Nabila pulang, kini hanya tinggal mereka berdua. Setelah selesai makan tadi mereka langsung ke kamar mereka.
Rasa canggung menyelimuti sepasang pengantin baru ini, Nabila yang membuka HPnya, dan Faris baru keluar tadi kamar mandi
"Sudah ngantuk?"
Tanya Faris menghampiri Nabila
"Belum"
Nabila menyimpan HP saat Faris mulai naik ke kasur.
Faris melirik ke arah sofa yang dipenuhi dengan kado.
"Tidak mau di buka kado kadonya?"
Tanya Faris
"Boleh, belum ngantuk juga"
__ADS_1
Mereka membuka kado dan menyimpan isi kado di meja, Faris membawa kado dan membukanya, dan dia terkejut saat melihat isi kado itu.