
Itu dari siapa ris? Nabila yang masih sibuk membuka kado yang lain, dan terkejut saat melirik ke arah Faris yang sedang memegang isi kado tersebut.
"Ini kado dari Caca, Faris menyerahkannya pada Nabila"
Nabila sendiri menerimanya dengan rasa malu, gimana tidak malu, Faris menyerahkan baju yang sangat tipis dan sangat pendek.
"Ini Caca kenapa ngasih beginian sih, ini mah bukan baju lagi tapi renda doang, mana Faris lihat lagi" batin Nabila
Sedangkan Faris yang menyadari sikap Nabila pura pura sibuk dengan hal lainnya.
"Ah ini ada kartu ucapannya dari Caca, aku bacain ya"
Niatnya Nabila mau merebut kartu tersebut namun Faris dengan cepat membacanya
"Selamat ya Bilaku sayang, happy terus ya buat kalian pasangan baru, oh nya ini baju dinas malam buat lu Bil, amanat gua lu harus pake baju ini di malam pengantin lu ya, awas kalau ngga, biar ponakan gua cepat jadi hehe"
Faris melihat ke arah Nabila, Nabila hanya tertunduk malu
"Nih kali aja kamu mau baca"
"Kamu bohong kan kata kata tadi"
tanya Nabila
__ADS_1
" Baca aja sendiri"
Dan ternyata benar, apa yang dibacakan Faris tadi benar tertulis di kartu itu.
" Awas aja lu Ca kalau ketemu gua jambak nanti" batin Nabila
"Benerkan? nanti aku ingetin kamu takut kamu lupa sama amanat Caca"
Faris tersenyum genit ke Nabila, Faris seratus persen mengerti apa maksud sahabat istrinya itu.
"Faris apa sih, ini tuh ga layak pakai tau, ini mah bukan baju namanya tapi mirip saringan apa tau"
"Loh ko ngatain pemberian temen kamu sendiri sih? hem ga boleh gitu loh sayang"
"Bukan gitu maksudnya, kan kalau mau ngasih ya ngasih aja, ga usah ada alasan amanat harus di pakai malam ini juga kali ris"
Faris tersenyum melihat istrinya cemberut gitu
"Ga papa, itu artinya temen kamu itu ingin apa yang dia kasih ke kamu itu jadi bermanfaat, lagian kenapa? kita sudah sah ini kan?"
Faris masih menggoda Nabila, sebenarnya dia paham bahwa Nabila pasti masih risih memakai baju itu
"Iya, tapi aku ga biasa Faris, aku malu"
__ADS_1
"Ya sudah beresin dulu ini sampah bekas kertas kadonya, kita istirahat sudah malam"
Nabila beranjak ke kasur yang disusul oleh Faris.
Faris menarik Nabila kedalam pelukannya, kemudian mencium kening Nabila.
"Terimakasih sudah mau menerima aku menjadi suamimu"
Ucap Faris sambil mengusap lembut pipi Nabila.
"Ah jantung kenapa rame sekali sih, terus kenapa gua masih kepikiran tuh baju dari si Caca, apa gua pake aja kali ya, yang lihat suami ini kan ga papa" batin Nabila
"Faris aku ke kamar mandi dulu ya, pengen pipis"
Alasan Nabila, segera dia turun dari kasur, dan menyambar baju tipis yang dia simpan di samping bantalnya.
Setelah 10 menit di dalam, Nabila sangat gugup mau keluar dari kamar mandi, pasalnya baju yang dia pakai sangat terbuka sekali, belahan dada yang sangat terbuka dan panjang bajunya saja cuma sepertiga paha dia, jangan lupakan bahannya yang sangat tipis.
"Apa gua ganti aja kali ya, ga nyaman banget pake ini, sama aja ga pake baju ini mah" gerutu Nabila di dalam kamar mandi.
"Bil ko lama, kamu ga papa kan?"
Faris mengetuk pintu kamar mandi karena istrinya sudah 10 menit belum keluar
__ADS_1