Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
50


__ADS_3

Pagi ini setelah siap dengan pakaiannya, Faris melangkah menuruni tangga satu persatu, dia berniat menjenguk Nabila sebelum berangkat ke kantor.


"Faris ayo sarapan dulu"


Namun saat di tangga terakhir terdengar suara mamahnya yang menyuruh sarapan, Faris hampir saja melupakan bahwa kini di rumahnya ada mamahnya.


"Faris nanti sarapan di kantor saja mah, Lagi buru buru soalnya"


Ucap Faris dan segera menyalami mamahnya.


"Sarapan beberapa suap dulu, mamah udah masak ini"


"Faris buru buru mah, sisain buat nanti pulang aja ya"


"Ya sudah hati hati di jalan, oh ya nanti mamah mau pergi ketemu sama Dina teman mamah"


"Nanti biar Toni aja yang antar mah, Faris nanti suruh dia"


"Tidak usah, nanti mamah sekalian mampir ke kantor kamu, soalnya mamah janji ketemuan di resto anaknya Dina di dekat kantor kamu"


Faris mengerutkan dahi, seingatnya resto yang dekat dengan kantor Faris ya Resto milik Pandu.


"Iya anaknya baru buka cabang gitu loh ris, mamah janjian sama dia di sana, udah lama ga ketemu"


Faris melangkahkan kakinya dengan lebar saat tiba di rumah sakit, namun saat dia tiba di depan pintu kamar Nabila, Faris dapat melihat bahwa Nabila sedang berpelukan dengan seorang laki laki, jika tidak salah dengan ingatannya laki laki itu menggunakan pakaian yang sama seperti yang dia lihat kemarin


"Ah ****, itu kan Pandu, ngapain dia peluk peluk Nabila"

__ADS_1


gerutu Faris sambil segera menghampiri mereka, dan melepaskan pelukan mereka.


Dan yang Faris lihat di sana mereka hanya ada berdua.


"lepaskan!"


Ucap Faris menatap tajam Pandu


"Apa apaan kamu datang kesini seperti ini?"


Tanya Nabila


"Ya jenguk kamu lah, kamu apa apaan pelukan sama dia"


Ucap Faris sambil menunjuk Pandu


Jawab Nabila ketus


"Awas kamu main peluk kekasih orang"


Faris memperingatkan Pandu, sedangkan Pandu hanya tersenyum remeh


"Siapa juga yang kekasih kamu?"


Balas Nabila masih dengan ke pura puraannya


"Ya kamu lah Bila, cukup Bil aku sudah tau semuanya, kamu hanya pura pura lupa ingatan saja kan?"

__ADS_1


Nabila melotot, heran kenapa Faris mengetahuinya


"Kemarin aku mendengarnya, kenapa kamu lakuin ini? aku minta kamu sabar, biarkan aku meluluhkan hati mamah, tolong jangan berpikir pergi untuk yang ke dua kalinya"


"Aku rasa itu yang lebih baik, lebih baik kita berpisah seperti dulu"


"Bil please, beri aku kesempatan, aku tau siapa mamah, aku yakin sebentar lagi mamah pasti ngerestuin kita"


Pandu merasa tak nyaman dengan kondisi seperti ini, tadinya Pandu pamit pulang karena dia harus pulang dan ke resto, karena semalam Pandu yang gantian dengan bunda menjaga Nabila, dengan usaha yang keras dia membujuk Nabila dan akhirnya Nabila bisa menerima dirinya sebagi kakak kandungnya


Meskipun beda dengan Papanya, Nabila masih bimbang, Nabila ingin membiarkannya mengalir seperti air, dia memang kecewa sama ayah kandungnya, namun setelah di bujuk sama Pandu akhirnya sekarang hatinya mulai luluh, meskipun tak sepenuhnya.


"Aku pulang sekarang aja ya Bil"


Ucap Pandu


"Iya Pan, hati hati"


"Kamu kenapa dekat lagi sama dia sih Bil?"


"Ya terserah aku dong, dia yang sudah nolong aku juga"


"Iya, tapi aku cemburu"


Tak di sangkal, hati Nabila merasa senang mendengar apa yang barusan Faris katakan.


Nabila belum berniat menceritakan siapa Pandu sebenarnya kepada Faris. biarlah lebih baik seperti ini dulu.

__ADS_1


__ADS_2