Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
9


__ADS_3

audit dari kantor pusat pun berjalan lancar, dan hal yang bikin nabila bahagia yaitu caca sahabatnya akan di mutasi ke kantor cabang yang artinya mereka bisa satu kantor lagi.


"seneng deh ca kita bisa kerja bareng lagi nanti, ya meskipun beda divisi, oh ya mulai senin kan kamu masuk kantor sini?" sepulang dari kantor dan tau bahwa sahabatnya caca di mutasi ke kantornya nabila begitu senang, dan dia langsung menelpon sahabatnya itu


"iya bil, kita bener bener sahabat ya, jadinya gua yang ngintilin lu lagi deh.haha"


" iya lu harus ngintilin gua pergi kemanapun ya ca"


sontak mereka pun tertawa.


"oh ya kosan disana gimana nyaman ga? gua nanti tetanggaan ga sama lu?"


" disini sudah penuh deh ca, katanya ga jauh dari sini ko ca"


"eh ngomong ngomong Bapak CEO tampannya gimana? lo belum cerita lagi lagi bil"


"tadinya gua mau cerita, tapi berhubung lu juga mau pindah kesini, ya udah lu lihat aja sendiri nanti"


"ah lu bil ga asik, udah dulu ya bil gua mau beres beres buat pindahan"


"ok ca, see you"


tak lama dari itu HP nabila berbunyi, tanda satu pesan masuk.


#


jika tidak ada acara besok minggu, tolong belikan kue brownies di toko kue yang dekat kosan kamu, dan antarkan ke rumah saya.


...tapi saya tidak tau alamatnya?...


nanti saya kirim alamat rumah saya, tenang nanti uangnya saya ganti


...kenapa tidak pakai go food online aja pak?...


saya maunya kamu yang antar


...baiklah akan saya usahakan...


Harus, saya tunggu


#


huh..kenapa harus gua lagi sih? kenapa ga beli sendiri aja, bukan masalah uangnya nanti diganti, ga tau aja dia berduaan sama dia tuh hati gua ga aman.


gumam nabila saat mendapatkan pesan dari sang mantan.


sesuai perintah dari sang mantan sekaligus CEO hari ini nabila pergi ke toko kue dan mengantarkannya ke alamat rumah faris.


tiba di alamat yang faris berikan, pagar gerbang rumah faris yang terbuka, nabila langsung masuk dan mengetuk pintu.


tok.tok.tok


"saya kira kamu ga bakal datang"

__ADS_1


ucap faris ketika sudah membuka pintu rumahnya


"ya kan saya bilang diusahakan"


"ga nyasar kan bil?"


"tidak"


"ayo masuk mamah saya udah nunggu di dalam."


"maksudnya? katanya kamu tinggal sendiri disini?"


"iya saya tinggal sendiri, tapi sekarang lagi ada orang tua saya, ayo masuk"


faris mengajak nabila masuk dan menarik pelan tangan nabila.


sedangkan nabila kaget mendengar kalau mamah faris ada disini, hatinya tak karuan.


"mah ini ada nabila"


panggil faris kepada mamahnya, yang kebetulan sang mamah ada di ruang tengah sedang nonton tv,


"eh Nabila sini sini lama ga ketemu, aduh kamu makin cantik aja" sapa mamah faris


"siang tante, gimana kabarnya?" sapa nabila ramah dengan senyum manisnya, padahal dalam hatinya dia gerogi.


"kabar baik, kamu sendiri gimana? ko sehabis dari acara wisuda dulu kamu ga pernah kelihatan lagi? faris juga dia kalau dia ditanya soal kamu dia ngejawabnya lagi pada sibuk masing masing kalian"


"iya maaf tan, oh iya ini browniesnya tan"


"katanya kamu sekarang kerja sama faris ya nabila?"


"iya tante, saya jadi sekretarisnya pak faris di kantor"


"ko ngomongnya kaku sih bil, nyantai aja sama tante, ini bukan di kantor ko"


"maaf tan terbiasa di kantor"


"eh tante tinggal dulu ya mau angkat telpon dulu dari sodara"


"iya silahkan tan"


nabila menatap faris yang duduk tak jauh darinya


"kenapa tidak bilang ada mamah kamu disini?"


"kamu sendiri ga tanya, terus apa masalahnya?"


"ya ga papa sih, kalau gitu saya pamit pulang deh ya pak"


meskipun di luar kantor terkadang nabila masih memanggil faris dengan sebutan bapak, entahlah dia masih merasa canggung dengan faris


"kenapa buru buru?"

__ADS_1


"kan tugas saya sudah selesai, daya kan cuman disuruh beli kue dan nganter kesini, beres kan?"


"tunggu mamah dulu selesai telpon"


"baiklah"


kruyuk...


nabila menahan malunya karena perutnya berbunyi tidak tau tempat dan waktu, kini faris menatapnya, nabila buru buru memalingkan muka.


"kamu lapar? belum makan?"


"ngga ko saya sudah makan tadi"


alasan nabila, padahal dirinya belum sempat makan, karena hari libur jadwal bangun nabila yang biasa subuh hari ini dia bangun agak siangan, dilanjut beres beres kosan terus nyuci baju ditambah ada tugas tambahan dari faris, dan akhirnya sampai jam 11 siang ini nabila belum makan.


"ayo kita makan"


ajak faris kemudian berdiri dari tempat duduknya


"ga usah, nanti sepulang dari sini saya langsung makan, saya belum terlalu lapar ko"


"tidak ada bantahan nabila, saya juga belum makan sekalian temani saya makan."


faris mengajak nabila ke meja makan


"kenapa jam segini belum makan?apa kebiasaan kamu kaya gini?"


"tadi belum sempet kan disuruh beliin kue terus nganter kesini"


"ya kan kamu nisa sarapan dulu, kalau nanti kamu sakit gimana? terus ga masuk kerja gimana saya?"


"iya maaf pak"


setelah selesai nelpon mamah faris ke ruang tengah namun tidak menemukan anaknya dan nabila, kemudian melihat ke ruang makan dan melihat anaknya sedang makan bersama nabila.


"loh kalian disini rupanya, mamah cariin, loh faris bukannya kamu tadi udah makan? laper lagi kamu?"


nabila menatap faris, sedangkan yang ditatap salah tingkah dan segera mencari alasan, karena ketahuan berbohong


"iya mah ini nabila belum sempet sarapan, makanya faris ajak makan, sekalian nemenin dia"


nabila jadi malu sama mamahnya faris, datang ke rumahnya terus malah numpang makan. kesel juga ke faris yang tadi bilang belum makan, taunya dia dibohongi.


tak lama selesai makan, nabila pamit pulang ke mamah faris


"tante aku pamit dulu ya? maaf aku malah jadi numpang makan disini, hehe"


"iya gapapa sayang, kamu di kosan harus jaga makan nya ya jangan telat makan, lain kali main lagi ya kesini"


"iya tan makasih"


"ayo saya anterin" ajak faris

__ADS_1


"ga usah di anter pak, saya bisa sendiri "


"tapi saya yang mau nganter kamu"


__ADS_2