Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
43


__ADS_3

"Nabila kecelakaan mah"


sejenak mamah faris nampak kaget, bagaimanapun juga mamah faris masih mempunyai rasa kemanusiaan, tak sejahat seperti film film.


"ga bohong kan kamu?"


"engga mah, Nabila kecelakaan tadi malam, Faris pamit dulu ya"


"ya sudah hati hati"


tadinya mamah faris ingin melarangnya untuk pergi, namun dia tau bagaimana sifat Faris yang tak bisa dia cegah, di satu sisi dia juga merasakan kasihan atas yang menimpa Nabila, Namun tetap dia tidak mau jika faris Sama Nabila terus berhubungan.


"nanti besok mamah susul ris"


ucap mamah faris sedikit berteriak saat langkah faris sudah mulai menjauh.


diperjalanan Faris melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata rata, tak sabar ingin melihat kondisi kekasihnya.


"Alhamdulillahh operasi berjalan lancar, kita tunggu Nabila sadar saja,dan dia akan dibawa ke ruang rawat inap jika sudah sadar"


ucap wijaya kepada Hani dan suaminya.


"berapa lama dia akan sadar?"


tanya Hani


"tidak bisa di pastikan, bisa sampai satu hari, mungkin bisa lebih cepat dari itu atau hanya itungan jam"


"terimakasih dokter"

__ADS_1


ucap Ridwan


"panggil saya wijaya, jangan terlalu formal, saya juga ayah dari Nabila, saya permisi ada pekerjaan lain"


jawab wijaya dan pergi setelahnya


setelah selesai operasi wijaya segera menuju rumahnya, sebenarnya dia bingung harus memulai cerita kepada istrinya dari mana, dan apakah istrinya akan memaafkannya.


tapi wijaya sudah bulat tidak ingin menutupi masalah ini dari istri dan kedua anaknya


"mah, Pandu mana? tadi papa udah suruh dia pulang"


"ada di kamar, kata pandu ada yang mau papa bicarakan sama Pandu, ada apa pa?"


"sama mamah juga, tolong panggilkan Pandu kesini mah"


istri wijaya ini seorang perempuan yang cantik, juga ramah, wijaya berharap istrinya ini bisa menerima kenyataan dirinya.


"sekarang udah pandu nya pa, papa mau bicara apa sama pandu dan mama?"


tanya istrinya saat mereka sudah terkumpul


wijaya mengambil nafas panjang untuk mulai menceritakan semuanya.


"mah, Pandu sebenarnya papa disini ingin menyampaikan satu hal, ini masalah kesalahan papa di masa lalu, papa sangat meyesali kesalahan papa ini, papa harap setelah mendengar ini kalian bisa memaafkan papa, ini terjadi karena papa khilaf"


wijaya mulai menunduk, rasanya tak sanggup menceritakan aib dirinya, dia juga takut kehilangan istri yang dia sayangi jika setelah mendengar ceritanya istrinya tak bisa menerimanya.


"maksudnya? kesalahan apa pa?"

__ADS_1


tanya istrinya penasaran


"25 tahun lalu papa pernah dijebak sama teman papa saat di pesta dengan memasukkan obat perangsang di minuman papa, waktu itu papa pergi sendiri tanpa mamah karena kita sedang bertengkar dan.."


teruslah mengalir cerita tentang masa lalunya tanpa dia tutupi,


istri dan Pandu pun merasa kaget dan terpukul mendengar semua cerita wijaya


"Papa"


seperti disambar petir, kini di depannya suaminya menceritakan hal dia tutupi selama ini,


rasanya tak bisa mengeluarkan kata kata lagi saat mendengar semua cerita sang suami, suami yang begitu dia sayangi, dan dia percaya ternyata menyimpan rahasia besar


"maafkan Papa mah, ini semua murni terjadi karena khilaf, papa tidak akan melakukannya jika tidak minum obat itu mah"


ucap wijaya sambil bersimpuh di kaki istrinya


"khilaf? khilaf yang papa simpan kebenarannya selama puluhan tahun ini pa.hiks"


"maafkan papa mah papa mohon"


"apa papa ga memikirkan perasaan mamah yang sudah papa bohongi selama ini? bagaimana juga nasib perempuan yang jadi korban papa?"


Pandu hanya diam, sama halnya dengan mamahnya Pandu juga merasa kecewa atas kelakuan papa nya, namun disini yang berhak memberi keputusan adalah sang mamah.


"papa sangat menyesalinya mah, dan sekarang papa sudah bertemu kembali dengan perempuan itu"


...jangan lupa like nya biar author semangat up nya nih 😊...

__ADS_1


__ADS_2