
Di saat jam istirahat Faris pergi menjenguk sang kekasihnya, tak lupa dia mampir membeli beberapa buah untuk dibawa ke rumah sakit, meskipun Nabila tak mengingatnya dia tidak akan pernah menyerah begitu saja
ceklek
Saat pintu terbuka hanya terlihat Nabila yang sedang kesusahan mau mengambil gelas di meja, dengan segera Faris menghampirinya fan mengambilkan gelas yang berisi air dan diberikan kepada Nabila
"Nih"
Ucap Faris sambil memberikan gelas
Nabila hanya menerimanya tanpa bicara apapun
"Tante sama om kemana? ko kamu sendirian?"
"Kamu kenapa kesini?"
Bukannya menjawab Faris, Nabila malah balik bertanya kepada Faris,seolah dirinya tak senang dengan keberadaan Faris
"Menjenguk kekasih"
Jawab Faris sambil menyimpan buah yang dibawanya dan menarik kursi yang ada di samping ranjang
"Kamu jangan ngada ngada yah, siapa juga kekasih kamu?"
"Ga papa sekarang kamu belum ingat, tapi biarkan aku disini sebagai atasanmu yang sedang menjenguk karyawannya, tidak salah kan?"
Nabila diam membiarkannya,
"Kamu ingat aku atasanmu?"
"Bunda yang menceritakan"
__ADS_1
"Ini di makan"
Faris memberikan buah jeruk yang sudah dia kupas kulitnya
"Ga mau"
"Ya sudah aku saja yang makan"
Apa masih sakit?"
Faris melihat ke Badan Nabila yang dibalut perban
"Sedikit"
Sudah hampir sejam Faris menemaninya, walaupun Nabila hanya menjawab seperlunya apa yang Faris tanyakan, dan hanya Faris yang banyak bicara.
"Sudah jam setengah dua kamu harus kembali ke kantor"
"Bos harusnya kasih contoh yang baik buat karyawannya bukan seenaknya"
"Aku juga kan lagi jenguk karyawan yang sakit, Aku pulang setelah bunda kamu datang"
"terserah"
Tak lama Bunda Hani datang bersama suaminya
"Bunda sama ayah sudah datang, jadi kamu boleh pulang"
Ucap Nabila melirik ke Faris
"Baiklah, om tante aku pamit pulang"
__ADS_1
Kemudian Faris pergi dan kembali ke kantor
"Kamu ga boleh jutek gitu sama Faris, meskipun ingatanmu belum pulih, bersikap baik lah sama dia, dia juga atasanmu"
"Iya bunda"
"Ayah harus pulang ke Bandung, cuti ayah sudah habis, nanti biar ayah suruh Denis temenin bunda jagain kamu"
"Iya yah, makasih ya yah"
ucap Nabila sambil memeluk ayah Ridwan
Di kediaman Wijaya nampak Pandu sedang berbicara dengan ibu nya.
"Pandu akan menemui Nabila mah, dan apa mamah sudah memaafkan papa?"
Mamah Pandu hanya diam, setelah kejujuran wijaya, istri wijaya ini mendiamkan suaminya, karena dirinya masih kecewa dengan suaminya,.
"Mamah kecewa sama papa kamu, tega teganya dia nyembunyiin hal besar seperti ini dari kita, hingga anak itu sudah besar, jangan jangan kalau papa kamu tidak ketemu sama Nabila mungkin dia akan menutupi hal ini selamanya dari kita"
Pandu menghela nafas, dia juga sama merasa kecewa seperti mamahnya, namun akhirnya dia bisa menerima kenyataanya.
"mungkin perasaan aku ke Nabila selama ini hanya sebatas Kaka ke adik, rasa sayang dan rindunya mungkin hanya ikatan batin dengan sang adik, bagaimana dengan Nabila apa dia bisa menerima kenyataan ini?"
Batin Pandu
"Mah saat Pandu melihat Nabila entah kenapa hati Pandu tertarik sama Nabila, rasanya seperti Pandu sudah menemukan orang yang hilang atau tak pandu temui, awalnya Pandu kira perasaan ini,rasa sayang wajar Pandu ke lawan jenis namun akhirnya sekarang terjawab, rasa sayang Pandu karena ikatan batin Pandu sama adik Pandu"
"Pandu ingin menyatukan hubungan yang sudah lama terpisah ini, apa mamah menyetujuinya?"
"Kamu ga salah, itu memang benar, kalian adik kakak terlepas itu karena kesalahan papa kamu, mamah tak akan melarang, jenguk dia, sambungkan tali yang sudah terputus ini,mamah mengizinkanmu"
__ADS_1
"terimakasih mah"