
Suasana Resto milik Pandu seperti biasa ramai, mereka dua orang perempuan paruh baya yang duduk di meja pojok dekat dengan taman, sudah menghabiskan makanan pesanannya
"Hebat ya anak kamu udh punya cabang baru lagi"
Ucap Mamah Faris kepada temannya sambil melihat lihat pemandangan taman di depannya
"Ya Alhamdulillah, dia anak yang pekerja keras, ini sudah menjadi impiannya, padahal dulu papa nya berharap dia bisa mengikuti jejaknya, tapi ya apa daya, kita tidak bisa memaksa keinginan kita ke anak kita kan, biar dia mengejar mimpi mereka"
Jawab Dina yang tak lain istri Wijaya
"Betul"
"Anak kamu si Faris juga hebat ya di sudah jadi CEO muda, ngomong ngomong anak kita kan seumuran, gimana Faris udah ada kabar mau nikah ga? kalau si Pandu mah boro boro yang dia urus Resto terus"
Mamah Faris terdiam sejenak
"Sama Faris juga belum, mirip sama anak kamu dia sibuk kerja terus"
"Iya padahal kita udah ingin gendong cucu ya"
Tak terasa mereka menghabiskan waktu hampir dua jam di sana, karena sudah tak lama tak bertemu juga karena ini resto milik salah satu dari anak mereka makanya mereka leluasa mengobrol di sana.
Mereka, mamah Faris dan mamah Pandu adalah teman dekat waktu kuliah.
"Jadi kakak punya kakak cowok ka? terus dia temen baru kaka disini juga? dunia begitu sempit ya ka"
Ucap Denis yang sudah mendengar cerita dari Nabila kakaknya, Denis datang ke Bekasi untuk menggantikan ayah Ridwan menemani mamahnya menjaga Nabila
"hem"
__ADS_1
Jawab Nabila singkat
"Bunda gimana ka? apa dia marah sama ayahnya kaka? kalau aku sih marah, dia pria yang udah nyakitin bunda dulu"
Denis setengah berbisik sambil melirik ke arah bunda yang sedang asyik nonton tv di sofa
"Menurut kamu? ketika kamu ketemu sama orang yang bikin kamu hancur mau gimana? kaka aja kesel, tapi kaka mikir lagi gimanapun dia ayah kaka, terus mendengar cerita dia juga usaha dia kaka jadi setengah setengah nis"
"Maksud kaka setengah setengah apa?"
"Kaka marah sama dia, tapi kaka juga kangen nis, tau ah kaka juga bingung"
"Kalian bicara apa sih bisik bisik gitu?"
Tanya bunda yang ngerasa ada yang aneh dari kedua anaknya.
bohong Denis
Sedangkan Wijaya di ruangannya sudah membereskan mejanya dan akan menjemput sang istrinya ke Resto, meskipun sang istri belum kembali hangat sepenuhnya, namun dia yakin istrinya akan kembali seperti dulu setelah memaafkan kesalahannya.
"Terimakasih ya sudah di traktir makan disini, oh iya aku sudah telpon Faris untuk jemput kesini, anakmu mana?"
"Iya sama sama, Pandu lagi sibuk di ruangannya mungkin, aku juga mau sekalian pulang, kamu tidak mau mampir ke rumahku sekalian?"
"Lain kali saja"
Tak lama Faris datang untuk menjemput mamahnya, tadinya niat mamah Faris mau mampir ke kantor Faris, namun karena keasyikan ngobrol sama Dina, akhirnya tidak jadi.
"Mah"
__ADS_1
Panggil Faris saat sudah menemukan mamahnya, dan tak lupa Faris menyalami tangan Dina
"Bagaimana kabarnya di pak CEO muda?"
tanya Mamah Pandu sambil tersenyum
"Ah tante bisa saja, kabar baik tan, tante gimana?"
"Alhamdulillah baik, sudah lama ya tidak ketemu, kamu sekarang udah sukses, terakhir ketemu dia masih kuliah kan?"
"Iya, tan"
"Ya sudah aku pulang duluan"
"Mah"
Belum sempat mamah Faris berpamitan, tiba tiba ada suara di belakangnya
"Wijaya"
Ucap mamah Faris saat mengetahui suara siapa.
"Loh ada kamu juga disini?"
Wijaya melirik laki laki di samping mamahnya Faris
"kalau tidak salah ini laki laki yang kemarin di rumah sakit, oh iya ini pacarnya Nabila"
batin Wijaya
__ADS_1