
"saya mau izin jemput Nabila om tante"
faris minta izin saat d sudah tiba di rumah Nabila
"iya silahkan, tunggu dulu ya Nabila masih di kamarnya, biasa anak gadi kalai dandan suka lama"
ucap ayah ridwan kepada Faris
tak lama Nabila pun turun dari kamarnya
" Nah tuh anaknya" ucap sang mamah melihat Nabila menghampirinya.
seperti biasa Nabila selalu terlihat cantik dimata sang kekasih
"ya sudah mah yah, bila berangkat ya"
saat di perjalanan tangan kiri faris genggam tangan Nabila, dan satunya lagi fokus menyetir
"kamu kenapa dari tadi pegang tangan aku terus, hem?"
tanya Nabila sambil melihat ke arah faris yang sedang menyetir
"ga papa pengen aja, ga boleh?"
"boleh, aneh aja dari rumah sampai sekarang kamu ga lepas lepas, kamu lagi nyetir loh, bahaya"
"ga papa bila ku sayang"
__ADS_1
balas Faris sambil tersenyum genit ke arah Nabila, sedangkan Nabila hanya tersenyum melihat tingkah sang kekasih.
saat tiba di rumah Lusi, suasana sudah ramai dengan tamu undangan dan acara sepertinya sudah di mulai, mereka sedikit terlambat pas mereka tiba acara tukar cincin sedang berlangsung.
tak mau menunggu lama setelah acara tukar cincin selesai faris dan Nabila menghampiri Lusi dan mengucapkan selamat untuk sepasang kekasih yang baru saja bertunangan.
tak jauh dari tempat mereka, Nabila melihat orang tua faris dan langsung menghampirinya
"siang Tante, om apa kabar?"
sapa Nabila ramah
namun mamah faris yang disapa malah nampak cuek, beda dengan papa faris, dia menjawab Nabila ramah.
"kabar baik Nabila, kamu gimana? sudah lama ga ketemu ya?"
tanya papa faris
saat Nabila sedang asik bicara sama papa faris, mamah faris menarik tangan faris dan membawanya ke teras rumah,
Nabila yang baru menyadari tidak ada faris disampingnya akhirnya nabila pamit untuk mencari faris
"faris kamu engga nurutin kata mamah nak, kenapa kamu masih jalan sama Nabila, kalau ada orang yang tau gimana ris?"
"mah, maaf faris ga bisa nurut sama mamah kali ini, faris sayang mah sama Nabila, Faris ingin dia yang terakhir buat faris"
" tapi ris kamu tau kan Nabila itu siapa? mamah ga mau jadi bahan omongan keluarga besar kita kalau mereka tau yang sebenarnya tentang asal usul Nabila"
__ADS_1
"mah Nabila ga bersalah, Nabila anak baik, dia juga berasal dari keluarga baik baik"
"tapi buktinya dia lahir karena bukan hasil pernikahan faris"
"bundanya Nabila hanya korban mah, tolong mamah ngerti"
"pokoknya mamah ga mau tau, cepat kamu putuskan Nabila"
Deg
saat mereka bicara mereka tak sadar jika objek yang mereka bicarakan sedang berdiri dekat pintu yang menuju teras dimana mereka berada, tak terasa Nabila meneteskan air mata mendengar apa yang mereka bicarakan.
" akhirnya yang aku takutkan terjadi ris, mamahmu tak mengizinkan kamu sama aku ris" batin Nabila
"loh ko kamu disini, farisnya udah ketemu?"
tanya papa faris dengan suara yang keras, yang membuat Faris dan Mamahnya menengok ke arah suara.
faris kaget ternyata Nabila berdiri disana, dan Faris yakin Nabila pasti mendengar semuanya.
"sudah om"
Nabila buru buru menghapus air matanya saat papa faris memanggilnya.
"om, tante Nabila sekalian pamit pulang ya" Nabila menatap papa sama Mamah faris bergantian kemudian tersenyum seolah tidak terjadi apa apa.
Nabila pun pergi meninggalkan mereka, dengan hati yang sedih
__ADS_1
dan faris pun langsung mengejarnya.