Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
14


__ADS_3

cinta lama yang diantara faris dan nabila kini mulai bersemi lagi.


detik ini faris bertekad untuk memperjuangkan cintanya, apalagi setelah mengetahui alasan mereka putus. tidak ada yang salah diantara mereka.


untuk sekarang faris ingin hubungan yang serius, bukan hanya sekedar kekasih.


setelah kepulangan dari rumah sakit mereka pun tiba di rumah faris


"kenapa bapak terus mengatakan kepada teman bapak kalau saya calon bapak?"


tanya nabila


"memang kenapa? ada yang salah? kamu singel saya juga singel kenapa tidak untuk kembali bersama?"


tanya faris menatap nabila dengan tatapan yang tak bisa nabila jelaskan. entah kenapa nabila jadi bengong tak tau harus menanggapinya gimana.


"jangan becanda deh pak, bapak lagi sakit juga"


nabila berusaha bersikap normal walaupun dalam hatinya dia tidak tenang.


"terserah jika kamu anggap saya becanda, tapi saya akan membuktikannya, dan tolong jangan panggil saya bapak, saya tidak mau jadi bapakmu, bisa?"


tatapan faris semakin dalam, sedangkan nabila yang di tatap seperti itu semakin gugup salah tingkah


"bisa nabila?" faris kembali bertanya karena tidak ada respon dari nabila.


nabila berusaha menghindar namun tangan garis segera menahan tangan nabila


"sekali lagi tanya bisa bila?"


"bisa apa?"


"bisa jangan panggil bapak dan bicara seperti sewajarnya, oke kalau di kantor aku ngerti"


"akan aku usahakan, tapi kembali bersama sepertinya sulit"


"izinkan aku berusaha bil"

__ADS_1


tak bisa dipungkiri perasaan nabila sama seperti faris, lima tahun setelah berpisah dari faris, nabila tak pernah berhubungan dengan pria lain, selain ada penyesalan karena telah memutuskan faris yang tidak ada salah padanya, memang hatinya belum bisa terbuka untuk pria lain. kini mereka dipertemukan kembali semesta seolah memberi kesempatan kepada mereka untuk memperbaiki hubungan mereka.


entahlah nabila akan menjalaninya seperti air, dia tak mau berharap lebih kepada faris.


Hp nabil berbunyi ada telpon masuk, dipandangnya layar Hp tidak ada nama kontak pemanggil, hanya deretan nomor


nabila membiarkannya dipikirnya mungkin orang iseng atau penawar pinjaman seperi kemarin kemarin dan nabila sedang memikirkan omongan faris barusan, setelah mengatakannya faris langsung istirahat ke kamarnya, dan faris melarang nabila untuk pulang


namun Hpnya berbunyi lagi, akhirnya nabila mengangkat sang penelpon.


"ya halo" angkat nabila dengan malas


"halo nabila? nabila putri annisa?" ucap sang penelpon.


"iya, maaf ini siapa ya?"


"bila ini gua nil Lusi, Lusi aprlia lu ga inget?"


tanya sang penelpon


"Lusi temen kampus gua di Bandung dulu?"


"ya ampun Lusi gimana kabar lu?"


"alhamdulillah bil baek,lu sendiri gimana?"


"baek juga gua, betewe lu tau nomor Hp gua darimana?"


"dari bang faris, gua tau dari mamahnya katanya lu balikan lagi ya sama sepupu gua itu?tega lu ya pindah ga ngabar ngabarin gua"


"sorry lus dulu Hp gua hilang, ga tau mau ngehubungi lu kemana"


"lu beneran balikan sama bang faris? setau gua dulu terakhir pas dulu lu pindah bang faris nanya nanya lu ke gua, katanya kalian putus,terus lu yang maen ngilang gitu"


"engga, gua kerja sama faris, kebetulan gua jadi sekretaris dia, mungkin mamahnya faris ngira gua balikan kali soalnya pas gua ke rumah farisa ada mamahnya"


"oh gitu,ntr lah ceritain semuanya, hayu lah meet up gua juga di bekasi bil"

__ADS_1


"beneran lus lu di bekasi juga?"


" oke lah ntar berkabar aja, udah dulu ya gua mau nyiapin obat buat faris"


"bang faris kenapa?sakit apa?"


"magh dia kambuh lus"


"terus kalian sekarang dimana di kantor?"


"ngga gua di rumahnya faris, kita ga ngantor hari ini"


"oh gua paham sekarang"


"paham apa lus?"


"ya kalian berdua, kalau ga balikan, ngapain li ngurusin faris nyampe ga ngantor segala?"


"ngga lus, ini gua ga ngantor karena faris yang nyuruh,udah dulu ya dah"


nabila menutup pembicaraan mereka, dan segera menyiapkan obat untuk faris


"ris minum dulu obatnya" nabila mengetuk pintu kamar faris


" ya bil" jawab faris dari kamar


ceklek


pintu kamar terbuka


"sudah sore bil, kamu aku antar pulang saja, aku udah mendingan ko"


"eh ga usah aku bisa pulang sendiri ko, kamu masih lemes kaya gitu, oh ya kamu kasih nomor aku ke lusi?"


"iya dia nanya aku dia tau kamu kerja sama aku dari mamah"


"oh ya udah, aku pulang ya ris, cepat sembuh"

__ADS_1


"terimakasih bila, hati hati di jalan"


nabila mengangguk dan hendak pulang


__ADS_2