
... maaafkan author jika masih banyak typo yang bertebaran dimana mana ✌...
Nabila pergi meninggalkan mereka, dengan hati yang teramat sedih.
apakah salah dirinya terlahir karena tanpa ayah kandung? jika harus memilih Nabila juga ingin terlahir seperti orang lain, ada ayah dan ibu kandung, apa tak cukup kehadiran ayah ridwan di hidupnya?
Nabila pikir setelah ada ayah ridwan, penilaian orang lain terhadap Nabila akan berubah naum dia salah, dirinya tetap di anggap hina di mata orang lain, karena alasan itupun kini dirinya pun dipaksa harus berpisah dengan faris orang yang Nabila sayangi.
"bila please tunggu dulu"
faris mengejar Nabila dan menarik tangannya pelan supaya Nabila berhenti
"aku harus pulang ris"
Nabila ingin segera pulang untuk menumpahkan air mata yang sedang iya tahan.
"oke, kamu pulang tapi bareng aku"
"ga usah aku pulang sendiri aja"
__ADS_1
Nabila berusaha melepaskan tangan faris, namun nihil tak ada hasil, pegangan faris sangat kuat
"kamu datang bareng aku, pilang juga bareng aku, ayo"
faris mengajak Nabila masuk mobilnya, Nabila terpaksa mengikutinya, karena dia tau pasti faris tak akan melepas dirinya pulang sendiri begitu saja
ketika di perjalan Nabila masih terbayang tentang apa yang mamah faris bicarakan.
"kamu dengar apa yang mamah bicarakan tadi kan makanya kamu langsung mau pulang?"
tanya faris.
"apa yang mamah kamu katakan memang benar ris, kita tak pantas bersama, lebih baik kita sudahi saja hubungan kita, cukup sampai disini"
jujur Nabila sangat berat mengatakannya, namun apalah daya, jika orang tua faris tak merestui, Nabila tak mau memaksanya.
faris segera menepikan mobilnya, tak mau membahayakan dirinya.
kini faris menatap Nabila, sedangkan Nabila berusaha mengalihkan pandangannya keluar, rasanya tak mampu jika harus langsung menatap mata orang yang harus dia tinggalkan.
__ADS_1
"apa yang kamu katakan bil? maafkan atas kesalahan mamah, yang ngejalani hubungan ini hanya kita bil, hanya kita yang rasakan bukan orang lain"
"tapi apa yang mamah kamu katakan benar ris, mari kita sudahi saja semuanya, aku ga mau kamu jadi anak yang menentang orang tuamu"
"apa kamu mau kejadian lima tahun terulang lagi, kamu putuskan hubungan ini sepihak?"
akhirnya air mata yang dia tahan dari tadi kini mengalir di kedua pipinya, Nabila menyeka kedua pipinya dengan tangannya, Nabila berusaha tegar
Nabila tetap diam, bibirnya kelu tak bisa berkata lagi karena ada luka di dalam hatinya.
"berikan aku kesempatan untuk meyakinkan mamah, jika kamu lelah aku mohon jangan menyerah, istirahatlah sejenak, biar aku yang akan berjuang, aku akan berusaha meyakinkan mamah, aku yakin hati mamah akan luluh jika aku berusaha kasih mamah pengertian"
Nabila tetap diam tak bergeming, Faris yang tak tahan melihatnya langsung menarik Nabila kepelukannya, Nabila pun hanya diam
tak membalas ataupun melepaskan pelukannya.
"Dari awal melihatmu kembali, Dari situ juga aku bertekad tidak akan melepaskanmu Nabila, jadi jangan berharap pergi lagi dariku, karena kali ini aku tak akan melepaskan begitu saja, aku tak mau kehilangan orang yang sama untuk yang kedua kalinya, karena itu sangat menyakitkan, jadi bersabarlah, biar aku yang berusaha"
ucap faris sambil memberi kecupan di kepala Nabila
__ADS_1
sedangkan Nabila hanya bisa menangis mendengar kata kata faris.
entahlah dirinya tak mau berharap tinggi, dia pasrah jika faris bukan untuknya, dia akan melepaskannya, meski sulit bahkan lebih sulit jika dibandingkan dengan lima tahu lalu Nabila meninggalkan faris