
...udah episode 15 nih, author minta maaf kalau banyak typo atau salah kata, maklum author baru menetas 😀...
di tempat lain di kediaman puguh wijaya nampak keluarga itu sedang makan malam, disebelah kanan puguh ada sang istri dan sebelah kiri ada seorang laki laki tampan yang tak lain adalah anak satu satunya dari hasil pernikahan puguh dan sang istri
"gimana restoran cabang baru kapan peresmiannya pandu?" tanya sang ayah kepada Pandu wijaya, anak semata wayangnya yang sekarang sedang menggeluti duni bisnis kuliner.
"rencana lusa sorenya yah, besok mau lihat persiapan buat peresmian, takut ada yang kurang"
ya pandu wijaya sekarang mau buka restoran cabang ke tiganya di Bekasi, setelah bulan kemarin membuka cabang di Bandung, kini dia membuka cabang lagi di Bekasi.
berbeda dari sang ayah yang berprofesi sebagai dokter, Pandu memilih untuk berbisnis, ayahnya sudah membujuk Pandu untuk mengambil profesi yang sama saat dirinya mulai menginjak kuliah, namun Pandu tetap dengan pendiriannya, tidak mempunyai minat untuk berkecimpung di bidang kesehatan,
seperti sekarang Pandu berkecimpung di dunia bisnis, selain usaha restoran Pandu juga mempunyai usaha ternak ikan yang cukup besar di Bandung yang dia percayakan sama saudaranya di Bandung.
"ayah sama mamah jangan lupa datang"
"pasti dong nak, masa di hari bahagia kamu mamah ga datang, iya kan yah?"
"di usahakan" ucap wijaya sambil tersenyum kepada Pandu
__ADS_1
entahlah saat melihat istri dan anaknya bahagia, di hati wijaya selalu ada rasa aneh yang mengganjal, rasa seperti penyesalan dan seperti ada yang kurang.
"ya sudah Pandu pamit ya mah yah mau ketemu teman dulu mau bahasa kerjasama kita"
Pandu pun pergi untuk mengecek sudah sampai mana persiapan untuk grand opening cabang restoran barunya.
di kosan caca lah sekarang nabila berada, setelah pulang dari faris kebetulan pas jam pulang kerja, sengaja nabila mampir ke kosan caca karena tau kalau caca sudah pulang ke kosan
"terus lu jawab apa tuh sama si pak faris, lu juga ada rasa lagi kan sama si pak faris?"
tanya caca setelah nabila menceritakan apa yang terjadi tadi di rumah faris
"entah lah ca, gua bingung, biar lah gua belum bisa sepenuhnya nerima dia kembali, tapi gua juga ga tau bisa nolak dia pa engga"
"makasih ca, lu emang the best lah"
"oh ya lu masih ingat ga lusi sahabat yang pernah gua ceritain dulu? sepupunya faris?"
"iya, ya jadi perantara lu kenal sama faris kan?"
__ADS_1
"iya, dulu gua kenal sama faris karena kebetulan dia jemput caca di fakultas gua, dia nelpon gua ngajak ketemu, temenin yu sekalian nanti gua kenalin, asik ko orangnya"
"boleh boleh, kapan? lusa aja, deket kantor kita ada resto baru yang mau opening tuh, lumayan tuh ada promo 30% "
"resto sebelah mana sih ca?"
"itu deket kantor kita, sebelahnya kantor pegadaian"
"oh itu disitu resto ya ca, gua ga ngeh disana ada resto baru"
"iya baru mau opening sih bil tulisannya, tempatnya lumayan sih kelihatan dari luar, lu gimana sih udah dua bulan disini masa ga merhatiin sekitar, yang diperhatiin pak faris mulu sih"
"ye ga gitu juga,gua ga merhatiin satu satu tuh gedung yang berjajar kalau lewat situ, gua pulang ya gerah mau mandi"
" mau jalan kaki lu bil?"
"he.. senyum smirk nabila
"ya lu anterin lah"
__ADS_1
"dasar lu tamu ga diundang pulang minta anter"
"hayu ca bentar doang ga sampai lima menit ke kosan gua"