
esoknya mereka menjalani hari di kantor seperti biasanya.
meskipun awalnya ada rasa canggung.
"pak nanti ada meeting di luar sama klien dari perusahan Cy, dari pihak mereka ingin mengubah tempat meetingnya pak?"
"ko dadakan mereka ngasih taunya?"
faris melirik jam, seingatnya jadwal meetingnya tinggal dua jam lagi
"iya tapi tenang pak mereka malah ingin pindah tempat ke tempat yang lebih dekat dengan kantor kita"
"oh ya dimana?"
" di Resto PW, Resto yang baru buka beberapa hari di dekat kantor ini"
"oh yang itu, baiklah tak masalah, saya kira jauh"
"oh ya kamu ikut saya ya"
"tapi kan pak jadwalnya ada Toni yang menemani meeting kali ini"
"ga usah ganti aja Toni sama kamu, biar kita langsung makan siang bareng"
ya alasan faris mengajak nabila meeting kali ini karena faris ingin makan siang bareng dengan sang kekasih, karena kalau tidak begini caranya, nabila pasti menolak dengan alasan takut ada karyawannya yang akhirnya mengetahui hubungan mereka.
karena nabila tidak ingin mereka tau hubungannya dengan faris sebelum dirinya resmi menjadi istri faris kelak.
"baiklah"
nabila pun segera menelpon pihak resto untuk reservasi meja untuk meeting mereka, ya di resto PW ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk acara formal seperti meeting, atau bahkan acara keluarga juga, sang pemilik sengaja menyediakannya karena melihat banyak perusahaan perusahaan di sekitar restonya.
"selamat siang pak faris" sapa bapak bapak yang merupakan klien faris
"selamat siang juga pak"
balas faris
__ADS_1
"bisa kita langsung mulai meetingnya, soalnya setelah ini saya harus ke kerawang"
ucap klien faris
"oh tentu, baiklah kita mulai aja pak"
akhirnya meeting bersama klien hari ini selesai juga, saat selesai meeting dengan klien pas dengan jam makan siang.
"terimakasih ya sudah menemaniku bil"
"sudah seharusnya pak"
faris mngerutkan dahi
"ko bapak sih"
"loh memang kenapa?"
"ini bukan kantor bil apa kamu lupa?"
"hehe iya maaf ris, terbiasa"
"oke, menu ini enak loh ris, kemarin pas opening aku udah nyoba"
suasana resto menjadi semakin ramai mengingat ini adalah jam istirahat, banyak para pegawai yang datang untuk makan siang.
"hemm kelihatannya enak, aku coba deh"
"aku ke toilet dulu ga bil"
saat mereka sudah pesan menu, tiba tiba faris pamit ke toilet.
nabila memperhatikan suasana disekitarnya,
hebat juga ya Pandu masih muda sudah punya tiga cabang resto, besar lagi, pinter juga dia dalam mendesain tempatnya jadi ga monoton" batin nabila
"eh nabila"
__ADS_1
saat sedang sibuk mengagumi resto dan pemiliknya, eh sang pemilik resto muncul di hadapan nabila
"eh Pandu"
" sama siapa disini bil?" pikir pandu ga mungkin nabila sendiri kesini.
tiba tiba pandu duduk di kursi sebelah nabila.
dan mereka mengobrol.
sedangkan dari arah berlawanan mereka faris yang melihat nabila sedang berbicara sama pria, dan terlihat begitu akrab merasa penasaran dan tidak suka, dan faris pun segera menghampirinya.
"khem
suara faris menghentikan obrolan nabila dan faris
"udah dari toiletnya?"tanya nabila
sedangkan yang ditanya malah menatap Pandu.
"eh udah, ini siapa bil?"
tanya faris masih penasaran
"oh kenalin ris ini Pandu, dia yang punya resto ini loh"
Pandu pun mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan faris, faris pun membalasnya
"aku permisi dulu ya bil, takut ganggu, selamat menikmati ya" ucap Pandu meninggalkan faris dan nabila
"ko kamu kenal sama pemilik resto ini?"
"udah beberapa kali ga sengaja ketemu terus kemarin dia juga yang nolongin motor Caca mogok"
"oh"
faris merasa tak senang melihat nabila dekat sama Pandu.
__ADS_1
dari tatapan Pandu ke Nabila, faris rasa Pandu menyukai Nabila