Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
55


__ADS_3

Dua minggu sudah Nabila tak masuk kerja, terhitung mulai dari dia kecelakaan sampai sekarang, hari ini Nabila berniat akan masuk kerja, karena tak enak kelamaan izin, dan untuk rencananya dulu keluar dari kantor Faris, Nabila masih memikirkannya, karena melihat usaha Faris selama dirinya tak masuk kerja, Faris tak pernah sehari pun menanyakan kabar Nabila lewat telpon dan bahkan hampir tiap hari Faris datang ke kosannya membuat Nabila jadi ragu untuk meninggalkan Faris.


Namun Nabila merasa putus asa jika teringat dengan permintaan mamahnya Faris.


"Syukur deh lu sekarang uda berangkat kerja lagi,tau ga kata si Toni pak Faris terlihat seperti kurang semangat kerja semenjak lu ga masuk karena sakit"


Ucap Caca saat dirinya menjemput Nabila


"So tau lu"


"Loh ko so tau sih bil,orang Toni sendiri ko yang bilang, kan yang gantiin posisi lu ya si Toni"


"Udah yu ah berangkat"


Tiba di kantor, dan ketika mau duduk di kursi tiba tiba Faris datang menghampirinya


"Ke ruanganku ya"


Faris pun pergi setelah mengatakannya


"Ada pa ya pak manggil saya?"


Nabila melihat di atas meja Faris ada kantong seperti kantong makanan.


Faris menarik tangan Nabila dan tangan sebelahnya lagi membawa kantong makanan di meja tadi dan meletakannya di meja dekat sofa, sedangkan Nabila hanya menurut saja


"Ayo sarapan"


Ajak Faris ketika membuka dan mengeluarkan isi kantong yang ternyata dua porsi bubur komplit dengan sate usus dan telor

__ADS_1


"Maksudnya ngajak sarapan bareng? disini?"


"Iya lah, hayu makan, kamu baru saja sehat, harus jaga kesehatan kamu loh"


"Aku sudah sarapan, lagian ga enak kalau nanti ada orang masuk kesini? kamu ini ada ada aja"


bohong Nabila, padahal dirinya tadi hampir kesiangan jadi tak sempat sarapan


"Jangan pikirin itu, aku larang orang masuk kesini, ayo makan!"


Nabila menggelengkan kepalanya


"Bubur ini enak loh, langganan aku, cobain deh atau mau aku yang suapin? nih A...a?"


"Ga usah, aku bisa sendiri"


Drrrt..drrrt.


Hp Nabila berdering tanda ada panggilan masuk, sejenak Nabila menatap Faris, dan faris mengerti


"Angkat saja, siapa tau penting"


"Ya Halo"


"Halo Nabila, ini tante Dina, nanti malam datang ya ke restonya Pandu, tante ingin makan malam sama kamu, ada sesuatu yang mau tante sampaikan juga"


Ternyata yang telpon Tante Dina ibunya Pandu alias istri dari Papanya.


Ya lambat laun akhirnya Nabila, bisa memanggil Wijaya Papa, dan sudah memaafkan nya, namun untuk ikut tinggal bersama keluarganya, Nabila belum bisa, dan Wijaya pun memahaminya.

__ADS_1


"Aku usahakan ya tan"


"Baiklah, tante tunggu"


tut.


Panggilan pun terputus.


"Dari siapa?"


Tanya Faris


"Tante Dina"


"Oh"


Melihat ekspresi Faris, seperti Faris sudah mengenal tante Dina saja.


"Terimakasih, Aku ke mejaku ya"


Nabila pamit saat mereka sudah menghabiskan sarapannya.


"Hem, nanti pulang aku yang antar, oh ya buat kerjaan kamu, kamu tanya ke Toni ya, Toni yang gantikan kamu kemarin,


oh ya sesudah istirahat makan aku ada meeting di luar tapi sebelum jam pulang aku pasti sudah di kantor, nanti kamu pulang bareng aku"


"Ga usah, aku sama Caca"


"Tak ada penolakan"

__ADS_1


__ADS_2