
Ini bab terakhir ya reader..
makasih udah mampir, mohon maaf banyak typo. 😊😀
"Kemarin aku beli beberapa baju yang seperti ini, ini lagi nyoba aja, bagaimana menurut kamu?bagus ga?"
Tanya Nabila sambil tersenyum genit
"Bagus sekali, aku suka"
Faris mengecup bibir Nabila sekilas
Nabila tersenyum
"Yasudah aku ganti dulu pakai piyama biasa ya?"
Saat Nabila mau melepaskan dirinya dari Faris, Faris mengeratkan tangannya yg berada di pinggang Nabila
"Maksud kamu apa sayang?"
Tanya Faris heran
"Ya aku kan cuma mencobanya aja, udah ah lepasin aku mau ganti baju dingin"
Nabila sengaja mencari alasan, sebenarnya tujuan utamanya memang menggoda suaminya dan ingin menyenangkan suaminya, tapi Nabila terlintas ingin mengerjai suaminya itu.
__ADS_1
Nabila mencoba melepaskan diri lagi, namun tidak dibiarkan Faris.
"Mencobanya? yakin? terus kenapa kamu pakai make up gini kalau hanya mau mencobanya saja? bukankan kamu memakainya buat aku? buat dinas malam ini kan?"
Faris semakin mendekatkan wajahnya kepada Nabila
"Engga aku cuma mencoba saja beneran"
"Kenapa masih malu malu sayang, kalau kamu mau, kamu tinggal bilang aja, aku selalu siap ko 24 jam buat kamu"
Faris dan Nabila tersenyum, kini Faris sudah memulainya, Faris mengecup bibir istrinya, Nabila pun menyambutnya dan tak terasa mereka terbuai dan kini mereka sudah berada di kasur dan menjalani aktifitas suami istri.
"Mas bangun kita kesiangan, sudah jam setengah tujuh"
Nabila mencoba melepaskan pelukan tangan Faris yang dari tadi malam tidak pernah lepas dari nabila.
Faris tersenyum jahil
"jangan ngada ngada kamu mas ini sudah jam berapa cepet bangun terus mandi, nanti telat ngantor kita"
Nabila terus berusaha lepas dari Faris namun Faris tak membiarkan Nabila pergi darinya.
"Kita cuti aja sayang, nanti aku telpon Toni"
"Mas nanti siang ada meeting loh sama klien kita di luar"
__ADS_1
Faris terdiam sejenak dia baru ingat ada jad meeting hari ini.
"Biarin, nanti kita berangkat siang aja langsung ke tempat meeting tidak usah mampir ke kantor dulu, keburu kali sayang dua ronde lagi"
Nabila melotot, aneh kenapa suaminya semakin hari semakin mesum begini.
Faris pun kembali menarik Nabila dan memulai kembali aktifitas hangat di pagi hari, Nabila hanya pasrah mengikuti keinginan suaminya.
"Kamu belum ada niatan untuk berhenti kerja aja sayang?"
Tanya Faris saat mereka kini berada di mobil menuju tempat meeting
"Kan kita udah sepakat mas, nanti kalo kita di anugerahi seorang anak, aku akan berhenti bekerja, menurutku enakan begini mas tiap waktu kita ketemu"
"Iya, tapi aku kasian sama kamu, pagi pagi harus nyiapin kebutuhan kita, terus kerja juga, kamu kenapa ga mau pakai jasa asisten aja sayang, soal ketemu tiap waktu kamu bisa ke kantor tiap waktu kapanpun kamu mau, kamu bisa nunggu aku di kamar istirahat aku"
"Engga ah enakan begini, biar aku menikmati keadaan seperti ini dulu ya mas"
jawab Nabila tersenyum sambil memegang tangan kiri Faris.
Mereka telah sampai di tempat tujuan mereka, Sesaat sebelum mereka turun dari mobil, Faris menahan tangan Nabila dan
"Cup"
Faris mencium bagian perut Nabila aga lama sambil membenamkan kepalanya
__ADS_1
"Cepat tumbuh di dalam perut mamah ya sayang"
Nabila yang mendengar merasa terharu dengan tingkah Faris. Memang mereka berdua tidakk akan menunda untuk mempunyai keturunan. Apalagi Faris, dia yang selalu paling semangat jika membahas anak, apalagi masalah prosesnya, jangan ditanya lagi itu mah.