Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
19


__ADS_3

malam harinya saat nabila rebahan diatas kasur, menikmati kamarnya yang hampir tiga bulan ini dia tinggalkan, tiba tiba Denis masuk ke kamarnya dan maksa nabila ngajak jalan keluar


"hayu lah ka mumpung kaka pulang traktir aku ka, mumpung malam minggu juga"


"kaka lagj males nis, kamu aja gih sendiri nanti kaka kasih duitnya"


Denis tetap memaksa kaka nya untuk jalan keluar.


"baiklah kaka mau, kamu keluar dulu sana mau ganti baju dulu kaka"


akhirnya nabila menyerah dan menuruti kemauan Denis.


"mobilan aja ya ka, lagi musim dingin"


"kamu yang nyetir"


"baiklah kakak ku tersayang"


akhirnya disinilah mereka berada di cafe dekat dengan alun alun Bandung.


dirinya jadi teringat dulu zaman masih berhubungan sama faris pernah beberapa kali jalan jalan di sekitar alun alun Bandung.


oh ya saat berhubungan dengan faris dulu, keluarga nabila tidak ada yang tau.


"ka cowok yang kemarin cowok kaka ya?"


sudah nabila duga pasti si denis adiknya akan menanyakan hal ini, walaupun sedikit tengil orangnya namun denis termasuk cowok yang peka, kemarin saat faris mengantar nabila ke rumah, Denis sudah merasakan ada sesuatu diantara faris dan Nabila.


"dia itu bos kaka Denis, berapa kali kaka bilang sih? kaka kerja sama dia dia CEO di kantor, dan kaka sekretarisnya puas?"


terang nabila yang sedikit kesal karena Denis terus saja menanyakan hal yang sama.


"ya ga bisa aja kan kakak jadian sama bos kaka itu, tapi dia kelihatannya orangnya baik ka, kalau dia juga bukan cowok kaka tapi kelihatannya dia suka sama kaka"

__ADS_1


"kamu tau apa sih? sekarang puas puasin tuh makan mumpung kaka yang traktir"


"iya ka iya, eh tapi kaka suka ga sama dia?"


nabila menatap tajam ke arah Denis, Denis yang ditatap seperti itu mengerti bahwa kakak nya tidak mau menceritakannya.


setelah selesai makan dan jalan jalan di alun alun Bandung, mereka pun pulang


saat dalam perjalanan barulah nabila sedikit menceritakan tentang hubungannya di masa lalu dengan faris kepada sang adik. karena meskipun denis orangnya begitu tapu Denis bisa menjadi pendengar yang baik.


"Dia mantan kakak nis"


"siapa yang mantan kakak?"


"tadi kan kamu kepo soal faris"


"seriusan? demi apa kak?"


"kenapa kakak ga cerita sama Denis kalau kakak dulu pernah jadian sama dia?"


"dulu kan kamu masih bau kencur ga bakal ngerti"


"enak aja bau kencur, kalau kakak dulu awal kuliah berati Denis dulu baru keluar SMP dong?"


"mungkin"


"kenapa kalian putus?"


nabila tertunduk sedih jika mengingat hal itu, jika kembali menceritakan latar belakang dirinya, nabila suka merasa sedih.


"kakak melihat faris serius sama kakak, maka nya kakak putusin.."


"ya bagus dong kalau cowok serius berarti dia ga mainin cewek"

__ADS_1


"jangan potong dulu omongan kakak, nanti kakak ga lanjut cerita"


"iya deh iya, lanjut ka"


"dia mulai serius ke kakak, kakak pernah dengar pembicaraan faris dengan orang tuanya, faris ingin serius sama kakak, orang tuanya faris juga berharap begitu, tapi pas kakak dengar kalau orang tuanya dia menginginkan pasangan faris dari kelurga baik baik, dari situ kakak merasa ga pantas dan kakak rasa lebih baik kakak putus"


nabila sambil meneteskan air matanya.


Denis yang mendengarkannya mulai paham dengan apa yang diceritakannya.


"kenapa kakak ngerasa ga pantas?"


tanya denis dengan nada lembut


"kamu tau sendiri nis, siapa kakak. pasti mereka tidak bisa menerima kakak kalau tau yang sebenarnya"


susana berubah menjadi melow.


"kak itu baru perkiraan kakak saja, kan bisa saja orang tuanya faris menerima kakak, terus sekarang perasaan kakak gimana? yang aku lihat tadi bos kakak itu masih ada rasa sama kakak"


"ga tau nis, kakak bingung, kakak ga mau berharap lebih, meskipun kakak tau dia masih ada rasa sama kakak"


"udah Denis bilang dari dulu, kakak itu orang baik, kita juga keluarga baik baik, terlepas dari bagaimana latar belakang kakak, jangan dengar omongin orang yang bikin kakak down kak"


"iya nis makasih"


"bunda tau ka?"


"engga, kakak harap jangan kasih tau dulu ya nis"


denis hanya mengangguk sebagi jawaban.


"jadi ini judulnya kembalinya sang mantan kak?" haha

__ADS_1


__ADS_2