Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
24


__ADS_3

hampir seharian ini jadwal faris padat di luar, ada meeting sama klien dan survey lapangan karena ada project baru di luar kota,


biasanya kalau meeting di luar dan survey yang tempatnya lumayan jauh seperti ini faris mengajak Toni asistennya, kalau masih daerah sekitar Bekasi tak jarang Nabila yang di ajak menemaninya.


hari ini pun Nabila sibuk dengan kerjaannya di kantor, walaupun ada sedikit masalah, karena sedikit menghendel kerjaan faris namun dia bisa mengatasinya, walaupun dari latar belakang pengalamannya sebagai finance yang kemudian tiba tiba menjabat menjadi sekretaris namun Nabila termasuk orang yang pintar dalam belajar dan juga cekatan


sebenarnya setelah kerjaan Faris di luar sudah beres dan kerjaan di kantor ada Nabila yang mengatasinya, namun faris tetap menyempatkan untuk ke kantor.


" ayo pulang!"


ucap faris saat Nabila sedang membereskan meja kerjanya.


"loh ko bapak ke kantor? tidak langsung pulang? kerjaan sudah beres semua pak"


ucap Nabila terheran melihat jam perpulangan tapi faris bukannya langsung pulang malah ke kantor.


"aku antar kamu pulang"


"tapi caca?"


"sudah aku bilang tadi sama Caca, kamu aku yang anter"


sebenarnya faris ingin selalu tiap hari menjemput dan mengantar nabila pulang, namun nabila pasti menolak, alasannya masih sama takut orang kantor curiga.


setelah tadi mampir untuk membeli makanan, dan memakannya di kosan Nabila, tak terasa jika bersama sang kekasih waktu berasa berputar cepat.


"pulang gih udah malam"


"ngusir nih ceritanya?"


"bukan gitu, aturannya disini ga boleh bawa teman lawan jenis lewat dari jam setengah sepuluh malam ris"

__ADS_1


"ya udah, langsung istirahat ya, aku pulang dulu" ucap faris


kosan Nabila mempunyai aturan dari ibu kos yang tidak boleh membawa teman lawan jenis lewat dari jam setengah sepuluh malam, seperti malam ini faris harus segera pulang karena takut ditegur sama ibu kos.


"iya faris"


tiba tiba faris menarik nabila kedalam pelukannya, nabila merasa nyaman berada dalam pelukan faris


"I love you nabila"


nabila hanya mempererat pelukannya sambil menyembunyikan senyumnya di dada bidang faris


"kenapa ga dijawab"


" kan bukan pertanyaan ngapain di jawab"


nabila pura pura tak ngerti


faris melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipinya dan memberikan kecupan di kening nabila, beberapa menit kemudian nabila melepaskan dirinya, sungguh posisi yang tidak baik untuk jantungnya


"bukan muhrim faris" ucap nabila dengan pipi merona sambil tertunduk


"oh ingin buru buru di halalin ya? hemm?"


goda faris sambil mengangkat dagu nabila yang masih tertunduk


"faris apa sih?"


" aku senang lihat pipi kamu jadi merona gitu, tambah manis"


tak sadar pipi nabila semakin merona karena ulah sang kekasih

__ADS_1


" ya sudah aku pulang ya, bye"


faris melenggang pergi dari kosan nabila, namun baru beberapa langkah, suara nabila menghentikan sejenak langkah faris


"love you too.. more"


faris tersenyum mendengarnya, dan dibalas senyum manis Nabila.


entahlah mereka terlihat seperti abege yang sedang kasmaran.


setelah masuk kedalam kosan, terdengar suara telpon masuk dari HP nabila, ternyata sang bunda yang menelponnya.


"iya halo mah"


"halo bil, besok pulang kerja jam berapa? bunda mau ke kosan kamu ya"


"loh ko dadakan bun?"


"iya ini ayahmu ada acara sama rekannya di Jakarta, nah berhubung faris lagi ikut camping sama organisasi kampusnya, daripada bunda sendiri di rumah jadi bunda ikut ayahmu saja, tapi nanti bunda mah mau ke kosan kamu aja, biar nanti ayah jemput lagi kalau acara udah beres."


"oh iya bun, nanti bila kirim alamat lengkapnya, bunda nginep kan? ga mungkin malam malam pulang kan? besok bila libur ko"


"iya paling semalam, ga mungkin sore nyampe, malamnya langsung"


"ok, nanti bunda kabarin bila lagi ya"


"pasti, udah ya bil, dah"


nabila menutup telponnya


merebahkan tubuhnya di atas kasur merasa senang untuk hari ini. tak lama nabila pun telelap.

__ADS_1


__ADS_2