Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
16


__ADS_3

tok..tok..


"masuk"


" permisi pak saya mau nyerahin laporan keuangan yang tadi bapak minta"


"terimakasih, oh ya siapa yang ngasih laporannya ke kamu?"


"saya sendiri yang minta langsung ke staff finance"


"lain kali ga usah repot repot turun, minta saja orang finance nganter kesini, biar kamu ga cape" alasan faris saja yang ga rela jika melihat faris terlalu cape.


"saya turun ke finance dengan lift pak bukan naik tangga, jadi ga cape"


balas nabila yang merasa bosnya ini berlebihan


"jangan terlalu lama kalau turun ke divisi finance, disana kebanyakan perempuan nanti kamu kebawa ngegosip sama mereka, saya ga suka kalau pada sibuk ngegosip pas jam kerja"


"bapak tau darimana mereka ngegosip?"


"ya saya pernah lewat kesana pas saya dekat pintu saya dengar mereka ngegosip, eh pas tau saya masuk langsung berhenti"


"wah, jangan jangan mereka lagi gosipin bapak kali ya?"


"ga ada manfaatnya bagi saya"


"kalau gitu harusnya saya turun ke bagian IT kali ya pak?"


"janganlah, ngapain kamu kesana?"


" ya kan disana cowok semua jadi ga suka gosip"


"nanti yang ada kamu digodain mau? saya ga rela"


niatnya nabila ingin bercanda sama faris, tapi pas faris jawab seperti itu, makah dirinya yang salah tingkah


"yasudah saya permisi"


sedangkan dj tempat lain di resto Wijaya, Pandu dan karyawannya sedang sibuk mempersiapkan untuk acara grand opening Restonya.


"tolong persiapkan segalanya ya dan tolong segera kerjakan kalau ada kekurangan"


ucap Pandu terhadap salah satu karyawan kepercayaannya


"siap bosku"


Restoran ini sudah hampir siap buat acara nanti grand opening, untuk awal pembukaan sengaja diadakan promo 30% supaya menarik pelanggan


Pandu termasuk salah satu pengusaha muda di bidang kuliner

__ADS_1


semoga acaranya sukses, pengunjung ramai dan puas dengan hidangan menunya " batin pandu.


sengaja Pandu memilih pembukaan restonya pada waktu sore jam perpulangan kerja para karyawan, mengingat di dekat resto ini banyak berdiri perusahaan, dan tak jauh dari resto ada salah satu kampus swasta, dengan harapan karyawan yang hendak pulang ataupun mahasiswa yang pulang kuliah bisa berkunjung ke restonya.


setelah pulang dari kantor nabila dan caca langsung menuju ke resto tempat janjian bersama Lusi.


"hayu bil buruan udah penuh itu"


mereka memilih duduk di meja yang dekat dengan jendela sehingga dapat melihat dengan jelas taman di sampingnya, di taman tersebut ada kolam ikan kecil namun panjang dibikin seperti aliran sungai ditambah beberapa tanaman hias yang menambah indahnya pemandangan.


"bagus ya bil tempatnya, gua suka"


"iya ca setuju, gua juga suka, eh bentar gua telpon dulu si lusi udah sampai apa belum, eh itu kaya si Lusi deh, bentar gua telpon takut salah"


nabila melihat seseorang yang baru datang di pintu masuk, saat mau manggil tapi nabila sungkan takut dia salah orang, maklum sudah lima tahun tidak ketemu


"iya gua di meja dekat samping lus,ini gua lambaikan tangan"


akhirnya mereka ketemu juga setelah lima tahun tidak bertemu


mereka pun berpelukan melepas rindu


"lusi lu makin cantik aja deh"


"ah iya dong makasih loh"


"lus kenalin ini caca sohib gua, ca ini lusi"


caca dan lusi pum bersalaman, lusi orang yang supel dia gampang berbaur dengan orang baru


"eh belum pesan menu? ayu pesan keburu laper gua" ajak lusi


"gua pesanin sekalian ya ca samain gua ke toilet dulu bentar, lus gua ke toilet dulu ya"


setelah selesai dari toilet, nabila yang memang fokus main hp tak melihat ada orang dihadapannya


bruk


"eh maaf maaf ga sengaja" nabila membantu membereskan barang yang berceceran dilantai yang tentunya milik orang yang tadi bertabrakan dengannya


"kamu" ucap pria tersebut sambil menunjuk nabila, nabila yang ditunjuk pun merasa kaget, apakah orang dihadapannya akan marah.


"kamu orang yang nabrak aku waktu di apotik kan?" ternyata ini kali kedua nabila menabrak orang yang sama.


"maaf ga sengaja"


nabila tersenyum paksa antara takut di marahi, dan malu karena sudah dua kali menabrak orang yang sama


"hem..dua kali nih harus ganti rugi dong"

__ADS_1


"ganti rugi? kan aku ga sengaja, udah minta maaf juga"


"tetap harus ganti rugi, karena kamu yang nabrak"


"ya kan kamu juga ga papa, ga lecet juga kan?"


pria tadi mengangkat tangannya untuk menjabat tangan nabila


"kenalin namaku Pandu, Pandu wijaya, nama kamu siapa? sebagi ganti rugi kamu harus kasih tau siapa nama kamu"


"alah modus, bilang aja pengen kenalan segala ngomong ganti rugi"


"sambil menyelam cari mutiara kan ga ada salahnya? siapa namamu?"


"baiklah namaku nabila, udah cukup pandu wijaya, nabila sedikit menekankan saat menyebut nama pria tersebut.


haha.


pandu malah tertawa mendengar ucapan nabila


"apa yang lucu?"


"kamu"


"ga jelas ih, udah ya saya permisi" nabila melewati pandu


"sering mampir kesini ya nabila"


teriak pandu karena nabila yang berjalan semakin jauh.


kenapa hati Pandu senang bertemu kembali sama nabila, aneh, padahal cuma ketemu lima menit kenapa serasa sudah mengenalnya lama,


"Nabila, cantik nama dan orangnya juga" gumam pandu sambil tersenyum sendiri


"siapa bil? gua lihat lu tadi lagi ngomong sama cowok?"


"bukan siapa siapa, itu cowok yang dulu pernah bertabrakan pas gua mau beli obat faris di apotik"


"eh betewe soal bang faris, lu beneran balikan sama bang faris bil? tanya Lusi yang masih penasaran sama hubungan nabila dan sepupunya


"lagi otewe lus, doain yang terbaik aja"


bukan nabila yang menjawab melainkan caca, yang langsung mendapat cubitan dari nabila


"lu apaan sih ca, ngga lus jangan didengerin omongan dia"


"yah gua berharapnya beneran bil, gua dukung lu ko bil buat jadi ipar gua"


"ini lagi nambah malah sama ngaconya kaya si caca, udah deh makanan udah datang nih"

__ADS_1


__ADS_2