Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
26


__ADS_3

sampai di ruangan faris, perasaan masih kesalnya masih ada, sebenarnya bukan kesal kepada nabila tapi lebih ke Pandu, mulai dari awal ketemu sama pandu, faris sudah bisa melihat dari Pandu menatap Nabila, dan sekarang dia sudah mulai terang terangan dengan cara seperti yang tadi faris lihat.


"Ton ke ruangan saya"


panggil faris kepada Toni


tak lama Toni pun datang


"permisi bos, ada yang bisa saya bantu?"


"saya minta dokumen hasil meeting dengan klien"


pinta faris dengan nada dingin


"Bos kenapa?"


"saya ga kenapa kenapa? emangnya kenapa?"


faris tetap dengan nada dinginnya


"lah si bos, saya yang nanya kenapa malah bos balik tanya? ini saya bawa dokumen hasil meeting kemarin, kebetulan baru saja klien kita itu ngemail kekurangan perlengkapan dokumen yang harusnya kemarin mereka berikan"


Toni menyerahkan dokumen yang dipinta faris, sambil bertanya tanya dipikirannya ada apa dengan bosnya tumben bosnya bicara dingin kaya cewek lagi PMS aja.


"Bos untuk membahas project ini kembali, nanti pihak mereka yang akan datang sendiri kesini, kalau kita reservasi buat meeting di resto sebelah gimana bos? kan sekalian menjamu klien, biar project kita goal bos"


usul Toni, namun langsung mendapat tatapan tajam dari faris.


"tidak saya sama sekali tidak setuju, meeting di adakan di kantor saja, soal menjamu kenapa tidak delivery order dari resto lain saja"


awas kamu sampai order dari resto sebelah kamu saya pecat"


"waduh jangan dong bos, iya iya jangan di resto sebelah dan jangan order darisana juga, tapi bos kenapa segitu ngelarangnya bos?"


"kamu ga perlu tau, saya ga suka sama pemilik resto itu"


"oh ada masalah tersembunyi bos?"

__ADS_1


"jika sudah selesai kamu bisa keluar Toni"


Toni pun langsung keluar karena takut dengan faris


"kenapa si bos marah marah, pake ancam pecat segala lagi" monolog Toni yang terdengar oleh Nabila yang mau menuju ruangan Faris


"kamu kenapa Toni?"


"eh Nabila, mau ke ruangan Bos ya? awas hati hati, bos lagi mode merah"


"mode merah..maksudnya?"


nabila tak mengerti


"itu si bos lagi kaya cewek PMS aja, lagi sensi, marah marah"


" masa sih? kenapa?"


" ga tau aku usulin meeting di resto sebelah dia malah marah pake ancam mau dipecat segala, serem kan?"


"oh..ya sudah aku mau ada perlu ada berkas yang harus ditanda tangan"


"permisi pak, ini ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangan" nabila meletakkan beberapa berkas ke atas meja faris


"dibaca dulu pak takut ada yang kurang atau kesalahan" nabila mengingatkan faris sebelum menandatangani


"hem"


jawab faris singkat


"ya sudah saya kembali ke meja pak, terimakasih"


ucap nabila saat faris memberikan berkas tersebut.


"Tunggu nabila"


"iya kenapa pak"

__ADS_1


faris berjalan mendekat ke arah nabila, dan jarak mereka begitu dekat, dan faris menarik nabila kedalam pelukannya.


sedangkan Nabila berusaha melepaskan diri dari pelukan faris


"pak jangan seperti ini, ini di kantor, kalau ada yang lain lihat gimana? ga enak pak?"


"biarkan sepeti ini, aku kangen kamu"


faris semakin mempererat pelukannya


"kangen? kita kan tiap hari ketemu"


jawab nabila, akhirnya dia pasrah dan diam dalam pelukan faris.


"ga tau, aku terus kangen aja sama kamu"


"tadi sebelum aku kesini, ketemu sama Toni, katanya kamu lagi jelek moodnya, kenapa?"


faris diam, tak bisa menjawab, kalau dia jawab moodnya jelek karena masalah tadi pagi soal Pandu yang ngirim makanan, dia takut malah diketawain atau dimarahi sama nabila karena sampai Toni kena imbasnya


"Bos pulpen saya ada di meja bos ga?"


eh maaf bos"


tiba tiba saja Toni membuka pintu, dan melihat bosnya sedang berpelukan dengan Nabila, Nabila langsung melepaskan pelukannya.


"kebiasaan, ketuk dulu pintu sebelum masuk Toni"


ucap faris kesal


"sekali lagi maaf bos, saya ga jadi cari pulpen saya, permisi bos"


lanjutkan" ucap Toni sambil melenggang pergi dari ruangannya


"tuh kan aku bilang juga apa, ketahuan kan sama Toni"


"ga papa, gampang nanti aku urus"

__ADS_1


"ya sudah aku pamit"


nabila buru buru pergi dari ruangan faris


__ADS_2