Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
54


__ADS_3

Sudah empat hari Nabila di rawat di Rumah sakit, akhirnya hari ini dia diperbolehkan pulang. Sebenarnya bunda Hani sudah menyarankan Nabila pulang ke rumahnya di Bandung, namun Nabila rasa dia sudah merasa lebih baik dan ingin pulang ke kosannya saja.


Faris sengaja datang dari pagi karena tau bahwa sang kekasih akan pulang sekarang.


" Bil lebih baik kamu kamu pulang ke rumah aja dulu ya, jangan di kosan, soal kerja Faris pasti ngizinin kan Nabila tidak masuk kerja sampai Nabila sehat total kan?" ucap bunda sambil melihat Faris yang duduk di sofa


"Iya tan"


jawab Faris


"Ga papa bunda, lihat aku udah sembuh kan bun, bunda ga papa kalau mau pulang ke Bandung, kasihan ayah di tinggal sendiri"


"Kamu ini bunda mana tenang ninggalin kamu sendiri yang masih belum benar benar sehat begini, ya sudah Denis yang temenin kamu saja ya, dia lagi libur semester ini,bunda pulang dulu ke Bandung nanti pasti bunda tengokin kamu lagi"


"Ya sudah, kalau Denis mau"


"Harus mau lah"


terdengar suara pintu terbuka


"Sudah siap bun?"


Tanya Denis yang baru masuk


"Sudah, kamu sudah urus semuanya?"


"Sudah bun, tapi Denis ga bayar biaya rawat kakak, katanya sudah ada yang bayar"


"Ko bisa, jangan becanda kamu, kamu pasti salah nyebutin nama pasien kali"


Jawab Bunda tak percaya


"Denis serius bunda, ini isi ATM aja masih utuh"

__ADS_1


"Terus siapa yang bayar?"


Tanya Nabila


ceklek..


Pintu terbuka dan datang Wijaya dan seorang perempuan yang tersenyum saat sampai dan bertemu dengan orang orang di sana.


"Pagi Nabila, mau pulang sekarang ya?"


Tanya Wijaya


"Iya"


Jawab singkat Nabila


"Jangan lupa diminum obatnya, jangan banyak aktifitas dulu ya, supaya jahitan bekas operasi bisa cepat kering"


"Iya"


Tanya bunda Hani


"Ini rumah sakit saya, Nabila anak saya jadi kalian tidak perlu mengeluarkan biaya, oh iya kenalkan ini istri saya Dina, bisa kita berdua bicara sebentar dengan Nabila?"


Bunda melirik ke arah Nabila, dan Nabila menganggukan kepala sebagai jawabannya.


"Nak, kenalkan ini istri papa"


Ucap Wijaya kepada Nabila, sedangkan Dina menghampiri Nabila


"Salam kenal ya Nabila"


Nabila melihat Dina yang cantik dan tersenyum ramah pun seolah tertular dengan senyumnya.

__ADS_1


"Iya tante"


Jawab Nabila dengan membalas senyum


"Akhirnya tante bisa ketemu juga, benar apa yang papa dan Pandu katakan kamu sangat cantik"


Nabila hanya tersenyum


"Nabila, Papa harap setelah kamu keluar dari rumah sakit ini kamu masih mau bertemu sama papa ya, pintu rumah selalu terbuka buat kamu Nabila"


"Iya kapan kapan kamu datang ya ke rumah kami"


Tambah Dina


"Rumah kita semua, kamu juga berhak tinggal di sana jika kamu mau Nabila, Papa akan senang"


Ucap Wijaya


Nabila hanya menggelengkan kepala


"Aku ga mau kalian bawa aku begitu saja dari bunda"


"Bukan begitu maksud Papa nak, Papa sadar Papa tak berhak akan itu, Papa ga akan ambil kamu dari bunda kamu, tapi jika kamu mau tinggal sama kita meskipun sesekali Papa akan sangat senang, Papa ga akan maksa.


Kamu mau memaafkan Papa saja rasanya sudah lebih dari cukup, tapi harus kamu tau Nabila, Papa juga sayang sama kamu"


"Iya Nabila, rumah itu rumah kamu juga, jadi kapan kapan main ya ke rumah"


Ucap Dina


"Hem"


Jawab Nabila singkat.

__ADS_1


__ADS_2