
Malam ini Nabila memenuhi ajakan tante Dina yang mengajaknya makan malam di resto milik anaknya.
"Sini Nabila"
Tante Dina melambaikan tangan saat Nabila sedang mencari keadaanya. Tak lupa di sampung Tante Dina ada Wijaya papanya
"Malam pa tante"
Sapa Nabila kepada mereka
"Malam juga Nabila,sini duduk dekat Papa"
Wijaya menyiapkan kursi di sebelahnya untuk Nabila.
"Nabila Papa sengaja ngajak kamu makan malam bareng disini, ada yang mau disampaikan kepadamu"
Ucap Wijaya
"Soal apa Pa?, sepertinya serius"
"Papa ga bisa mengembalikan kebahagiaan yang seharusnya kamu dapatkan dulu,tapi papa harap untuk sekarang dan selanjutnya kamu selalu bahagia"
Nabila mengerutkan dahi mendengar apa yang dikatakan Wijaya
"Papa sudah bahas itu kemarin kemarin, kenapa dibahas lagi?"
"Iya, tapi papa ingin sekali melihat kamu bahagia, tunggu sebentar papa ada kabar bahagia buat kamu"
"Apa pa?"
"Tunggu sebentar lagi yah, mah gimana mereka sudah sampai?"
Tanya Wijaya menoleh ke arah istrinya
__ADS_1
"Tuh mereka Pa"
Dina menunjuk ke arah pintu masuk, terlihat Faris dan mamahnya yang datang dan berjalan ke arah meja mereka.
Nabila terheran kenapa Faris dan mamahnya bisa ada disini juga. Setelah pertemuan terakhir di acara pertunangannya Lusi, baru kali ini lagi mereka bertemu kembali.
"Malam Din, maaf kita sedikit telat ya"
Ucap mamah Faris sambil berpelukan dengan tante Dina.
"Ga papa Dewi"
"Malam Nabila"
"Malam tante"
Nabila tersenyum menjawab sapaan mamah Faris.
"Nabila, ini maksud Papa"
"Maksudnya Pa?"
"Biar Faris dan mamahnya yang bicara"
Wijaya melirik Faris dan Mamahnya Faris
Faris menghela nafas sejenak, kemudian barulah dia berbicara dengan menatap Nabila.
"Nabila"
Belum selesai Faris melanjutkan perkataannya, Mamah Faris keburu memotong apa yang mau Faris sampaikan
"Nabila, tante datang kesini ingin menyampaikan maaf tante ke kamu, maaf jika kemarin kemarin tante tidak merestui kalian berdua, namun kali ini tante sudah memberikan izin dan restu untuk hubungan kalian, silahkan kalian lanjutkan hubungan kalian"
__ADS_1
Ucap mamah Faris melirik Nabila dan Faris bergantian.
Nabila cukup kaget dengan apa yang barusan di dengarnya, karena yang terakhir dia dengar, sangat bertolak belakang, terkahir Mamah Faris meminta untuk menjauhi Faris dan mengakhiri hubungannya.
Nabila tetap diam,karena masih tak percaya
Faris yang melihatnya langsung meyakinkannya.
"Iya Nabila, sekarang di depan mamah sama om Wijaya Papa kamu, aku ingin melamar kamu, aku ingin kita melangkah ke depan bersama, membangun keluarga bersama"
Nabila rasanya tak percaya dengan yang terjadi sekarang, dari awal tiba tiba Faris datang bersama mamahnya, kemudian mamah Faris minta maaf dan untuk yang terakhirnya Faris melamar dirinya dihadapan Papanya dan mamah Faris.
"Ini ga mimpi kan pa?"
tanya Nabila pada Papanya
Wijaya tersenyum, dia mengerti apa yang Nabila rasakan, Beberapa hari ke belakang ini dirinya berusaha meyakinkan Dewi mamahnya Faris untuk bisa menerima hubungan anak mereka, dan akhirnya dia berhasil membujuk Dewi.
Wijaya tak mau melihat anaknya merasakan kesedihan lagi seperti yang Nabila rasakan dulu karena ulahnya.
Beruntung Wijaya memiliki istri yang baik, yang bisa memahaminya dan membantu meyakinkan Dewi sahabatnya.
"Ngga Nabila, ini nyata, Faris di depanmu melamarmu, Papa hanya bisa mendukungmu nak"
"Tapi pak"
Nabila terdiam sejenak, kemudian melanjutkan lagi ucapannya dan melihat ke arah Faris.
"Aku ingin bicara berdua sama Faris Pa, Tan"
Nabila meminta izin kepada Wijaya dan Mamah Faris
"Silahkan Nabila"
__ADS_1
jawab Mamah Faris