Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
29


__ADS_3

hari hari hubungan faris dan Nabila terlihat baik baik saja seperti biasanya, faris tak menceritakan soal permintaan ibunya kepada Nabila, jika menceritakan kepada Nabila pasti Nabila akan menyetujui permintaan Mamahnya.


faris tak ingin jika harus ditinggal lagi oleh Nabila.


faris frustasi jika memikirkan nasib hubungannya dengan Nabila, kenapa disaat orang yang dia sayangi dan telah dia tunggu sejak lama kini malah restu orang tua yang menghalangi.


tapi faris akan berusaha mempertahankan hubungannya dengan sang kekasih.


sabtu pagi ini faris menjemput Nabila untuk pulang ke Bandung bersamanya


"besok aku jemput kamu ya, kita ke rumah Lusi bareng"


Faris dan Nabila tak menyangka jika Lusi tiba tiba ngasih kartu undangan pertunangan dirinya.


"iya, aku masih kaget aja tau ris, Lusi ga cerita cerita soal cowoknya padahal kita sering telponan atau kirim chat"


"iya aku juga kaget, tau taunya lewat si Toni dia ngasih undangannya, Mamah juga ga cerita soal ini"


"dasar faris, sepupu sendiri ga tau, eh ko dia malah nitipin undangannya sama Toni, kenapa ga langsung ke kita aja"


heran Nabila kenapa kartu undangannya di titip ke Toni, kan Faris jelas jelas sepupunya.


"Toni kan teman dekat dia pas SMA, rumahnya Toni juga dekat sih sama tempat Lusi, jadi dia nitip ke Toni,mungkin"


"sudah sampai, aku turun ya, kamu mau mampir?"


tawar Nabila saat dirinya sudah sampai di rumahnya.

__ADS_1


" besok aja, sekalian jemput kamu"


"oke, see you"


Nabila pun turun dari mobil faris, dan faris pergi menjalankan mobilnya ke rumahnya.


Tiba di rumah faris, rumah terlihat sepi karena sang pemilik rumah sedang tidak ada di rumah


"Mamah sama papah kemana bi ko sepi?"


tanya faris kepada bi Minah seorang ART di rumah faris


"ibu sama bapak sedang ke rumahnya neng Lusi A, kan lagi bantu bantuin buat acara besok.


faris pun pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


hingga malam baru lah mamah faris tiba di rumah.


"Mah, pah"


faris segera menghampiri mereka


"kapan kamu sampai ris?"


tanya papa Faris


"tadi siang pa, papa mamah dari rumah Lusi?"

__ADS_1


"iya kita dari rumah tante Ana, bantu bantu buat acara besok, nak mamah lelah ini, mamah istirahat ke kamar ya?"


"iya mah sudah malam, mamah papa istirahat saja, aku juga mau ke kamar"


padahal Mamahnya berniat untuk bicara sama faris soal anaknya dengan Nabila, tapi karena sudah lelah akhirnya mamah faris urung membahasnya.


sedangkan di tempat yang berbeda dan jam yang sama, Nabila sedang berbicara via telpon dengan sahabatnya yang besok akan bertunangan.


"lu ko ga cerita sih lu mau tunangan, tau taunya lu ngasih undangan aja, untung hari libur gua bisa datang"


"iya sorry gua kan niatnya pengen bikin kejutan, oh ya lu datang ya"


"Pasti Lus"


"Lu sendiri kapan nih sama bang faris?"


tanya Lusi sambil ketawa ringan


"lu ini mentang mentang besok mau tunangan, sekarang malah ceng'in gua nih"


"haha..engga serius nanya gua"


"doain aja lah Lus"


"Pasti bil"


"ya udah gua tutup ya, kasihan sahabat gua maj istirahat, takut besok ngantuk pas tukar cincin"

__ADS_1


"iya bil, pokoknya jangan lupa datang"


akhirnya mereka mengakhiri telpon mereka, Nabila pun langsung bergegas tidur.


__ADS_2