Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
35


__ADS_3

faris baru saja keluar dari kamar mandi, dan terdengar suara Hp berdering, faris pun mengambilnya, dan melihat penelpon


"Halo mah"


"faris kamu sedang apa nak?"


"baru selesai mandi mah"


"langsung aja ya ris mamah ga maj basa basi, gimana kamu sama Nabila?"


tanya mamah faris yang tak sabar ingin tau hubungan anaknya


"mah, faris mohon mah izinin faris untuk menentukan pilihan sendiri, faris tetap pada pilihan faris mah, mah kasih waktu faris untuk buktikan bahwa Nabila pilihan untuk faris"


"faris, tidak bisa nak kamu ikutin apa mau mamah? apa mau mamah carikan penggantinya? mamah akan usahakan yang terbaik untukmu"


faris menghembuskan nafas mendengar penuturan mamahnya.


" mah tolong mamah tak perlu mencari penggantinya Nabila, kasih waktu faris sama Nabila ya mah"


faris mencoba tenang dan sabar menghadapi kemauan sang ibunya.


"ya tuhan apalagi ini mamah mau jodoh jodohkan aku segala"


batin faris sedikit prustasi


Nabila merasa lapar, karena dari tadi dia belum mengisi perutnya, akhirnya dia memutuskan keluar membeli makan dengan mata sembapnya, karena telah lumayan lama menangis


"brak..."


"aaaa"


dari arah jauh terlihat mobil yang melaju sangat cepat dan menabrak seorang perempuan yang tak lain adalah Nabila.


Nabila sempat sadarkan diri setelah beberapa menit tertabrak, namun karena tak bisa menahan rasa sakitnya, akhirnya Nabila tak sadarkan diri.

__ADS_1


orang orang yang berlalu lalang segera menghampirinya dan menolongnya.


dari arah sebrang ada seorang laki laki yang baru saja mau membukakan pintu mobilnya, namun dirinya penasaran dengan orang orang yang berkerumun di sebrang sana, tak lama dia pun menghampirinya, pria itu tak lain adalah Pandu.


dia tampak syok melihat siapa yang menjadi korban tabrakan tersebut.


"Nabila"


"anda kenal dengan perempuan ini?"


tanya salah seorang warga.


"iya pak dia teman saya, tolong bantu saya pak, saya bawa mobil dulu saga kesini"


ucap pandu panik melihat begitu banyak darah segar mengalir di kepala Nabila, dia oun segera berlari mengambil mobilnya.


saat Pandu sudah dan warga sedang menggotong Nabila untuk di bawa ke Rumah sakit tiba tiba ada sebuah mobil lewat.


"yah ko perasaan bunda semakin ga enak ya, takut kenapa napa sama Nabila"


ucap bunda yang mencemaskan anaknya.


"yah berhenti yah"


ckit.


ayah ridwan tepaksa mengerem dadakan mobilnya


"bunda kenapa? bahaya loh kalo tiba tiba ngerem gini, untung di belakang kita ga ada mobil"


ucap ayah ridwan juga merasa kaget karena sang istri tiba tiba menyuruh berhenti mendadak


"itu yah, bunda kaya kenal sama korban yang digotong itu, ayo kita lihat yah"


ucap sang bunda sambil membuka sabuk pengamannya dan segera berlari melihat korban yang digotong tadi.

__ADS_1


"ayo pak tolong hati hati meletakkan teman saya"


pinta Pandu saat mereka sudah mau membuka mobilnya


"tunggu"


tiba tiba suara bunda menghentikan sejenak langkah orang orang tersebut, dan bunda segera berlari melihat wajah si korban karena penasaran.


deg


bagai di sambar petir, saat melihat korban yang digotong dan berlumuran darah itu adalah anaknya, lututnya terasa lemas melihat anak perempuan yang sedari tadi dia cemaskan menjadi korban kecelakaan


"Nabila"


teriak bunda sambil menangis


"Nabila kamu kenapa nak? hiks"


ayah ridwan pun yang baru sampai pun sama sama kaget saat melihat muka korban.


"ibu kenal dengan Nabila?"


tanya Pandu


"saya ibu nya, ayah cepat bawa dia ke rumah sakit yah"


"iya bun"


"pak, bu biarkan Nabila dibawa pakai mobil saya saja yang sudah dekat, kasihan Nabila"


"baiklah nak, kamu kenal Nabila?"


tanya ayah ridwan


"saya temannya"

__ADS_1


...... jangan lupa tinggalkan like dan jejaknya yaw........


...😊😙...


__ADS_2