Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
45


__ADS_3

"Maaf dengan berat hati saya harus mengatakan ini, karena benturan di kepala Nabila sangat keras membuat Nabila mengalami amnesia antero grade"


Semua orang di sana nampak terkejut dan mengernyitkan dahi atas apa yang Wijaya ucapkan barusan terutama Faris, karena dari Nabila sadar Faris lah orang yang tidak Nabila ingat diantara mereka bertiga


" amnesia anterograde adalah kondisi seseorang tidak mampu atau sulit untuk membentuk memori baru setelah mengalami peristiwa yang menjadi pemicu amnesia tersebut. Kondisi ini membuat penderitanya sulit untuk mengingat informasi atau hal-hal yang baru dialami, ini lah yang sekarang di alami Nabila"


Jelas Wijaya kepada mereka bertiga, sedangkan Nabila ditinggal sendiri di ruangannya.


"Itu sebabnya kenapa Nabila tidak mengingat saga dok?"


Tanya Faris


"kemungkinan, pasien akan mengalami lupa ingatan akan hal hal baru terjadi, seperti kurang lebih kejadian atau memori se tahun ke belakang mungkin dia bisa lupa"


Faris membuang nafas lemas, saat dirinya dan Nabila baru beberapa bulan di persatukan kembali, dan ketika mamahnya yang belum juga menerima Nabila dan sekarang ditambah dengan keadaan kesehatan Nabila yang kehilangan ingatannya.


Kini Faris harus berjuang lebih keras lagi untuk orang yang dia cintai, Faris tak akan mudah menyerah begitu saja.


"Sabar ya nak Faris"


"Tapi ingatannya bisa kembali lagi kan dok?"

__ADS_1


tanya bunda Hani


"Ingatannya bisa kembali lagi, namun untuk jangka waktunya saya tidak pastikan, tapi untuk sekarang lebih baik jangan paksa Nabila untuk mengingatnya,biarkan dia pulih dulu"


Faris menunduk, melihat keadaan Nabila yang sekarang, dia akan membiarkan badan Nabila sehat kembali, baru setelah itu dia akan berusaha untuk kembali kepadanya.


"Lebih baik kamu pulang nak, sepertinya kamu kecapean"


"Tapi tan"


"Ga papa Nabila pasti akan segera sembuh, jadi pulang yah, besok juga kamu harus kembali bekerja, karena keadaan Nabila seperti ini, tante minta izin untuk Nabila untuk tidak bekerja dulu ya nak"


"Iya ga papa biar Nabila sehat dulu, ya sudah saya permisi"


"Apa tadi kekasihnya Nabila?"


tanya wijaya pada Hani


"Bukan urusan anda"


Hani pun kembali masuk menemani sang anak

__ADS_1


"apa alasan kamu memintanya Nabila?"


"kamu anak ku, akan aku lakukan apa pun demi kebahagiaanmu, maafkan papa yang baru bisa melihatmu sekarang nak"


gumam wijaya saat dirinya telah berdiri sendiri dan kemudian pergi menuju ke ruangannya


Nabila gadis yang cantik, tak bisa dibayangkan oleh Wijaya bagaimana kehidupannya tanpa dirinya seseorang yang harus menjadi pelindung baginya, cinta pertama bagi anak perempuannya, hal yang tak bisa dia berikan selama ini.


"Maaf Ya Bil, gua ga ada pas lu sadar kemarin, niatnya pas pulang kerja mau kesini, eh taunya disuruh lembur"


"Iya ga papa, gua juga ngerti, lagian gua juga udah sehat ko Ca"


Sabtu pagi ini Caca datang menjenguk Nabila, Caca meringis saat melihat Perban di kepala dan badan Nabila yang lainnya, tak terbayang sakitnya


"Badan lu masih pada sakit bil?"


"Lumayan, nyeri ngilu sih Ca"


"Lagian lu ko bisa sih nyampe tertabrak seperti itu?"


"Namanya kecelakaan Ca ya mana yang tau, oh ya gua belum ngelihat Pandu, gua belum berterimakasih sama dia"

__ADS_1


Nabila mendengar cerita dari Bunda, katanya orang yang menolong Nabila dibawa ke rumah sakit itu tak lain adalah Pandu.


 


__ADS_2