
Akhirnya sang istri bersikap kembali seperti sediakala, betapa bahagianya Wijaya sekarang karena istrinya sudah mau memaafkannya, bahkan dia meminta kepada Wijaya untuk ketemu sama Nabila, namun sebelum pergi menemui Nabila di Rumah sakit, Wijaya menceritakan apa yang terjadi terhadap Nabila.
"Jadi berarti Dewi yang ga ngerestuin Nabila sama Faris?"
tanya Dina saat sudah mendengar semua cerita dari Wijaya
"Iya lah mah kan mamahnya Faris kan Dewi, mah bisa papa minta tolong? Papa ingin memberikan apa yang Nabila inginkan, dulu mungkin Nabila tidak bisa menikmati masa kecilnya karena papa, tapi kali ini, Nabila tidak boleh merasakannya lagi, Papa ingin membahagiakan Nabila, Papa ingin mempersatukan mereka mah, karena yang Papa lihat mereka saling mencintai"
Dina hanya mendengarkan dengan serius apa yang dibicarakan oleh suaminya
"Mamah bisa bantu apa pa?"
"Papa minta no Hp Dewi atau alamatnya Faris, biar papa sendiri yang coba bicara sama Dewi"
"Baiklah mamah kirim ke hp papa ya no nya Dewi"
"Terimakasih mah, terimakasih sudah mau memaafkan papa"
"Ini yang pertama dan terakhir kali papa nyembunyiin hal besar seperti ini dari mamah, jika tidak mamah ga tau bisa maafin lagi apa tidak"
Ucap Dina tegas
"Papa janji mah"
Wijaya menarik istrinya kedalam pelukannya
"Dewi belum tau cerita ini pa, jika papa mau nemuin dia mamah ikut ya"
"Mamah yakin mau ikut?"
__ADS_1
"Yakin pa, mamah tau gimana Dewi, jadi lebih baik mamah ikut ya, kalau gitu mamah aja yang hubungi dia kalau kita mau ketemu"
"Baiklah, Papa siap siap dulu"
Wijaya bahagia sekali setelah istrinya mau memafkannya, kini istrinya malah mau membantunya, memang tak salah dia memilih istri seperti Dina.
Dina Dan Dewi mamahnya Faris berteman dekat waktu di SMA, sedangkan Wijaya sendiri berteman dengan suaminya Dina yang tak lain ayahnya Faris. Selain ingin membahagiakan Nabila anaknya, Wijaya akan merasa senang jika bisa ber besanan dengan mereka, bisa menjadikan hubungan mereka lebih dekat lagi.
Itu yang ada dalam benak Wijaya saat ini
Taj ingin membuang waktu lama,Wijaya dan istri segera menemui Dewi di rumah Faris.
"Faris dimana Dew?"
tanya Dina basa basi
"Faris tadi bilang mau nengok karyawannya yang sakit Din"
tanya Wijaya
Mamah Faris mengerutkan dahi
"Ko tau?"
"Dia kekasihnya Faris kan Dewi?"
"Dia sekretarisnya Faris,Wijaya"
"Kamu belum merestui mereka Din?"
__ADS_1
"ko kamu tau tentang mereka?"
"Kalau kita kesini memohon kepada kamu untuk kamu merestui mereka, apa kamu bersedia?"
"Tunggu tunggu ini maksud kalian apa sih? Din?"
Tanaya Dewi heran dan melihat mereka satu per satu
"Aku ayah biologisnya Nabila Dewi"
Jawaban Wijaya membuat Dina kaget dan tak percaya begitu saja
"Kamu ini jangan bercanda Wijaya"
"Aku serius Dew"
"Ini bohong kan Din?"
Tanya Dewi kepada Dina
"Apa yang kamu dengar barusan benar Dewi"
"Tapi bagaimana bisa?"
Wijaya membuang nafas dan mulai menceritakan cerita di masa lalunya sampai dia bisa di pertemukan kembali dengan Nabila, sedangkan Dewi hanya mendengarkannya, beberapa kali dia menggelengkan kepala rasanya tak percaya dengan cerita yang dia dengar
"Din"
Dewi menatap Dina, seolah mengatakan ini beneran? trus kamu gimana?"
__ADS_1
"Iya Dew, aku juga sudah memaafkannya, awalnya mungkin sulit tapi semua yang terjadi bukan kemauannya dan karena Wijaya tidak sadar, Aku harap kamu mau menerima Nabila"