
Nabila masih terbaring di kasur rumah sakit ini, kini di dalam ruangannya ada orang tuanya fan juga Faris yang baru saja tiba. Rasanya sangat sedih dan tak tega melihat orang yang di cintanya terbaring lemah dengan kepala dan tangan yang dibalut perban.
Faris duduk di kursi sebelah ranjang pasien dan orang Nabila duduk di sofa.
Faris terus menggenggam tangan Nabila seraya terus mendoakan untuk kesembuhannya.
"Kamu harus cepat bangun dan sehat seperti sediakala Nabila? maaf aku baru datang, tolong segera bangun demi aku"
tak terasa tetes air mata melintas di pipi tampan Faris, semenjak kedatangannya Faris tak melepaskan tangannya dari Nabila
tiba tiba terasa pergerakan pada tangan Nabila yang dia genggam, Faris yang merasakannya merasa senang dan langsung melihat mata Nabila, Nabila mulai mengerjapkan matanya
Nabila membuka matanya dan mulai sadar bahwa dirinya sekarang bukan berada di kamarnya, dan dia merasakan sakit di setiap badannya.
"Nabila kamu sadar hem..?"
Bunda dan ayah Ridwan yang mendengar Faris pun segera menghampiri Nabila
Mereka merasa senang akhirnya mata itu, mata yang sudah terpejam cukup lama dari malam tadi hingga malam ini kini sudah mulai terbuka
Nabila melirik orang tuanya yang ada di sebelah kirinya dan Faris yang ada di sebelah kanannya.
"Faris"
__ADS_1
ucap Nabila saat melihat Faris dan sekarang berganti kepada bundanya
"ko dia ada disini bun?"
tanya Nabila heran
"iya, tadi dai datang kesini, dia sangat cemas sama keadaan kamu nak, apa yang sakit nak?"
tanya bunda saat anaknya sudah sadarkan diri
"Bila apa yang kamu butuhkan? apa mau minum?"
tanya Faris yang begitu senang melihat kekasihnya sudah sadar
"kamu, kenapa bisa disini?, Bila kenapa Bun?"
jelas sang bunda
"tapi kenapa dia disini?"
"dia kan kekasih kamu, jadi wajar dong kalau dia nengok kekasihnya ini"
"kekasih? kita kan udah putus dari dulu bun, sudah lama sekali. Kenapa juga dia datang kesini, bukankah dia di Bandung bun?"
__ADS_1
tanya Nabila pada bunda
Mereka bertiga merasa heran mendengar apa yang diucapkan Nabila barusan.
"Bila ini aku Faris, kekasih kamu, kita baru balikan lagi beberapa bulan lalu, dan sekarang kita di Bekasi Bil, kamu kerja bareng aku, kamu sekertaris aku"
"balikan? tidak ko kita sudah putus lama, kamu jangan ngada ngada ya"
Faris melihat kepada Bunda dan Bunda juga terlihat aneh melihat anaknya.
"ayah panggilkan dokter dulu ya Bun"
Ridwan segera memanggil dokter untuk melihat Nabila, yang nampak aneh saat dia sudah kembali sadar
"Bisa tinggalkan Nabila? saya akan memeriksanya dulu"
ucap wijaya pada orang tua Nabila dan Faris
dalam hatinya Wijaya merasakan bahagia karena Nabila yang baru beberapa jam ini dia ketahui bahwa dia adalah anak kandungnya.
Namum dia juga merasa tak punya nyali karena telah menjadi ayah yang berengsek.
Ingin rasanya memeluknya, namun dia sadar siapa dirinya, dia takut tak bisa diterima oleh anaknya sendiri setelah Nabila tau bahwa dirinya adalah ayah yang tidak bertanggung jawab.
__ADS_1
Wijaya mulai memeriksa Nabila, dan saat sudah selesai, dia pun keluar dan berbicara kepada Hani
"Maaf dengan berat hati saya harus mengatakan ini, karena benturan di kepala Nabila sangat keras membuat Nabila mengalami amnesia anterograde"