
...haii......
maafkan author ya baru update lagi, kemarin akhir puasa sibuk dan sesudah lebaran juga lumayan sibuk rebahan dulu. 😄
lanjut Faris Nabila yuk!
Kini Faris dan Nabila berada di taman Resto, Nabila sengaja ingin bicara empat mata sama Faris tentang apa yang barusan terjadi di dalam, rasanya Nabila masih tak percaya
"Kamu mau bicara apa Nabila?"
Ucap Faris saat mereka sudah duduk, sambil menatap lekat Nabila
"Ini serius Faris? ini bukan mimpi? kamu melamar aku di depan mamah kamu?"
Faris tersenyum sambil meraih tangan Nabila untuk dia genggam.
"Ini nyata Nabila, bukan mimpi, aku akhirnya bisa mendapatkan restu mamah, sekarang yang aku butuhkan jawaban kamu, apa kamu mau menerima lamaran aku? mau menjadi teman hidup aku sampai tua nanti dan sampai akhir hidupku kelak?"
Sedangkan Nabila hanya menatap Faris, ah rasanya ini hanya mimpi, bagaimana bisa mamah Faris merestuinya, dan sekarang malah Faris yang melamarnya begitu tiba tiba.
Tapi sekarang tangannya benar benar di pegang Faris dan ini memang nyata, Faris di hadapannya sekarang melamarnya langsung.
Tak terasa mata Nabila mulai berkaca dan meneteskan air mata yang jatuh ke pipinya
"Kenapa nangis? kamu tidak senang aku bilang gini?"
Ucap Faris sambil menghapus air mata di pipi Nabila
Nabila hanya menggelengkan kepala, Nabila menangis bukannya tak suka mendengarnya, malah sebaliknya, Nabila terharu, dan bahagia mendengarnya.
"Tapi mamah kamu?"
Nabila harus meyakinkan dulu soal restu mamah Faris
"Mamah merestui kita Nabila"
__ADS_1
"Kamu serius? ko bisa?"
tanya Nabila tak sabaran
"Ini semua tak luput dari usaha papa kamu Nabila, mereka papa kamu sama istrinya mereka teman mamahku, dan mereka juga meyakinkan mamah tentang ini"
"Papa?"
"Iya papa kamu melakukannya"
"Bil, papa kamu ingin melihat kamu bahagia, dia merasa sangat bersalah atas kehidupanmu, dan dia tidak mau melihat kamu tidak bahagia, dia sebenarnya orang tua yang baik Nabila, buktinya dia melakukan ini"
Rasanya tak percaya, Papanya yang masih belum dia terima sepenuhnya, melakukan ini semua.
"Jadi mamah kamu nerima aku karena permintaan papa?"
"Kamu tau ga, sebenarnya mamah sudah menyukai kamu dari awal, namun karena hal kemarin dia aga kecewa, tapi dengan papa kamu yang meyakinkan mamah, akhirnya mamah menerimanya, dan mamah bilang dia menyesali apa yang telah dia lakukan kemarin.
Jadi gimana mau terima lamaran aku ga?"
Nabila yang ditanya seperti itu malah menghambur kedalam pelukan Faris
"Jadi gimana jawabannya?"
Nabila hanya menganggukan kepala dalam pelukannya Faris.
"Aku ga bisa dengar jawaban kamu Bila"
Goda Faris
Nabila melepaskan pelukannya dan mencubit lengan Faris
"Aw, sakit Bil"
"Lagian kamu aku tadi sudah jawab masih aja godain aku"
__ADS_1
Jawab Nabila dengan raut muka pura pura kesal
"Ya kan ga kelihatan, aku mau dengar langsung dari kamu jawabannya, jadi gimana diterima ga?"
"Aku terima lamaran kamu Faris"
Jawab Nabila tersenyum
Faris segera menarik Nabila kedalam pelukannya
"Terimakasih Bila, tolong jangan tinggalkan aku lagi ya?"
"Pasti"
"Aku akan segera menemui bunda mu untuk meminta restu menjadikan anaknya seorang istri untukku"
"Baiklah, aku tunggu"
jawab Nabila bahagia
"Ah rasanya tak sabar menjadikanmu istriku"
Nabila melepaskan pelukannya
"Faris apa tidak terlalu cepat?"
"Tidak, ku rasa lebih cepat lebih baik, kenapa? apa kamu keberatan?"
"euh...aku ikut kamu aja deh"
"Bagus, calon istri yang baik harus nurut sama calon suami"
Ucap Faris sabil mengusap kepala Nabila
Malam itu menjadi malam yang bahagia bagi mereka.
__ADS_1