Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
42


__ADS_3

saat wijaya pergi meninggalkan Hani dan suaminya, kini dia pergi ke ruangannya untuk persiapan operasi sang anak, anak gadis yang baru dia ketahui keadaanya


tiba tiba terdengar suara pintu di ketuk dari luar, dan muncullah anak laki laki satu satunya


"pa"


ucap Pandu langsung masuk dan menghampiri sang ayah.


"papa tadi kenapa bunda nya Nabila seperti marah sama papa? apa yang terjadi? terus papa bisa operasi Nabila?"


"ga papa, ga terjadi apa apa, nanti papa yang akan operasi Nabila, darimana kamu bisa kenal sama Nabila pandu?"


tanya wijaya penasaran


tau kah kamu nak, dia itu adikmu, mungkin ini sudah saatnya pandu tau, tapi ibunya pandu juga harus mengetahuinya,ah mungkin nanti daja di rumah biar dijelaskan sekalian"


batin wijaya


"dia lumayan sering berkunjung ke resto aku pa, kebetulan kantor dia juga dekat dengan resto,emangnya kenapa papa tanya gitu?"


"ga papa, penasaran aja lihat kamu ngotot ingin papa yang melakukan operasi"


"ga tau pa, aku ga mau kehilangan Nabila, padahal aku baru kenal sama dia"


jujur pandu sama wijaya


deg


"jangan sampai kamu mencintai adikmu sendiri pandu, masalah ini harus segera dibicarakan"


batin wijaya


"selesai operasi kamu papa tunggu di rumah ya"


pandu mengernyitkan dahi

__ADS_1


"emang ada pa? aku ingin menemani Nabila disini pa"


"papa ada perlu sama kamu? lagian disini ada orang tua Nabila uang tunggu dan biasanya pasien lumayan lama sadar dari pasca operasi"


"hem.. baiklah"


tepat di waktu yang sama namun beda kota, Faris terlihat lelah setelah survey mengenai pekerjaannya


"Ton, saya ke rumah orang tua saya dulu, habis jam istirahat nanti jemput saya"


"siap bos"


saat tiba di rumah orang tuanya, faris langsung di sambut sang mamah.


kemudian dia di ajak ke meja makan,hari mamahnya sengaja masak kesukaan faris karena dia tau bahwa anaknya sedang ada di kota yang sama dan akan mampir ke rumahnya


"kamu kelihatan cape sekali faris"


"iya mah kerjaan lumayan banyak


sebenarnya bukan sepenuhnya karena masalah kerjaan, namun sampai sekarang faris belum mendapat kabar Nabila,terakhir faris telpon kantor, katanya Nabila tidak masuk kantor.


"kenapa ga coba telpon Caca ya, dia kan sahabatnya pasti tau kenapa Nabila ga masuk kerja"


batin faris


tut.tut


tak lama telpon faris pun tersambung dengan Caca


"iya Halo pak faris?"


jawab Caca


"Halo Ca, kamu tau kenapa Nabila tidak masuk kerja? HP dia juga susah dihubungi dari tadi malam"

__ADS_1


"benar dugaan gua ternyata pak faris ga tau kalau bila kecelakaan, ya udah gua kasih tau aja lah"


batin Caca


"Halo Ca, ko malah diam?"


"eh iya maaf pak, pak Faris beneran ga tau Nabila kenapa?"


"kamu ini gimana? ya kalau saya tau ga bakal saya tanya kamu"


"Nabila ke ce lakaan pak"


"kecelakaan? jangan bercanda kamu?"


"beneran pak Bila kecelakaan tadi malam, terus sekarang dia di rawat di Rumah sakit"


"kenapa tidak ada yang hubungi saya?"


"ya maaf pak, saya kira bapak tau"


"ya sudah kirim saya alamat rumah sakitnya, saya akan kesana"


"baik pak"


faris terburu buru mengambil tasnya fan menelpon asisteennya untuk meng hendel kerjaannya,karena sekarang yang faris khawatirkan adalah kondisi Nabila.


"faris mau kemana kamu nak?"


tanya mamah faris saat melihat faris hendak pergi tanpa pamitan kepadanya.


"faris mau pulang ke Bekasi mah"


"ko buru buru banget?"


"Nabila kecelakaan mah"

__ADS_1


__ADS_2