
hari ini di kantor Nabila sedikit menghindar dari Faris, saat bertemu atau melihat faris hatinya masih terasa sakit jika ingat perkataan mamah faris
"apa kamu bisa aku gapai ris? setelah jelas dihadapan kita ada pembatas dari mamahmu?"
batin Nabila saat dirinya melihat faris lewat bersama Toni asistennya.
" Nabila lunch di resto sebelah yu mumpung baru gajian.hehe"
datang Caca yang mengajak Nabila makan siang di resto PW, mengingat resto PW dia baru sadar terakhir chat Pandu tak dia balas, karena dirinya menjaga jarak dari Pandu seperri yang dikatakan kekasihnya.
tapi untuk hari ini biarlah dirinya hanya ingin menyegarkan pikirannya dulu, belum tentu juga bertemu dengan pemilik resto.
suasana resto seperti biasa lumayan rame karena jam istirahat, di tambah tanggal muda, biasanya tanggal muda baru gajian gini banyak karyawan yang sengaja makan di resto ini.
"lu masih mikirin perkataan mamah pak Faris bil?"
tanya Caca kepada Nabila yang banyak diam tak seperti biasanya
"engga biasa aja Ca, biarlah berjalan seperti air, jika berjodoh pasti bersatu, jika tidak ya mau diapain lagi"
jawab Nabila
"kenapa tak berusaha bil? berusaha buat dapetin restu mamahnya, kenapa lu kelihatannya pasrah gitu"
"gua sadar diri Ca siapa gua, gua ga mau maksa orang yang bisa menerima gua Ca"
mata Nabila mulai memerah menahan tangis
"Ca, hati seseorang bisa luluh asal lu mau usaha lebih keras, tali itu hak lu juga, gua dukung yang terbaik buat lu bil"
"terimakasih Ca, lu emang sahabat gua yang baek"
"baru nyadar lu?"
"Nabila"
__ADS_1
panggil seseorang dari samping Nabila, yang tak lain pemilik resto ini
"Pandu"
"hai, lama tak bertemu, boleh duduk?"
tanya pandu,karena melihat piring di meja sana sudah kosong berarti mereka sudah selesai makan
"boleh"
yang jawab malah Caca
"gimana suka sama makanannya?"
tanya Pandu
"suka ko enak"
jawab Nabila singkat
setelah beberapa menit mereka mengobrol, dominannya Pandu sih yang bicara, Nabila hanya menjawab seperlunya.
"Ca, lu udah kelar belum? gua udah di keluar kantor nih, lu dimana?"
"sorry ya bil gua pulang duluan,udah mendung takut keburu hujan"
alasan Caca
"loh ko ga tungguin gua sih? terus gua gimana?"
"ayo kita pulang"
tiba tiba ada tangan kekar yang memegang tangan Nabila
pas Nabila meliriknya ternyata Faris
__ADS_1
kemudian Nabila mematikan telponya, kesal kenapa Caca pulang duluan tidak bilang bilang dulu.
"ga usah, aku pulang sendiri saja"
Nabila berusaha melepaskan tangan faris karena tak enak masih di lingkungan kantor dan masih banyak karyawan yang berkeliaran di kantor.
namun nihil, faris tak mau melepaskannya, malah sedikit menarik Nabila ke arah parkiran, mau tak mau Nabila pun mengikutinya, daripada berdebat dan mengundang pertanyaan orang orang yang melihatnya.
"ayo masuk keburu hujan"
titah faris saat Nabila tidak mau masuk kedalam mobil
"aku pesan taxi online aja deh"
"ga usah nego, ayo masuk"
akhirnya Nabila menurutinya
"Caca aku suruh pulang duluan, karena aku ingin antar kamu pulang"
faris menceritakan kenapa sahabatnya tega meninggalkannya sendirian
"sudah ku duga, Caca ga mungkin ninggalin aku tanpa kabar"
" aku ingin bicara sama kamu, kenapa kamu terus menghindar?"
aku mohon tetaplah berlaku seperti biasanya, jangan hindari aku lagi"
selama satu minggu ini memang Nabila berusaha menghindari Faris, karena faris banyak kerjaan di luar kantor sama asisten, membuat Nabila lancar untuk menghindarinya
"ku mohon bersabar, aku sedang berusaha meluluhkan hati mamah"
ucap faris sambil mendekat ke arah Nabila dan mengecup kening Nabila,
Nabila hanya diam, tak di pungkiri Nabila juga merasa rindu akan kebersamaannya dengan Faris
__ADS_1