Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
18


__ADS_3

dalam perjalanan faris memutar musik, faris pun terus menceritakan kehidupan dia selama kuliah di Jakarta dan akhirnya bisa menjadi CEO, nabila hanya menjadi pendengar. dan saat musik berputar lagu someone you loved darj lewis cavaldi, faris ikut bernyanyi dengan suara yang lumayan lah tidak bagus tapi tidak juga buruk.


I need somebody to heal


Somebody to know


Somebody to have


Somebody to hold


It's easy to say


But it's never the same


I guess I kind a liked the way you numbed all the pain


Now the day bleeds


Into nightfall


And you're not here


To get me through it all


I let my guard down


"kamu tau bil ini lagu favorit aku saat kita berpisah"


faris mengatakannya saat lagu itu sudah selesai di putar


nabila yang merasa bersalah pun hanya bisa menunduk


"maaf ris"


" ga papa, yang penting sekarang kamu disini"


hening


setelah obrolan itu mereka menjadi diam tidak ada yang bersuara lagi, faris fokus menyetir sedangkan nabila hanya diam menikmati pemandangan diluar sana.


saat mata nabila mulai lelah, akhirnya nabila pun terlelap tidur


faris yang menyadarinya hanya tersenyum, sesekali melirik ke arah nabila yang masih terlihat cantik walaupun sedang tertidur.


rasanya faris tak tega membangunkan nabila untuk menanyakan alamat rumahnya yang sekarang.


akhirnya dia menghubungi Toni untuk mengirim alamat rumah nabila. karena faris pernah menyuruh Toni mencari tau tentang keluarga nabila, dan tempat tinggal keluarga nabila pun faris mengetahuinya dari Toni.


"nabila hei bangun" faris mencoba membangunkan nabila. namun nabila sama sekali tak terusik.


akhirnya faris mendekat dan menepuk pelan pipi nabila

__ADS_1


"nabila bangun sudah sampai rumahmu"


suara faris begitu lembut membangunkannya.


Nabila pun membuka mata dan melihat muka faris yang ada dihadapannya membuat nabila malah tak bisa bergerak sama sekali, dia malah diam menatap faris


dan faris pun sama seolah sengaja menikmati pemandangan nabila yang baru bangun tidur


saat nabila mulai menyadarinya, segera dilepaskan tangan faris dari pipinya, malah terjadi kecanggungan diantara mereka


"maaf tadi kamu susah dibangunkan, sudah sampai rumah bil"


faris mencoba mencairkan suasana


"oh iya, terimakasih ya, aku turun ya fa ris"


ucap nabila ragu ragu, kemudian membuka pintu mobil


"tidak mau mampir dulu?" tawar nabila ragu ragu


"emang boleh?" tanya faris sambil tersenyum senang


"ya boleh, kasihan kamu itung itung istirahat dulu sebentar"


"baiklah"


rasanya nabila sudah lama meninggalkan rumah ini, padahal baru dua bulan lebih


"waalaikumsalam nabila kamu sudah sampai nak?" jawab sang bunda dari arah dapur, nabila pun langsung bergegas memeluk bundanya.


"kangen bun" rengek nabila manja


"sama bunda juga"


melepas rindu sama bundanya membuat nabila lupa bahwa faris menunggunya di depan rumah.


sedangkan diluar rumah datang ayah Ridwan dan Denis sambil membawa ikan hasil pancingannya.


"pagi nak, siapa ya? tanya ayah ridwan yang penasaran karena ada anak muda pria di depan rumahnya


"pagi om, saya faris temannya nabila"


balas faris sambil tersenyum ramah.


ketika mendengar suara dari luar dari baru ingat bahwa faris masih menunggunya di luar


nabila menepuk jidatnya karena bisa melupakannya


"ayah, Denis"


nabila menghampiri mereka keluar sambil merentangkan tangannya pada sang adik denis.

__ADS_1


"nabila sudah sampai nak?"


ini loh temannya ga di ajak masuk ke dalam?"


"he, nabila lupa yah, faris ayo masuk ris"


faris pun diajak masuk kedalam.


"Jadi nak faris ini yang mengantar nabila pulang? maaf ya sampai ngerepotin segala"


ucap bunda nabila


" ngga ko tante sekalian saya juga pulang ke rumah orang tua saya"


" jadi nak faris ini temannya kantornya nabila yah?" tanya ayah ridwan


"dia bos bila di kantor yah" jawab nabila membawakan minuman untuk mereka.


"oh bos nabila ya? hebat masih muda sudah jadi bos"


"alhamdulillah om"


setelah setengah jam mengobrol dengan keluarga nabila, akhirnya faris pamit pulang


"terimakasih ya nak sudah mengantarkan faris"


"sama sam om, tante saya pamit pulang"


nabila mengantarkan faris kedepan rumahnya


"sekali lagi terimakasih ya ris"


"iya sama sama, oh iya tapi maaf ya nanti kalau balik ke Bekasi aku ga bisa jemput, besok ada acara"


"iya ga papa"


mobil faris pun melaju meninggalkan rumah nabila.


"cie yang pulang diantar bos" goda denis sang adik


"apaan sih kamu denis, aku mau istirahat dulu cape"


"bos serasa pacar ya ka"


"enak aja dia bos kaka di kantor ya denis"


" bos apa BOS?"


"terserah kamu lah kaka ke kamar dulu, udah kangen sama kamar kaka, bye"


nabila pergi ke kamarnya yang ada di lantai atas, meninggalkan denis ayang sedang menggodanya, denis itu super kepo jadi bahaya kalau lama lama meladeninya, dia bisa tanya tanya segala macam tentang faris

__ADS_1


__ADS_2